hanya menulis apa yang membuatku senang saat membacanya~

AHLAN

Selamat datang di blog ini.
Enjoy Reading !

Tampilkan postingan dengan label Tentang Finlandia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Finlandia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Februari 2024

Reservasi Kamus Indonesia Jadul di Perpus Finlandia



    Akhir Desember 2023 aku ada ujian online di salah satu kampus di Indonesia. Ujiannya menerjemahkan teks dari bahasa Indonesia ke Inggris dan juga sebaliknya. Ujiannya boleh buka kamus asalkan kamus cetak, bukan kamus elektronik seperti alkalink atau kamus online. Jujur saja, selama ini aku selalu mengandalkan kamus online dan satu-satunya kamus cetak yang aku punya adalah Oxford Mini Dictionary and Thesaurus, kamus Inggris-Inggris, yang mana gak terlalu dibutuhkan saat mengerjakan soal terjemahan nanti.

    Teman-teman di grup WA banyak ngobrolin tentang efektifitas penggunaan kamus saat ujian. Diantara mereka ada yang sudah ujian dan mengatakan bahwa buka kamus hanya membuang waktu karena masa ujian hanya 90 menit. Buka lembaran kamus dan mencari kata harus dilakukan dengan sangat cepat jika tidak mau kehabisan waktu. Ada juga yang cerita hanya sempat membuka kamus pada soal pertama, selainnya hanya mengandalkan pembendaharaan kosa kata dan menebak dari konteks kalimat.

    Aku pribadi merasa butuh kamus mengingat di ujian terjemahan yang sebelumnya aku sempat salah menerjemakan kata. Akhirnya aku iseng mencari kamus bahasa Indonesia di situs perpustakaan Finlandia (helmet.fi), syukurnya ketemu dong! Alhamdulillah rejeki!

    Sekilas tentang perpustakaan Finlandia, atau yang disebut Helmet. Perpustakaan ini menyebar di banyak kota di Finlandia. Di kota Espoo sendiri ada banyak perpus Helmet, seperti yang ada di Espoon keskus (pusat kota Espoo), di Sello, Iso Omena, Tapiola, dsb. Tidak ada jumlah maksimum untuk buku yang akan dipinjam, jadi kita boleh pinjam buku sebanyak apapun. Buku bisa  dipinjam selama 28 hari, kalau lebih dari itu gak dikembalikan akan ada denda buat anggota perpus yang berusia lebih dari 18 tahun. Kalau misalkan kita pinjam buku dari perpus yang di Iso Omena, kita bisa mengembalikan buku di perpus Helmet manapun. 

buku anak-anak di atas mesin peminjaman  mandiri di perpus Iso Omena


    Ternyata kamus yang aku cari berada di perpus Pasila, jaraknya 3 stasiun kereta dari rumahku, tetapi masalah utamanya bukan itu. Aku belum pernah ke perpus yang di Pasila, sempet ke sana satu kali tetapi gelap dan sepi, entah lagi direnovasi atau memang tutup sementara. Dan setelah itu gak pernah ke sana lagi.

    Akhirnya aku memilih opsi Reservasi, dari situs Helmet aku meminta pihak perpus memindahkan kamus tersebut ke perpustakaan terdekat, yaitu perpus Sello yang jaraknya hanya satu stasiun kereta dari rumahku. 

    Tepat sepuluh hari sebelum ujian, ada email pemberitahuan dari Helmet bahwa kamus yang aku pesan sudah siap diambil di perpus Sello, juga ada peringatan akan ada denda bagi yang membatalkan buku yang sudah direservasi, juga bagi yang tidak mengambil reservasi sampai batas waktu yang tercatat di dalam email. Denda yang dikenakan sebesar 1 euro (Rp 17.000) per-buku. Pengenaan denda tersebut bertujuan agar anggota Helmet bertanggungjawab atas barang yang sudah dipesan serta menghargai pihak perpus yang sudah mengeluarkan tenaga, waktu, dan biaya transportasi untuk memindahhkan buku yang dipesan dari perpustakaan lain.

