hanya menulis apa yang membuatku senang saat membacanya~

AHLAN

Selamat datang di blog ini.
Enjoy Reading !

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Desember 2024

Asyiknya Bergabung di Komunitas Membaca


    Dulu, di zaman SD kalau ditanya apa hobiku, aku jawab membaca buku. Padahal aku bukan kutu buku, bukan pula yang paham dunia literasi, aku cuma suka buku! Kesukaanku pada buku tidak lepas dari usaha Abi -ayahku- untuk meningkatkan minat baca kami, anak-anaknya  (semoga jadi pahala jariyah untuk beliau, aamin). Abi rajin menyediakan kami bahan bacaan, sampai kakak perempuan dan adik laki-lakiku yang saat itu lagi demam sepak bola, Abi belikan koran bola untuk mereka. Adik perempuanku hobi mengoleksi novel KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya). Kami juga suka bergantian baca serial petualangan Lima Sekawan dan membahas bagian yang seru.

    Di rumah ada perpustakaan berupa rak-rak yang sebagian besarnya diisi buku-buku milik Abi. Pernah ada teman sekolah yang main ke rumah dan lihat buku-buku itu bertanya apakah aku sudah membaca semua buku di sana? Oh, tentu saja tidak! Apalagi di masa sekolah, aku punya genre bacaan favoritku sendiri, yaitu buku fiksi seperti cerpen dan novel. Diantara penulis novel yang karyanya mewarnai hari-hari remajaku adalah Afifah Afra, Asma Nadia, dan Habiburrahman El-Shirazy. 

    Kata Al-Jahidz saat menjelaskan tentang buku:

نعم الأنيس لساعة الوحدة

"ia adalah teman terbaik di kala sendirian"
    

    Di zaman kuliah, sangat disayangkan karena aku bukanlah mahasiswi yang rajin bolak-balik perpus, tetapi hubunganku dengan buku masih terbilang cukup baik. Aku sangat senang saat Abi memberiku hadiah buku berbahasa Arab untuk mendukung pembelajaranku dan tentu saja untuk menemaniku yang sedang ngekos di luar kota. Diantaranya adalah Buku Istamti' Bihayaatik karya Muhammad Al-Arifi, Iftah an-Nafidza Tsammata Dhou' dan Mau'id ma'al Hayah Karya khalid bin Sholih Al-Munif. Buku-buku tersebut berisi tentang cerita motivasi dan seni menjalani kehidupan. Bacaan yang ringan dan menyegarkan cocok untuk cemilan setelah setiap hari melahap buku-buku modul perkuliahan. 

    Setelah menikah dan hidup di perantauan, alhamdulillah gak lupa berbekal beberapa buku baru yaitu cerita inspiratif pengasuhan anak di bumi Eropa; Awe Inspiring Us karya Dewi Nur Aisyah dan Phd Parents' Stories karya Ario Muhammad. Meski sudah berusaha makin mesra dengan buku, aku menyadari bahwa aku masih jauh dari predikat Gila Baca. Karena tak ingin minat bacaku semakin pudar, aku merasa bahwa aku butuh komunitas baca buku. Bergabung dengan sesama teman wanita dengan minat yang sama pasti menyenangkan. Alhamdulillah, Allah mudahkan jalanku bertemu dengan dua komunitas positif berikut:

1. KITAB (Komunitas Cinta Buku)

    Lewat seorang teman (jazaahallahu khairan) aku kenalan dengan mbak NWA, pendiri Komunitas Cinta Buku. Aku bergabung di grup WA KITAB pada July 2022 lalu bersama 30 anggota lainnya. Sistemnya adalah kami membaca selama 100 hari. Targetnya adalah menanamkan kebiasaaan membaca jadi bagi yang tidak punya buku fisik-pun tetap bisa bergabung karena dibolehkan untuk membaca e-book ataupun artikel daring, selama itu non-fiksi (sosmed tidak termasuk). 

    Setiap anggota memilih durasi sesuai kemampuan, dimulai dari 15 menit, 30, 45, hingga 60 menit dalam satu hari. Presensi harian disetorkan dengan bentuk stiker, bagi yang berhasil konsisten membaca selama 100 hari berturut-turut tanpa absen maka ada hadiah buku dari admin. Setelah itu angota juga diberi kesempatan jika ingin menulis review atau resensi dari buku yang sudah dibaca tapi ini bersifat tidak wajib. Anggota yang absen selama sepuluh hari berturut-turut tanpa ada kabar akan dikeluarkan dari grup dan diperbolehkan mendaftar kembali pada kesempatan lain. Setiap selesai 100 hari, kami ada libur sampai nanti dimulai tahap berikutnya.

