Kalau bicara tentang musim dingin, hal yang paling menyenangkan adalah salju. Kayaknya bukan hanya aku, hampir semua orang pasti suka salju.
Tahun pertama aku di sini salju turun sangat lebat, itu awal tahun 2019. Desember 2020 hingga awal 2021 musim dingin di Finlandia berlalu tanpa ada salju, kalaupun salju turun itu hanya bertahan dua hari lalu hilang tak bersisa. Semusim tanpa turun salju yang kulewati terasa hampa, itu semakin membuat aku menyadari bahwa adanya salju selalu membawa kebahagiaan.
Syukurnya, awal 2021 bumi Finlandia terselimuti oleh salju kembali. Meskipun dalam beberapa kondisi aku merasa kesulitan dengan adanya salju, tetapi jika dibandingkan dengan sisi positif nya maka salju tetap menjadi hal yang dinanti di setiap tahun.
Biasanya salju pertama turun di awal November, tanda Finlandia sudah resmi masuk winter, dan salju akan turun dengan konsisten di pertengahan Desember.
Nah inilah bittersweet snow, manispahit-nya salju menurut pengalamanku.Yang menjadi tantangan tersendiri saat ada salju adalah:
1.Menghambat jalannya stroller
Salju yang baru turun dari langit teksturnya lembut seperti
pasir, semakin lebat salju yang turun, semakin menumpuklah salju di atas
tanah, karena itu di setiap musim dingin yang bersalju petugas akan sibuk mengeruk tumpukan salju dari jalan guna memudahkan pejalan
kaki dan pengendara mobil. Termasuk memudahkan ibu yang berjalan sambil
mendorong stroller, bayangkan saja jika harus lewat
tumpukan salju, ban stroller akan terhambat dan sulit berjalan. Jika masih bisa dilewati pun harus mengerahkan tenaga yang cukup besar untuk menerobos serbuk salju di jalan.
Hal ini pernah
aku alami beberapa kali, karena saat aku keluar rumah jalanan belum dibersihkan oleh petugas, karena hal ini
juga aku bisa tunda rencana pergi main dan balik lagi kerumah. Nantinya, salju yang dibersihkan akan ditumpuk jadi satu gundukan besar, bukit salju yang belum diangkut truck terkadang bisa memblock sebagian jalan.
 |
| Salju yang padat menjadi penyebab macet! |
 |
| Kondisi jalan setelah dibersihkan. |
2.Permukaan jalan menjadi licin
Kondisi jalan terlicin itu setelah suhu yang hangat membuat salju mencair, lalu setelah itu suhu dingin kembali, membuat beku
semua lelehan salju dipermukaan jalan. Trotoar yang harusnya aman untuk
dilewati mendadak jadi arena ice skatting yang licin. Kalau lagi begini aku lebih memilih diam di dalam rumah, jika harus keluar rumah lebih baik sendiri tanpa
anak. Biasanya aku keluar untuk belanja di minimarket terdekat, aku harus berhati-hati melangkah jjika tidak ingin isi tas belanjaan tumpah ke jalanan. hihi
Biar gak licin, bisa pakai anti slip pada sepatu, atau pilih bagian pinggir jalan yang masih tertutup serbuk salju. Untuk meningkatkan gaya gesek di jalan para petugas pemerintah menyebarkan kerikil kecil di setiap trotoar. Untuk jalanan yang lebar kerikil disebar menggunakan truck, sedangkan di jalan kecil sekitar apartemen kerikil disebar secara manual dengan sekop.
 |
| gunakan anti slip sepatu atau diam saja di rumah :) |
 |
| bag.kiri sangat licin, bag.kanan tertutup serbuk salju |
3. Trotoar & jalan mobil sulit dibedakan
Saat salju menutupi semua daratan, sulit membedakan antara trotoar
dan jalan mobil. Dua tahun lalu saat baru mendarat di Finlandia, saat itu
tengah Januari dimana salju sedang turun dengan lebat. Aku & suami kebingungan, harus
jalan kaki di bagian mana? Harus menyebrang di sebelah mana? Kalau salah kan bisa berbahaya. Setelah musim
panas datang dan aku sudah hafal lingkungan sekitar, maka hal ini tidak jadi masalah lagi, kecuali kalau aku pergi ke tempat asing yang belum pernah dikunjungi, harus waspada dan teliti!
 |
| agree? :) |
4.Kotoran anjing jadi nampak jelas
Noda yang sama akan lebih mencolok di pakaian putih dibanding warna lainya, bukan?