    Dua hari setelah mendapat email, saya ke perpus Sello dan menuju rak buku khusus reservasi, setelah mengambil dua buah kamus bersampul merah, saya scan di mesin peminjaman seperti biasa. 


Buku-buku di rak khusus reservasi yang siap diambil

    Setelah sampai di rumah, aku cek kamusnya, benar saja itu kamus jadul yang diterbitkan tahun 1955. Dengan ejaan lama yang belum dibakukan. Aku dan suami sempat tertawa melihat isi kamusnya. Setidaknya kamus Inggris-Indo bisa digunakan. Sedangkan yang Indo-Inggris aku pesimis karena mungkin akan sulit mencari kata melihat huruf U masih ditulis OE, J ditulis DJ, dan Y ditulis J. Meski begitu setidaknya kehadiran dua kamus jadul ini memantapkan diriku untutk ujian nanti. Daripada gak ada sama sekali, pikirku.


contoh ejaan Van Ophuijsen (Ejaan Lama): DJ untuk huruf J

    Di hari H ujian, benar saja apa yang temanku bilang di grup. Gak ada waktu buat buka kamus lama-lama karena 90 menit terasa kurang untuk menerjemahkan paragraf singkat sebanyak 6 soal. Setiap yang ujian pasti berfikir lebih baik menuntaskan jawaban meski ada terjemahan kata yang salah, dibanding kehilangan poin karena ada nomor yang kosong karena belum sempat dijawab. 

    Akhirnya ujian pun berakhir, dan Alhamdulillah, aku terbantu oleh kamus Inggris-Indo untuk menerjemahkan satu kata, ya! hanya sempat mencari satu kata!



Senin, 09 Agustus 2021

Tentang SALJU


Kalau bicara tentang musim dingin, hal yang paling menyenangkan adalah salju. Kayaknya bukan hanya aku, hampir semua orang pasti suka salju. 

Tahun pertama aku di sini salju turun sangat lebat, itu awal tahun 2019. Desember 2020 hingga awal 2021 musim dingin di Finlandia berlalu tanpa ada salju, kalaupun salju turun itu hanya bertahan dua hari lalu hilang tak bersisa. Semusim tanpa turun salju yang kulewati terasa hampa, itu semakin membuat aku menyadari bahwa adanya salju selalu membawa kebahagiaan. 

Syukurnya, awal 2021 bumi Finlandia terselimuti oleh salju kembali. Meskipun dalam beberapa kondisi aku merasa kesulitan dengan adanya salju, tetapi jika dibandingkan dengan sisi positif nya maka salju tetap menjadi hal yang dinanti di setiap tahun. 

Biasanya salju pertama turun di awal November, tanda Finlandia sudah resmi masuk winter, dan salju akan turun dengan konsisten di pertengahan Desember. 

Nah inilah bittersweet snow, manispahit-nya salju menurut pengalamanku.Yang menjadi tantangan tersendiri saat ada salju adalah:

1.Menghambat jalannya stroller

Salju yang baru turun dari langit teksturnya lembut seperti pasir, semakin lebat salju yang turun, semakin menumpuklah salju di atas tanah, karena itu di setiap musim dingin yang bersalju petugas akan sibuk mengeruk tumpukan salju dari jalan guna memudahkan pejalan kaki dan pengendara mobil. Termasuk memudahkan ibu yang berjalan sambil mendorong stroller, bayangkan saja jika harus lewat tumpukan salju, ban stroller akan terhambat dan sulit berjalan. Jika masih bisa dilewati pun harus mengerahkan tenaga yang cukup besar untuk menerobos serbuk salju di jalan. 

Hal ini pernah aku alami beberapa kali, karena saat aku keluar rumah jalanan belum dibersihkan oleh petugas, karena hal ini juga aku bisa tunda rencana pergi main dan balik lagi kerumah. Nantinya, salju yang dibersihkan akan ditumpuk jadi satu gundukan besar, bukit salju yang belum diangkut truck terkadang bisa memblock sebagian jalan.