  Menurut pengalamanku, pagi hari adalah waktu yang cocok untuk membaca terutama baca buku yang lumayan memutar otak. Jika sudah lewat sore hari dan daya fokus mulai melemah, aku memilih bacaan yang ringan dicerna, seperti artikel yang memuat opini dan cerita pengalaman. Disamping baca artikel daring dan baca buku comot-comot, ada tiga buku yang -biidznillah- berhasil selesai dibaca bareng temen-temen KITAB, yaitu buku Make Time, Miracle In The Andes, dan Things Left Behind. Beberapa bulan lalu kami baru menyelesaikan tantangan 100 hari, dan saat ini kami sedang masa libur. Oya, untuk gabung jadi anggota KITAB tidak dipungut biaya sepeserpun! Semoga Allah yang membalas kebaikan mba NWA dengan pahala yang berlipat ganda, Aamiin!

2. Jejak Pustaka Beekind

    September 2024 lalu aku bergabung dengan komunitas Beekind. Komunitas ini didirikan sebagai wadah yang merangkul para ibu dan wanita pada umumnya. Meskipun tergolong baru, komunitas Beekind sudah menelurkan beberapa project yang berjalan cukup aktif, salah satunya adalah kegiatan membaca buku di program Jejak Pustaka. 

    Anggota ditantang untuk membaca buku non-fiksi selama 30 hari dengan jeda libur tiap akhir pekan. Setiap hari anggota membaca minimal satu halaman lalu melakukan presensi di grup WA dengan format nomor absen, nama, dan kutipan dari buku yang dibaca. Kutipan ini boleh dicatat manual di grup, boleh juga dicatat di buku tulis lalu difoto, boleh juga di share di Instagram Story dengan template yang sudah disediakan admin. 

    Targetnya adalah para anggota dapat menyelesaikan satu buku lalu lanjut ke buku berikutnya. Anggota yang absen sebanyak empat kali tanpa kabar akan dikeluarkan dari grup dan diperbolehkan bergabung kembali. Desember ini aku dan teman-teman sudah memasuki putaran ketiga dengan kata lain kami menuju hari ke-90, tepatnya di 17 Januari 2025 mendatang. Dengan izin Allah aku sudah berhasil menamatkan dua buku bersama BeeFriends: Seni Mendidik Anak Agar Mandiri, dan Alhamdulillah, Balitaku Khatam Al-Qur'an.

    Membaca sebuah buku dengan konten dan gaya bahasa yang sama setiap harinya ternyata berpotensi memicu rasa bosan. Agar dapat bertahan, kami menemukan solusi bahwa selama target membaca satu halaman sudah diraih, kami bisa rehat atau pindah buku untuk selingan. Sisi positif membaca satu buku adalah rasa candu ingin cepat menuntaskannya, jadi meskipun akhir pekan adalah libur setoran tetapi bukan berarti libur membaca. Seperti KITAB, mendaftar Jejak Pustaka juga gratis, loh! Semoga Allah membalas kebaikan untuk semua yang berkontribusi dalam program ini, Aaamin!

    Untuk saat ini aku masih betah di komunitas baca karena aku merasa mendapat banyak manfaat. Aku dapat menambah referensi dari bacaan anggota lain yang bermacam-macam, dari buku islami, pengembangan diri, politik, pengasuhan, kedokteran, bisnis, dll. Aku juga berharap sosok ibu yang candu buku menjadi tontonan yang terekam oleh anak-anak di rumah yang secara tidak langsung mengajarkan mereka akan cinta literasi. Selain itu, aku menemukan kembali sosok diriku yang bisa berlama-lama dengan buku. Kesibukan mengurus keluarga dan sulitnya mencari waktu ideal untuk membaca tidak lagi menjadi alasan untuk menelantarkan si jendela dunia. Aku tidak mau lupa bahwa benda yang sejak kecil bisa membawaku terbang ke dunia imajinasi, kini, seharusnya dia juga bisa membawaku terbang menuju kedewasaan dan kebijaksanaan, Insyaa Allah!

    Meski kegiatan membaca buku ini memiliki segudang manfaat, aku sepenuhnya percaya dan dapat memahami jika di luar sana ada yang tidak hobi membaca. Mereka memiliki gairah serta minat di bidang lain dan aku sangat menghargai itu. Tetapi, jika kamu termasuk orang yang hobi membaca tetapi sedang tersedot oleh distraksi teknologi atau kamu ingin mengobarkan kembali semangat membaca di dalam dirimu yang sudah lama padam, maka bergabung di komunitas membaca bisa menjadi solusi.

