hanya menulis apa yang membuatku senang saat membacanya~

AHLAN

Selamat datang di blog ini.
Enjoy Reading !

Tampilkan postingan dengan label Trip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trip. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Maret 2017

JEONJU


One day Trip! 

 
Bulan Desember 2016 kemarin, tepatnya tanggal 17 aku berkesempatan pergi ke kota JEONJU bersama suami, kota ini terkenal dengan bibimbab nya dan dengan kawasan perumahan korea kuno.

Kita berdua berangkat pagi-pagi, menggunakan bus dengan perjalanan 2 jam setengah (kurang lebih) sampai disana, kita mengunjungi dua tempat bagus.

Yuk simak ceritanya dibawah ini!

1.    Gyeonggijeon Palace


Gerbang depan istana

Tempat apakah itu??

Disebut juga dengan Gyeonggijeon Shrine (“Gyeonggijeon” yang berarti “sebuah istana yang dibangun di tempat yang damai”) dibangun pada 1410 pada masa Raja Taejo, yang mendirikan Dinasti Joseon pada 1392.

Halaman kuil penuh pohon-pohon tua dan rumpun bambu. Di dalamnya adalah Museum Portrait Ulasan Royal menunjukkan potret raja-raja Joseon dan arsip sejarah Jeonju dengan pameran naskah sejarah.
(sumber : Angelicaliee)

Gerbang tengah istana


Tidak diperbolehkan masuk ke ruangan khsusus ini

Barang peninggalan raja (mungkin) hehe

Kita memasuki Istana raja Joeson, berfoto-foto, menikmati setiap sudut kawasan istana, meski ramai itu sama sekali tidak menyurutkan niat untuk mengambil gambar 😆

Halaman istana sangat luas dan teduh, banyak pohon yang tumbuh menjulang tinggi di sekitarnya, saat itu musim dingin, jadi banyak pohon berguguran dan banyak dedauan kering menutupi tanah lapang tersebut.



Keterangan tentang tumbuhan/pohon di sekitar istana : Acer Palmatum Thunb



Bangunan kuno korea yang sangat khas ini, aku sangat menyukainya, desain atap yang bergerigi, pagar batu berponi yang mengelilingi area istana. 



Kita juga mengunjungi Museum Potrait yang berada di dalam kawasan istana, di dalam museum dilarang mengambil gambar, sebagai turis 'baik' yang hidup di korea, kita mematuhi aturan tersebut. Hehe 😎



Ketika kita keluar dari Istana, maka kita lihat istana ini dikelilingi oleh distrik khusus.

Tempat ini sangat ramai pengunjung, sebagian warga korea berjalan-jalan sambil mengenakan baju tradisional korea (Hanbok) lengkap dengan aksesorisnya.

Sepanjang jalanan pun penuh dengan berbagai jajanan korea, souvenir-souvenir lucu, kerajinan tangan dan masih banyak lagi.

Banyak toko-toko menjual berbagai oleh-oleh, seperti Choco Pie dalam banyak varian, juga aksesoris, dan masih banyak lagi.


Restoran dan kedai makanan pun tersebar di kawasan itu, dengan desain bangunan unik nan lucu mata ini seakan dimanjakan oleh pemandangan yang sungguh tidak biasa.

 


 
Setelah puas berkeliling dan melihat-lihat, kami berjalan-jalan di luar istana.

Rapih dan bersih, itulah yang mendukung keindahan tempat ini.

Setelah selesai, kami menaiki bus menuju tempat kedua.

2.    Deokjin Park

Taman Deokjin merupakan sebuah taman kota yang mewakili Jeonju.

Secara resmi dirancang sebagai sebuah taman kota pada tahun 1978, taman ini memusat di sekeliling sebuah kolam alami, yang seperti kembali ke masa Dinasti Goryeo (918-1392).

Taman ini merupakan sebuah area penunjuk bahwa bunga teratai yang mekar di kolam luas taman dianggap sebagai salah satu daya tarik yang mengagumkan di Jeonju.