Salju yang padat menjadi penyebab macet!


Kondisi jalan setelah dibersihkan.

                                      

2.Permukaan jalan menjadi licin

Kondisi jalan terlicin itu setelah suhu yang hangat membuat salju mencair, lalu setelah itu suhu dingin kembali, membuat beku semua lelehan salju dipermukaan jalan. Trotoar yang harusnya aman untuk dilewati mendadak jadi arena ice skatting yang licin. Kalau lagi begini aku lebih memilih diam di dalam rumah, jika harus keluar rumah lebih baik sendiri tanpa anak. Biasanya aku keluar untuk belanja di minimarket terdekat, aku harus berhati-hati melangkah jjika tidak ingin isi tas belanjaan tumpah ke jalanan. hihi

Biar gak licin, bisa pakai anti slip pada sepatu, atau pilih bagian pinggir jalan yang masih tertutup serbuk salju. Untuk meningkatkan gaya gesek di jalan para petugas pemerintah menyebarkan kerikil kecil di setiap trotoar. Untuk jalanan yang lebar kerikil disebar menggunakan truck, sedangkan di jalan kecil sekitar apartemen kerikil disebar secara manual dengan sekop.

gunakan anti slip sepatu atau diam saja di rumah :)

bag.kiri sangat licin, bag.kanan tertutup serbuk salju


3. Trotoar & jalan mobil sulit dibedakan

Saat salju menutupi semua daratan, sulit membedakan antara trotoar dan jalan mobil. Dua tahun lalu saat baru mendarat di Finlandia, saat itu tengah Januari dimana salju sedang turun dengan lebat. Aku & suami kebingungan, harus jalan kaki di bagian mana? Harus menyebrang di sebelah mana? Kalau salah kan bisa berbahaya. Setelah musim panas datang dan aku sudah hafal lingkungan sekitar, maka hal ini tidak jadi masalah lagi, kecuali kalau aku pergi ke tempat asing yang belum pernah dikunjungi, harus waspada dan teliti!

agree? :)


4.Kotoran anjing jadi nampak jelas

Noda yang sama akan lebih mencolok di pakaian putih dibanding warna lainya, bukan?
Sama seperti kotoran anjing, jika di musim lain gak pernah terlihat, di saat daratan putih bersih seperti ini kotoran anjing akan sangat nampak dan mengganggu pemandangan. Oke cukup, sebaiknya aku tidak berlama-lama membahas poin ini >-<

maafkan gambar yang sangat mengganggu >-<


u can find it everywhere

5. Becek dan kotor

Biasanya ini terjadi di penghujung musim dingin. Cuaca sudah semakin hangat dan salju perlahan mencair, air yang tercampur dengan tanah membuat salju yang tadinya putih bersih menjadi kecoklatan, jalanan penuh dengan pemandangan seperti ini, gundukan salju coklat. Dimana-mana banyak genangan air dengan sisa bongkahan es yang menjadi rintangan tersendiri untuk pejalan kaki.





Lima poin di atas memang menceritakan sisi hitam dari salju, tetapi itu semua tidak sebanding dengan dua hal utama yang menjadi alasan mengapa salju tetap dinanti-nanti!

1.Pemandangan serba putih yang sangat indah.

Berbeda dengan musim lainya yang berwarna, musim dingin khas dengan pemandangan monoton. Warna tanah, batu, dan kayu-lah yang mendominasi. Meski ada beberapa pohon yang berdaun, tetapi warna hijaunya ikut tenggelam dalam kesuraman. 

Keadaan di awal musim dingin benar-benar seperti kota mati, daratan yang kusam dipadu dengan langit yang selalu mendung tanpa sinar mentari (ditambah lagi dengan sedikitnya jumlah orang di Finlandia). 