    Jujur aku kagum dengan mereka yang sudah amat lekat dengan buku, terbiasa membaca, mengalir begitu saja tanpa harus diberi tantangan, tetapi membaca bersama teman komunitas juga bukanlah hal yang buruk, justru sangat positif. Tetaplah bersemangat, luruskan niat, dan minta petunjuk dari-Nya dalam apa yang kita baca. Semoga Allah berkahi dan ridhoi jalan kita semua yang ingin melaksanakan perintah-Nya pada wahyu pertama yang turun; IQRA! Bacalah!

Senin, 08 Januari 2018

Sebuah Jempol (Bijak saat bersosmed)


sumber : google

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS.Al-Zalzalah : 7-8)

Pembaca yang budiman, seperti yang kita ketahui sekarang, di 'zaman now' ini, seseorang dapat melakukan interaksi hanya dengan duduk sendirian di kamar yang terkunci.

Ia dapat ber-sosialisasi dengan orang lain tanpa melangkah keluar rumah.

Ia dapat membela atau memerangi orang lain  hanya bermodalkan benda tipis segi empat.

Bahkan, ia dapat membangun atau menghancurkan dunia hanya dengan sebuah jempol !

Ya!

Seseorang itu adalah saya dan anda !

Kita semua telah terancam oleh benda favorit kita sendiri.

Lalu, sudahkah kita berhati-hati dengan senjata yang tak tajam ini ?

Sudahkah kita mengendalikan jemari kita ?

Saya pribadi sudah lama bertekad untuk ‘pelit’ jempol, sudah menjadi prinsip saya untuk tidak me-like foto apapun yang disitu ada seorang wanita baligh, karena menurut saya, sebuah jempol itu berarti menyukai, menerima, dan mendukung.

Kita semua tahu bahwa wanita adalah fitnah (godaan) bagi kaum lelaki, karenanya Allah memerintahkan muslimah untuk tidak memperlihatkan 'perhiasannya' kepada lelaki asing (non mahrom), dengan memberikan jempol atau komentar, itu berarti kita mendukung si empunya  menyebarkan fotonya dan mengulangi kembali, kita juga mendukung lelaki berbuat dosa.

Saya tahu ini terdengar sepele, banyak pula yang meremehkan, mungkin akan ada yang menyebut saya lebaaay, kolot dll. it really doesn't matter to me.

Jika kita sudah 5 tahun berselancar di facebook dan instagram (dan beragam aplikasi lainya),bisa dibayangkan berapa banyak jempol kita yang tersebar, juga komentar, belum lagi tautan yang kita share, tanpa kita sadari ada yang berisi ghibah, berita bohong, memprovokasi, membuat panas mata dan dada, menyakiti orang lain, mempertontonkan aurat dll.

"Tetapi ini isinya bermanfaat loh."

Ya! niat kita memang tulus, ingin membagikan ilmu, ataupun sekadar hiburan, karena tidak sedikit dari  'postingan berbahaya'  itu yang berisi kebaikan.

Tetapi Kaidah fikih menyebutkan:

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil masholih.

"Mencegah mudhorot (kerusakan/keburukan) lebih diutamakan daripada mengambil manfaat."

contoh :

-Ada artikel yang terselip nasehat, peringatan akan bahayanya menyebrang jalan saat lampu lalu lintas berwarna hijau, tetapi disitu menceritakan tentang seseorang yang melanggar aturan tsb, ia menyebrang dan hampir tertabrak dan bla bla bla.-

Dengan niat yang baik kia membagikan artikel tsb, lalu kita mencela orang tadi, membodoh-bodohkan dia, plus komentar nyelekit lainya, akhirnya teman 'medsos' ikut nimbrung dan terjadilah gosip panas di tautan kita.

Dari kaidah fikih diatas, kita akan simpulkan bahwa : tidak membagikan artikel tadi dengan tujuan mencegah terjadinya gosip lebih diutamakan daripada membagikanya dengan tujuan menasehati dan mengingatkan.

Solusinya, lebih baik mencari artikel nasehat lain yang lebih 'aman' untuk dibagikan.

Yang lebih extreme lagi, kini ada semacam layanan dari facebook mengajak untuk menerawang masa depan.

"Seperti apa jodohmu nanti?"

"Apa yang akan kamu dapatkan di tahun ini?"

"Tahun berapa anda akan memiliki anak perempuan?"

dan ajakan lain yang merupakan ramalan nasib. Itu adalah kesyirikan yang dibungkus dengan hiburan, candaaan, seru-seruan! Karena hanya Allah-lah yang tahu masa depan.