Sama seperti kotoran anjing, jika di musim lain gak pernah terlihat, di saat daratan putih bersih seperti ini kotoran anjing akan sangat nampak dan mengganggu pemandangan. Oke cukup, sebaiknya aku tidak berlama-lama membahas poin ini >-<
 |
| maafkan gambar yang sangat mengganggu >-< |
 |
u can find it everywhere
|
5. Becek dan kotor
Biasanya ini terjadi di penghujung musim dingin. Cuaca sudah
semakin hangat dan salju perlahan mencair, air yang tercampur dengan tanah
membuat salju yang tadinya putih bersih menjadi kecoklatan, jalanan penuh
dengan pemandangan seperti ini, gundukan salju coklat. Dimana-mana banyak
genangan air dengan sisa bongkahan es yang menjadi rintangan tersendiri untuk pejalan kaki.
Lima poin di atas memang menceritakan sisi hitam dari salju, tetapi itu semua tidak sebanding dengan dua hal utama yang menjadi alasan mengapa salju tetap dinanti-nanti!
1.Pemandangan serba putih yang sangat indah.
Berbeda dengan musim lainya yang berwarna, musim dingin khas
dengan pemandangan monoton. Warna tanah, batu, dan kayu-lah yang mendominasi.
Meski ada beberapa pohon yang berdaun, tetapi warna hijaunya ikut tenggelam dalam
kesuraman.
Keadaan di awal musim dingin benar-benar seperti kota mati, daratan
yang kusam dipadu dengan langit yang selalu mendung tanpa sinar mentari (ditambah lagi dengan sedikitnya jumlah orang di Finlandia).
Karena itulah aku sangat menanti kapan salju turun. Kehadiranya dapat menghapus semua kegelapan. Seketika salju turun dan
bertahan lama, maka daratan menjadi putih dan sangat indah. Melihat pemandangan
serba putih di luar jendela dapat membuat hati senang dan bersemangat!
 |
| pemandangan di luar jendela |
 |
| all is white |
2.Banyak hiburan
Udara yang sangat dingin dan alam yang gelap membuat ibunya anak malas keluar rumah
untuk bermain. Kalau
ada salju, suasana lebih ceria, permainan jadi lebih bervariasi, dan aktifitas di luar rumah menjadi hal
yang sangat dinanti karena bisa bermain sledding, bikin boneka
salju, berenang di salju, atau hanya berjalan kaki menikmati indahnya pemandangan.
Hiburan lainnya adalah menonton petugas membersihkan salju, pertama sampai di Finlandia Wafi yang masih berumur 1.5 tahun sangat excited melihat ke luar jendela, bagi dia dan ibunya melihat salju dibersihkan adalah hal baru yang sangat mengasyikkan.
 |
| Wafi (3.5 yo) 'berenang' di halaman belakang apartemen |
Minimnya aktifitas di luar rumah, ditambah dengan adanya wabah yang menghalangi aku bertemu dengan teman-teman Indonesia, menjadikan musim dinginku terasa sangat panjang dan menyedihkan.
Bisa berbulan-bulan aku dan teman-teman tidak saling bertemu. Tidak hanya aku, anakku pun jemu dan rindu dengan temannya. Yang bisa aku lakukan adalah menepis kesepian dengan berbagi rasa dengan anggota keluarga di rumah, mensyukuri setiap nikmat yang Allah berikan, termasuk hadirnya salju. Salju yang Allah turunkan benar-benar menjadi penghibur hatiku 💕
"Ya Allah, cucilah dosa-dosaku dengan air es dan salju, dan bersihkanlah hatiku dari dosa-dosaku sebagai pakaian yang putih dibersihkan dari kotoran."
(HR Muslim)