Karena itulah aku sangat menanti kapan salju turun. Kehadiranya dapat menghapus semua kegelapan. Seketika salju turun dan bertahan lama, maka daratan menjadi putih dan sangat indah. Melihat pemandangan serba putih di luar jendela dapat membuat hati senang dan bersemangat!

pemandangan di luar jendela 

all is white


2.Banyak hiburan

Udara yang sangat dingin dan alam yang gelap  membuat ibunya anak malas keluar rumah untuk bermain. Kalau ada salju, suasana lebih ceria, permainan jadi lebih bervariasi, dan aktifitas di luar rumah menjadi hal yang sangat dinanti karena bisa bermain sledding, bikin boneka salju, berenang di salju, atau hanya berjalan kaki menikmati indahnya pemandangan. 

Hiburan lainnya adalah menonton petugas membersihkan salju, pertama sampai di Finlandia Wafi yang masih berumur 1.5 tahun sangat excited melihat ke luar jendela, bagi dia dan ibunya melihat salju dibersihkan adalah hal baru yang sangat mengasyikkan.



Wafi (3.5 yo) 'berenang' di halaman belakang apartemen


Minimnya aktifitas di luar rumah, ditambah dengan adanya wabah yang menghalangi aku bertemu dengan teman-teman Indonesia, menjadikan musim dinginku terasa sangat panjang dan menyedihkan.

Bisa berbulan-bulan aku dan teman-teman tidak saling bertemu. Tidak hanya aku, anakku pun jemu dan rindu dengan temannya. Yang bisa aku lakukan adalah menepis kesepian dengan berbagi rasa dengan anggota keluarga di rumah, mensyukuri setiap nikmat yang Allah berikan, termasuk hadirnya salju. Salju yang Allah turunkan benar-benar menjadi penghibur hatiku 💕 


"Ya Allah, cucilah dosa-dosaku dengan air es dan salju, dan bersihkanlah hatiku dari dosa-dosaku sebagai pakaian yang putih dibersihkan dari kotoran."
(HR Muslim) 



Kamis, 12 September 2019

5 FAKTA TENTANG FINLANDIA






Finlandia merupakan  negara terbesar kedelapan di Eropa dengan jumlah penduduk terendah di Uni Eropa (source: Wikipedia). Tidak heran jika negara ini terasa sangat sepi.

Delapan bulan memang bukan waktu yang cukup untuk mengenal negeri yang baru saya tinggali. Meski begitu, dengan pengetahuan & pengalaman saya yang minim, saya akan menggambarkan sedikit tentang negeri yang 70% nya masih berupa hutan ini.

Saya tahu, Finandia terlalu besar jika hanya digambarkan dengan 5 hal.  Negara yang musim dinginnya mencapai minus tigapuluh ini banyak membuat banyak orang tidak betah tinggal di dalamnya, tanpa sengaja saya menemukan hal positif yang membuat saya betah tinggal disini, berikut fakta "positif" Filandia:

1.Gratis naik transportasi umum.


Setiap pengguna kursi roda, pembawa kereta dorong bayi, dan para orang tua yang menggunakan walker beroda, GRATIS naik semua jenis transportasi umum, dari Bus, Kereta, Metro, maupun Tram.
Oleh karena itu, di setiap transportasi umum ada tempat khusus untuk stroller bayi dan kursi roda.

Kok bisa gratis?

Tempat membayar tiket umumnya terdapat di pintu depan, tempat penumpang lain memasuki bus, sedangkan penumpang 'khusus' ini memasuki bus dari pintu tengah, jadi sulit bagi mereka untuk membayar, dan anak yang ada di stroller menjadi tidak aman jika harus terpisah dari orangtuanya.

Meskipun Kereta, Tram dan Metro memiliki tempat untuk men-"tap" kartu (membayar tiket) yang mudah dijangkau oleh semua kalangan, hal ini tidak merubah kebijakan pemerintah tentang tiket gratis tersebut.

Lihat selengkapnya di sini.


(foto tram: flickr.com-allanscotson)



2. Minum dari air kran

Sebagian besar negara Eropa memiliki air kran yang aman untuk diminum, air kran Finlandia sendiri termasuk air terbersih di dunia.