Hal itu sangat berbahaya, apalagi jika orang lain ikut mencoba karena kita membagikan hal serupa, dan dilanjutkan oleh temanya lagi, dan seterusnya.

Begitu juga dengan akun instagram, public figur yang menebarkan aurat, lelaki yang menyerupai perempuan, pecinta film/k-drama, gosip selebritis, dll.

Mungkinkah jika follower mereka NOL/sedikit mereka akan terus bersemangat mengupload foto demi foto ?

Dengan kita unfollow akun mereka, kita dapat menyelamatkan dunia kita, lambat laun, entah itu berpuluh-puluh tahun kedepan (jika aplikasinya masih exis) dunia -khususnya dunia maya- anak cucu kita akan aman.

Jika kita melakukannya dengan niat menjaga mata & hati kita, mencegah keburukan dari masyarakat, Insya Allah tidak akan rugi! Percayalah :)

Yuk sekarang kita sama-sama perhatikan sikap kita di medsos !

Yuk sekarang kita belajar meng-rem jari jari kita sebelum klik  ‘like’, ‘komentar’ &  'share', untuk melihat ulang tautan yang berkaitan.

Agar setelah kita ‘pergi’ nanti, tidak akan meninggalkan jejak yang tidak Allah ridhai.

Saya menyadari bahwa mata ini rentan berbuat dosa, di medsos orang bebas memposting apa saja, sengaja tidak sengaja kita sering mendaratkan mata ini pada foto yang mempertontonkan aurat, membaca artikel yang berisi hujatan, membicarakan orang lain, mengkritisi, menghakimi, maka, jangan patenkan dosa itu dengan tombol-tombol tadi.

Lebih baik untuk tidak mampir ke ‘arena berbahaya’, tetapi jika kita kalah dari bisikan syetan atau hawa nafsu kita, maka cukupkan itu semua hanya untuk diri kita, dan segeralah beristighfar.

Jangan menjadi sebab orang lain melakukan dosa (yang sama dengan kita.)

Jangan menularkan dosa!

Seiring berjalanya waktu, semakin lama kita hidup di dunia maya, semakin tumpul pula kepekaan kita terhadap hal ini.

Saya disini, mengingatkan diri saya sendiri, juga anda semua yang saya sayangi.

Jika ada yang tidak sependapat dengan saya, saya memahaminya.

Setiap orang punya sudut pandang dalam menilai sesuatu.

Tetapi Al-qur’an surat Al-Zalzalah 7-8  itu mutlak benarnya.

Hari perhitungan itu sungguh akan datang.

Sehingga saya berharap kita akan menjadi lebih baik dan bijak dalam memainkan jari-jari kita diatas layar android ataupun keyboard laptop kita.

Semoga Allah mengampuni dosa saya dan anda semua, baik yang disengaja maupun tidak.

Semoga Allah memudahkan kita untuk me-Reset aktifitas kita di dunia maya maupun di dunia nyata menuju ridha-Nya.

Aamin ya Rabb.

Senin, 11 Desember 2017

Yang Terbaik


Menurutmu, siapakah yang terbaik diantara orang-orang dibawah ini:

Orang kaya atau miskin?

Orang sehat atau sakit?

Yang sudah menikah atau single?

Yang sudah punya anak atau yang belum?

Yang punya seorang anak atau yang punya anak banyak?

Yang kuliah, kerja, atau yang hanya duduk di rumah?

Yang jabatanya tinggi atau karyawan kelas menengah?

Yang melahirkan 'normal' atau sesar?

Yang anaknya full ASI 2 thn atau yang minum sufor?

Yang cantik/ngganteng banget atau yang biasa saja?

Yang turunan bangsawan atau bukan?

Jawabany.....cuma satu!

Yang paling bertakwa ♥

 إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu." (QS. Al Hujurat: 13)

Kita tidak memungkiri bahwa semua nikmat, merupakan kelebihan atau nilai plus yang Allah berikan pada hamba-Nya.

Tetapi kalau kelebihan yang dimiliki membuatnya jauh dari Allah, maka ia adalah hamba yang merugi.

Yang memiliki kekayaan tetapi merendahkan orang lain, yang sehat tapi dzalim, yang pintar tetapi sombong, yang sukses tetapi tidak merasakan manisnya ibadah..mereka akan merugi 💔

Sebaliknya, jika ujian yang Allah beri dapat meningkatkan kualitas iman seorang hamba, maka ia adalah hamba yang beruntung.

Yang sakit tetapi banyak istighfar, yang tidak kuliah atau kerja tetapi sangat berbakti kepada orang tua, yang miskin tetapi pandai bersyukur, yang single tetapi rajin beribadah, yang belum punya anak tetapi banyak memberi manfaat untuk orang lain, dll. Mereka jaauh lebih baik.