Taman ini menempati sebuah area seluas 13,000 ㎡ dengan kolam yang menutupi sekitar dua per tiga kawasan Selatan. Jembatan gantung berbentuk lengkungan membentang di tengah kolam, menawarkan pemandangan lebih dekat dengan mekarnya bunga teratai.

Perancang taman membuat sebuah paviliun tradisional dan sebuah taman bunga iris air untuk menghormati latar belakang sejarah taman dan menambahkan sebuah air terjun buatan dan jembatan kayu sebagai efek visual.

Taman ini juga memiliki monumen sembilan batu termasuk Piagam Anak-anak, ukiran puisi Shin Seok-jeong dan Kim Hae-gang, dan patung Jenderal Jeon Bong-jun.

 (sumber : Visitkorea)

Gerbang depan taman



Taman yang asri nampak sepi hari itu, meski begitu bukan berarti tidak ada pengunjung sama sekali, bahkan terlihat di sana ada nenek sepuh dengan kursi roda yang didorong seseorang, menikmati udara sore hari nan jernih, jauh dari jalan raya.

Ada juga anak-anak kecil bersama keluarganya, juga muda mudi yang hanya melintas serta bersantai-santai duduk di kursi kayu yang tertata rapih.







Siluet cahaya matahari senja tercermin pada danau ditengah taman, membuat mata tak bosan memandang meskipun semilir angin semakin dingin.

Pepohonan yang botak akibat dedaunanya berguguran, menjadi hiasan tersendiri di sekitar danau itu, dengan rantingnya yang bercabang seakan terlukis di langit yang keabu-abuan.

Pagar kayu yang mengitari danau itu pun tidak dapat diacuhkan, sangat cocok menjadi background bagi yang ingin berpose membelakangi danau.




Jembatan yang membelah danau tersebut begitu gagah berdiri, kita dapat melihat bebek-bebek yang berenang dari atas jembatan itu.

Taman teratai dibagian pojok danau, terlihat mengering. Coklat. Tandus tak berwarna. Katanya, teratai-teratai itu akan segar dan hidup di musim panas nanti.


Add caption

Kita sudah berjalan mengelilingi taman, jika hari belum begitu senja mungkin kita akan teruskan menikmati keindahan sore ini.

Tetapi langit semakin gelap dan waktu magrib hampir tiba, tidak terasa ternyata sudah lama juga kita berada di taman itu.

Mengingat hari itu juga kita harus kembali ke Gumi, maka kita putuskan untuk meninggalkan taman itu dengan danaunya yang masih beriak-riak…juga teratainya yang tak jemu menunggu musim panas tiba.

Setelah itu kita pergi ke terminal dan pulang ke rumah dengan aman dan selamat.
Alhamdulillah.
Perjalanan hari ini sangat menyenangkan 💙

Sampai bertemu kembali di waktu yang belum ditentukan, Jeonju !

Kamis, 02 Maret 2017

Main salju



 


Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, winter kali ini tidak bersalju lebat, beberapa kali sempat hujan salju di kota kami (Gumi), tetapi tidak begitu deras dan lama sehingga tidak meninggalkan gundukan gundukan salju di tanah.


26/11/16 salju pertama Gumi

Meski begitu aku memiliki cerita dan pengalaman yang cukup seru di winter tahun ini, anggap saja berjudul “Ski Camp” haha

Suatu hari, aku dapat kabar bahwa akan ada acara conference khusus orang korea di lab suamiku, tetapi Pak Professor menyuruh suami dan aku agar ikut juga tetapi hanya untuk liburan, bersama teman suami dan istrinya (panggil saja Mba Nina) yang kebetulan orang Indonesia.

Conference nya bertempat di sebuah daerah di  luar kota, kami pergi ke tempat tujuan dengan lama perjalanan 3 jam menggunakan mobil. Hari itu tepatnya tanggal 18 Januari 2017.