Ini termasuk hal yang sangat saya syukuri karena dengan begitu saya tidak perlu nyetok galon ataupun air mineral botol. Praktis dan ekonomis 😁

Oleh karena itu, sebagian besar air mineral yang di jual di minimarket adalah berkarbonasi, dengan kemasan yang hampir 100% mirip air mineral biasa, dijual dengan banyak varian rasa. 

Saat awal pindah ke sini, agak sulit membedakan di antara dua jenis air mineral itu, saya sering terkecoh dan salah beli, dikira air biasa ternyata setelah diminum rasanya seperti diserbu jutaan semut, saya sangat tidak suka!

3. Banyak playground gratis.

Saya tidak tahu bagaimana di negara lain, tetapi di Finlandia banyak sekali tempat bermain anak, indoor maupun outdoor, gratis tanpa dipungut biaya sedikit pun.

Bahkan, setiap wilayah apartment  memiliki taman bermain, umumnya terdiri dari ayunan, prosotan, kuda-kudaan, dan tempat main pasir. 

Di sekitar saya tinggal pun ada beberapa outdoor playground di tempat yang berbeda. Di dekat day- care, play-group maupun TK selalu ada outdoor playground yang terbuka untuk umum, lebih beragam permainannya dan lebih luas tempatya.

19-05-19/ Playground samping day-care terdekat.


26-08-19/ Salah satu mainan favorit Wafi, di sekitar apartment.

10-09-19/ Tempat yang sangat teduh ini berada di sekitar apartmet,


Kalau Indoor Playground biasanya ada di dalam mall, itu juga gratis. Jadi saya senang sekali karena bisa mengajak Wafi bermain di berbagai tempat, tanpa rasa bosan. Alhamdulillah❤

4.Tunjangan dari pemerintah.

"Negara yang paling bahagia" memang sebutan yang cocok untuk Finlandia, negara sosialis ini memberikan banyak "benefit" untuk masyarakatnya. Mencakup Ibu rumah tangga yang megurus anak di rumah, pengangguran, anak di bawah 17 tahun, penyandang disabilitas, dll.

Oleh sebab itu, pemandangan keluarga yang memiliki tiga anak atau lebih, cukup umum disini. Selain biaya melahirkan ditanggung oleh pemerintah, biaya perawatan hingga pendidikan pun bukan lagi menjadi persoalan besar. 

Mereka diberikan berbagai kemudahan dari segi perkembangan anak, pendidikan hingga urusan transportasi seperti pada point nomor satu di atas.

Banyak anak banyak 'rezeki'.

5. Orang Finland sangat Introvert (tertutup).

Berbeda dengan penduduk Indonesia yang terkenal ramah, di Finlandia tidak semua orang suka tersenyum meski mata bertemu pandang. Mereka sangat tertutup, cuek pada urusan orang lain, dan punya 'dunia' sendiri. Ini kabar baik buat saya yang tidak bisa basa-basi. Jadi saat di tempat umum saya merasa nyaman karena tidak perlu mencari ide untuk memulai pembicaraan dengan orang asing.

Level introvert mereka benar-benar ajaib, sampai-sampai duduk bersebelahan dengan orang asing di dalam bus pun mereka enggan, mereka akan mencari sepasang bangku kosong di bus untuk mereka tempati, jika ternyata bus penuh dan terpaksa duduk di samping orang lain, mereka akan pindah tempat saat ada bangku lain yang kosong.

Dengan mengetahui budaya mereka ini, saya selalu berusaha memilih (sepasang) bangku kosong di bus dan tidak duduk di samping mereka, untuk menghargai mereka.




Saat menunggu bus di halte mereka memberi jarak, tidak peduli hujan gerimis, anging kencang, maupun salju lebat. 

Dari pribadi mereka yang unik ini, aku jadi  belajar lebih tentang perbedaan dan cara menghargainya. 

***

Sekian---