Bagi yang Allah uji dengan 'penantian'.

Menanti rezeki, menanti buah hati, menanti jodoh, menanti kesembuhan, menanti keberhasilan, bersabarlah!

Allah janjikan bagi hamba yang bersabar dengan pahala tanpa batas.

 إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS.Az-Zummar : 10)

Dan janji Allah itu pasti.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

"Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji." (QS.Ali-Imran: 9)

Memang lebih sulit menanti sesuatu yang kita tidak tahu sampai kapan batas waktu penantianya.

Kalau dianalogikan dengan menunggu kereta, menunggu kereta yang akan datang 1 jam lagi, atau 3 jam lagi, atau bahkan 10 jam lagi akan lebih ringan dibandingkan menunggu kereta yang tidak tahu kapan datangnya. (Maaf kalo contohnya gak nyambung 😁)

Maka dari itu pahala pun disesuaikan dengan ujian.
 إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاء

“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian”
[HR. at-Tirmidzi no. 2396 dan Ibnu Mâjah no. 4031 (Ash-Shahîhah no. 146)]

Dan ujian itu disesuaikan dengan kemampuan.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS.Al-Baqarah : 286)

Bagi yang masih menunggu sesuatu dari Allah mari bersabar !

Insya Allah kita mampu melaluinya.

Sesungguhnya ujian dunia itu sementara.

Kita harus pandai mencari nikmat Allah yang terlupa dikarenakan ujian yang besar.

Bagi yang merasa kekurangan harta, coba lihat kembali tubuhmu yang sempurna itu, banyak yang memimpikanya.

Bagi yang belum bertemu jodoh, coba lihat keluargamu yang anggotanya masih lengkap.

Bagi yang belum dikaruniai anak, coba lihat dompetmu, Allah beri kecukupan ekonomi.

Bagi yang sakit, coba ingat apakah ibadahmu terasa semanis ini saat kau sehat ?

Jika bukan hal itu, maka carilah nikmat yang lain....jangan luput sedikitpun.

Karena saat Allah menguji hamba dari satu pintu, maka Ia memberi nikmat dari pintu yang lain.

Seorang ulama berkata:

قد يجعل الله عطاءه في منعه

"Bisa jadi Allah memberi nikmat kepadamu di dalam ujian yang Ia beri."

Tinggal bagaimana kita pandai mencari nikmat dan pandai mensyukurinya.

Maka sebesar apapun ujian kita jangan merasa menjadi orang yang paling sengsara, dibandingkan dengan menangis duka, kita lebih pantas menangis bahagia karena begitu beruntungnya kita dengan segala nikmat yang Allah beri ♥

Seseorang pernah berkata :
"Kita bisa mengeluh mawar berduri atau bisa bersyukur duri bermawar."

Kekuatan pikiran positif dapat mengubah suasana hati dan sikap seseorang juga respon terhadap sesuatu yang dihadapinya.

Belum menikah itu seakan duri, tetapi jika kita bayangkan, betapa banyak mawar yang tumbuh diatasnya, ianya bisa lebih banyak menebar kebaikan, dapat fokus menuntut ilmu, .dapat melayani umat dengan mengajar, atau profesi lainya, dapat lebih berbakti kepada kedua orang tua, dapat membelanjakan hartanya sesuai keinginan tanpa memikirkan apapun.

Belum memiliki anak, seakan duri, tetapi seperti halnya menikah, belum memiliki anak pun mempunyai banyak mawar. Bisa mempunya waktu berdua dengan pasangan lebih banyak, dapat melakukan hal lain yang bermanfaat dengan maksimal..

Allah kasih seseorang insomnia, bisa jadi supaya dia dapat sholat malam dengan mudah.

Allah kasih seseorang kesulitan, bisa jadi supaya dia lebih tawakkal dan berharap hanya pada Allah.

Bukankah itu mawar yang indah ? Meski terlihat berduri 😇

Warna-warni Jadi Mommy



Menjadi seorang ibu baru, yang terjun ke dalam dunia baru, bersama teman (kecil) baru, begitu mengagetkan, dan membuat penasaran.

Jadi ibu itu sering main tebak-tebakan.

Ketika menggendong si kecil yang mulet-mulet yang dikira ingin sendawa, tiba-tiba "prutt"....ternyata buang angin.

Ketika dikira ingin buang angin (dibiarkan rebahan dikasur) ehh...ternyata keluar gumoh.