Kami memesan 3 resort di sebuah hotel, kamar pertama khusus wanita, 3 cewe korea, aku, dan mba Nina. Tentu saja aku sekamar dengan mba Nina, dan mereka tidur diruangan lain, kamar kedua khusus orang Korea. Dan kamar ketiga kamar campur dihuni orang Indonesia, Nigeria dan Korea.

tempat kami menginap
Tempatnya sangat hangat (memakai pemanas gas ruangan), nyaman dan minimalis, ada kamar luas dengan pintu kaca menghadap ke luar, ada sofa dan  tv juga dapur dan meja makan kecil, kamar tidur, dan kamar mandi.

Kami sampai ditempat pada sore hari menjelang magrib, malamnya kami makan di kamar kedua dan orang korea yang menyiapkan masakanya, kari sayuran dan sop sayuran, tidak lupa kimchi 😍

Setelah makan malam yang cowo-cowo pada main ski, kalau aku kembali ke resort untuk beristirahat dan ngobrol-ngobrol dengan teman cewe. 

Aku ngobrol dengan orang korea menggunakan bahasa inggris, kita sama-sama tidak terlalu jago bahasa inggris (haha), tapi bisa nyambung lah, sesekali aku praktekin juga bahasa korea yang aku sudah pelajari dihadapan mereka.

Esoknya (19 Jan) kami ke tempat conference di Kangwon Land, sebelum itu kami mencari makan siang, lalu setelah sampai di tempat kami hanya melihat-lihat gedung dan bertemu dengan Pak Professor (pembimbing lab suami), lalu setelah itu main main di tempat es dan salju yang mengeras, setelah puas foto-foto kami pulang ke resort.







Esoknya (20 Jan) conference telah selesai, kami berencana ingin bermain ski pada siang hari, ternyata tanpa diduga turun salju bahkan sampai ada badai dari pagi hingga siang belum juga berhenti, kami (tanpa orang korea) makan siang di kamar ketiga setelah beli sarden dan rumput laut kering juga sup bakso ikan di market yang ada di dalam hotel. 

Setelah makan siang, hujan salju sudah reda dan terlihat ada gundukan salju sangat tebal dimana-mana. Oleh sebab itu main ski nya ditunda, so…aku ajak suamiku untuk keluar main-main salju.

my cute snowman




Kita keluar dan untuk pertama kalinya aku bermain salju tebal dan membuat boneka salju, setelah mainan dan foto-foto dan asik-asik sendiri, aku mulai merasa dingin lalu kita kembali ke resort dan aku menyeduh energen cokelat (Indonesia bgt yaaa) 😄

Karena daerah ini adalah daerah dingin, sudah diperkirakan akan ada salju, maka aku bawa Post-Id dan spidol (kenapa post id ? karena simple dan ringan dibawa tetapi bisa dipakai untuk jumlah banyak) untuk menulis pesan-pesan dan kata-kata yang akan ditujukan kepada saudara, dan teman-teman. Misinya memang tulisan berlatar belakang salju.


maaf, diedit untuk menjaga privasi ✌
Lalu malam hari barulah terealisasikan untuk main ski, sebelum itu kita makan malam di resto hotel, , setelah makan, yang lain main ski, sedangkan aku balik ke resort untuk istirahat setelah siang tadi main di luar.

Esoknya (21) jam 11 siang kita siap-siap cek out dan kembali ke Gumi, di Gumi masih terlihat sisa-sisa salju kemarin meskipun tidak begitu tebal, dan beberapa hari setelah itu masih banyak salju melekat di jalan dan atap toko, sampai tiba saatnya salju itu mencair dan tidak tersisa lagi (lupa tepatnya kapan).

di rooftop apartemen
foto diambil dari halte bus





Sejak saat itu salju tidak lagi mengguyur kota Gumi, mungkin saat tanggal 20 kemaren adalah puncak nya winter, jadi hari Gumi bersalju hanya saat puncak.

Alhamdulillah aku sudah berkesempatan main salju. Meskipun hanya sekali, tapi aku bahaaagia. Sampai bertemu dengan winter tahun depan daaan main salju lagiiii (jika Allah izinkan) 💗