Ketika ada bunyi menggeleggar, dikira pup. Ketika sudah siap digantikan ternyata ZONK.

Sering mencurigai si kecil dengan pup dikarenakan bunyi dan semerbak yang luar biasa.😆

Jadi ibu itu harus gerak cepat.

Ketika mengganti popok, jika lambat sedikit maka akan ada air mancur kecil yang menyebabkan ganti selemek, baju..dll.

Atau ketika habis mandi, jika lambat sedikit memakaikan popok, maka sudah dipastikan akan ganti handuk.

Sepersekian detik itu sangat menentukan 'keberhasilan' 😄

Jadi ibu itu sering galau.

Ketika sikecil terjaga dan 'mengajak' main ia ingin sekali menemaninya.

Tetapi kadang kerjaan rumah menyahut.
"Mumpung dia anteng, urus akuu!!"

Jadi ibu itu suka sering khawatir.

Gimana kalau saat sikecil tidur ada hewan kecil mengganggunya.

Rasanya tidak tega, ia begitu mungil untuk seekor nyamuk sekalipun.

Jadi ibu itu senang ketika melihat si kecil tertidur nyenyak sedangkan ia sendiri bermata panda.

Jadi ibu itu merasa 5 menit untuk merebahkan badan pun sangat berharga.

Jadi ibu itu harus tahu prioritas, masak dulu atau cuci baju dulu? Atau mandi dulu 😛

Jadi ibu itu kadang suka mendengar gema tangisan si kecil.

Saat asyik masak di dapur, atau sedang di toilet. Tiba-tiba terdengar tangisan, ketika di cek...si kecil sedang nikmat bobo. Halusin-nasi toh 😜

Jadi ibu itu sudah gabisa kaya dulu, cape dikit langsung bobo, laper dikit bisa langsung makan.

Jadi ibu itu harus mulai semuanya dari habis subuh, ketika tenaga masih prima dan si kecil masih nyenyak. Akan banyak yang bisa dikerjakan. Tetapi kalau habis sholat subuh dilanjut tidur (biasanya karena habis begadang)..alamat keteteran! Aduduuu

Jadi ibu itu harus siap kalo malem-malem dapet paket combo dari si kecil (BAB lalu gumoh, lalu ditutup dengan BAK).

Sempurna!

Begitu banyak petualangan antara ibu baru dan si kecil, ibu yang masih lugu.

Sudah banyak baca teori tentang bayi. Tetapi tetap mengedepankan perasaan pribadi.

Sebelumnya, ia mengira bahwa si kecil hanya memiliki dua dunia. Minum susu dan tidur.

Jadi ketika terjaga langsung diberi minum, berharap tidur. Kalau masih belum tidur merasa ASI nya tidak membuat kenyang si kecil.

Kini ia mengerti bahwa si kecil bisa juga bosan, ia ingin menambahkan 'bermain' dalam dunianya.

Sebelumnya semua reaksi dari si kecil terlihat sama. Tangisan lapar, rengekan bosan, erangan ingin sendawa.
Sehingga ia bingung apa yang harus dilakukan?

Waktu semakin berjalan dan ia semakin dapat membedakan semua itu dan dapat segera menyelesaikanya.

Sebelumnya suka cemas, ia tidak mungkin dapat mengawasi si kecil 24 jam.

'Serangan' dari hewan kecil sungguh mengancam, belum lagi pujian dari orang sekitar terhadap si kecil, dan berbagai masalah lain yang selalu menimbulkan kegundahan hati.

Kini ia memahami, betapapun ia mencintai si kecil usaha nya terbatas. Tetapi ia tak lupa bahwa disana ada Dzat yang Maha Menjaga, Dzat yang telah menjaga dirinya hingga kini, Maha dapat menjaga buah hatinya...sekarang dan seterusnya.

Ia tak lupa memintaNya untuk menjaga si kecil dengan doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانِِ وَ هَامَّةِِ وَ مِنْ كُلِّ عَيْنِِ لامَّةِِ
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracung dan dari pengaruh ‘ain yang buruk.” (HR. Bukhari)

Dan ketika melihat kelucuan tingkah sikecil, atau merasa bahagia memilikinya ia selalu  mengucapkan :

مَا شَآءَ اللهُ لاَ قُوَّةَ إلاَّ بِا للهِ
“Sungguh atas kehendak Allah-lah semua ini terwujud.”
(QS.Al-Kahfi : 39)
Ia tahu di depan sana akan ada banyak cerita bahagia dan juga rintangan, ia berdo'a agar menjadi ibu yang banyak bersyukur dan bisa bersabar 💜

Rabu, 05 April 2017

Membangun Pemikiran Positif Pada Ibu Hamil


Lokasi : Taman Matahari, Puncak- Bogor- Indonesia

Kehamilan merupakan rezeki dan anugerah bagi pasangan suami istri. Siapa yang tidak ingin memiliki keturunan sholeh ? Siapa yang tidak ingin memiliki investasi jariyah ?

Tetapi tidak dapat dipungkiri juga bahwa kehamilan adalah sesuatu yang menimbulkan rasa cemas dan khawatir pada diri si calon ibu, terlebih lagi jika itu adalah kehamilan yang pertama.

Dari trimester pertama (1-3 bulan kehamilan) sampai detik-detik menjelang kelahiran sang bayi seringkali si calon ibu melewati masa-masa yang berat, dalam artian penuh perjuangan dan pengorbanan, dari segi fisik maupun emosional.

Hal ini pun disebutkan di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman,

وَوَصَّيْنَا اْلإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَاناً, حَمَلَتْهُ اُمُّهُ كُرْهًا

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah.” [QS.46:15]

Susah payah dalam masa mengandung itu merupakan fitrah alami, sesuatu yang Allah berikan pada setiap calon ibu dan tidak dapat dipungkiri lagi.

Jika rasa itu datang, bagaimanakah calon ibu ini harus bersikap ?

Pemikiran positif tentu saja sangat berpengaruh kepada diri dan jiwa si calon ibu, bagaimanakah membangun pemikiran positif tersebut?

Disini saya akan berbagi informasi dan nasehat yang semoga mencerahkan dan mengatasi kegalauan ibu hamil.

1.Tingkatkan iman dan tawakkal.

Ketika kita yakin bahwa kehamilan adalah sebuah rezeki yang patut disyukuri, maka Iman (keyakinan) kita kepada Allah akan bertambah, karena Allah telah mempercayakan kita untuk mengemban amanah ini (anak).

Setiap Allah mentakdirkan sesuatu, itu pasti baik bagi kita, Allah yang menciptakan janin di rahim kita, Ia pula yang akan menjaganya dan membuatnya tumbuh dengan tahapan yang sempurna.

Allah berfirman,

وَلَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ مِنْ سُللَةٍ مِّنْ طِيْنٍ ○ ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِىْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ ○ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ  عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنهُ خَلْقاً ءَاخَرَ, فَتَبَارَكَ الله ُاَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ○

"Sungguh Kami telah mencipta manusia dari sari pati tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik." [QS.23:12-14]

Subhaanallah! Proses yang sangat rumit untuk kita tetapi sangat mudah untuk Allah, Rabb semesta alam. Betapa banyak manusia di bumi ini, mereka semua telah melewati proses ini, hidup di dalam rahim Ibu mereka dan akhirnya dilahirkan ke dunia.

Yang perlu dilakukan oleh ibu hamil adalah banyak berdzikir dan bersyukur, juga berdo’a untuk kesehatan dirinya dan calon anaknya, tidak perlu khawatir yang berlebihan, karena disana ada Allah yang akan selalu menjaganya juga calon anaknya.

Mengapa harus takut ???

2.Banyak bersyukur.

Ketika merasakan mual-mual (morning sick) pada bulan-bulan pertama, janganlah merasa kesulitan, dan kecil hati, karena diluar sana bahkan ada yang menginginkan anak meskipun harus mual-mual sepanjang kehamilan (kiasan).

Kebanyakan ibu hamil juga merasakanya, jadi jangan banyak mengeluh, tutupi perasaan itu dengan banyak bersyukur, berarti dengan mual atau muntah tersebut  janin di dalam rahim tumbuh menjadi janin yang kuat (begitu menurut penilitian).

Ketika janin menendang-nendang, mungkin si calon ibu akan merasakan sedikit nyeri, selalu ingin buang air kecil, bahkan kaget karena tendangan yang tiba-tiba dan menimbulkan rasa sakit, janganlah sang ibu mengumpat, atau mengeluh berlebihan, karena itu adalah pertanda baik, bahwa janin anda  sangat lincah dan aktif serta tumbuh dengan sehat di dalam sana, maka dari itu, iringi semuanya dengan rasa syukur kepada Allah.

3.Kamu tidak sendiri.

Semua sakit atau letih yang anda rasakan, anda bukanlah orang pertama yang merasakanya. Setiap ibu di dunia ini pernah merasakanya, lihatlah di sekeliling anda, ibu anda...dulu saat mengandung anda-pun melewati masa-masa meletihkan seperti ini, maka janganlah berkecil hati dan merasa sendiri.

Saat masa persalinan sudah di depan mata, sangat wajar bila anda akan cemas  dan takut, apakah anda dapat melewati saat-saat itu? Akankah diri anda selamat dan bayi anda selamat?

Tenang saja, sudah banyak wanita yang mengalami proses itu dan tidak hanya sekali, bahkan ada yang belasan kali mengalami persalinan. Sekali lagi, Allah yang menciptakan janin di Rahim anda, Allah pula yang akan mengeluarkanya dengan selamat.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an,

ثُمَّ السَّبِيلَ يَسَّرَهُ

“Kemudian Dia memudahkan jalannya” (QS.80:20)

Ya! Allah telah mudahkan jalan keluar bayi dari rahim ibunya, jalan keluar yang hampir mustahil jika dipikir oleh akal manusia, tetapi Allah buat itu sangat mungkin dan mudah.

Jika Allah telah mudahkan, maka tidak ada yang sulit !

4.Kehamilan dan persalinan adalah proses duniawi yang akan dilewati dan ditinggalkan.

Kehamilan dan persalinan bukan satu-satunya hal ‘berat’ yang terjadi di dunia ini, menurut pengalaman pribadi, saya banyak mengalami masa ‘berat’ dalam hidup.

Dimulai dari Ujian Nasional, SD, SMP, dan SMA.

Bagi saya UN itu sesuatu yang sangat besar, penuh pengorbanan di dalamnya, penuh pengharapan total pada Allah, karena pilihanya hanya dua, LULUS dan TIDAK LULUS, siapa dapat menjamin siswa yang telah berlatih soal-soal, yang sudah belajar dengan sungguh-sungguh akan LULUS UN ?

Intinya, itu masa yang berat untuk saya. Tetapi apa ? sekarang sudah berlalu ! saya dapat melewatinya ! bahkan saya lupa ketegangan saat itu juga cemas dan perasaan lainya.

Anda begitu juga bukan ? Anda telah melewati UN dan anda LULUS! Anda BERHASIL!

Begitu juga pernikahan, itu sesuatu yang besar bagi saya, sebelum ini saya berfikir bahwa apakah saya ditakdirkan menikah di dunia ini, atau maut akan lebih dulu melamar saya ?

Perasaan itu wajar saja terbesit, karena manusia tidak punya ilmu mengenai hal Ghaib. Tetapi bukannya lalu bersuudzon kepada Allah, melainkan kita banyak berdo’a dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan wajib dan juga amalan sunnah.

Intinya, pernikahan itu kini telah terlewati, bayangan yang tak menentu disaat hari H pernikahan, apakah acara akan berlangsung dengan baik, apakah ini akan begini dan itu akan begitu ? telah terlewati dan berakhir!

Dan lain-lain.

Masalah pekerjaan, perkuliahan, menjadi pengurus sebuah acara resmi, dll. Semua itu bukan urusan sepele, itu menguras waktu dan pikiran kita. Tetapi kita dapat melewatinya bukan ?

Berarti, persalinan ini, yang seakan menjadi ‘mimpi buruk’ akan segera dilewati dengan berhasil. Dengan izin Allah..seperti hal-hal lain di masa yang lalu.

Sesulit apapun itu, Insya Allah akan ada akhirnya, paling tidak masa persalinan itu akan berlangsung beberapa jam, perjuangan dan rasa sakit yang akan dialami akan mampu dihadapi.

Maka, jangan rusak 9 bulan berharga ini dengan memikirkan/ cemas mengenai beberapa jam saat persalinan nanti.

5.Ingat Kisah Maryam ‘alaihassalam

Jika membuka Alqur’an surat Maryam, membacanya kembali, mentadaburi artinya, kita akan diingatkan pada peristiwa yang hebat.

Seorang Maryam yang Allah tiupkan ruh di rahimnya, menjadikanya hamil dengan izin Allah, meskipun tanpa seorang suami.

Bagaimana perasaanya ?

Dicela oleh masyarakat dan dituduhnya berzina, meskipun kesulitan saat mengandung, ia dapat menjalaninya dengan tawakkal dan berserah diri kepada Allah.

Saat proses persalinan tiba, ia hanya seorang diri di gurun pasir, bayangkan! Seorang diri tanpa bekal sedikitpun, padahal ia sedang dalam kondisi sangat membutuhkan tenaga, sampai Allah wahyukan kepadanya untuk menggoyangkan pohon kurma disampingnya, sehingga kurma itu jatuh dan dapat ia makan untuk menambah tenaga.

Meski begitu, ia dan bayi nya selamat dan sehat sempurna. Allah bersamanya! Allah yang membantunya meskipun tiada bidan atau dokter disampingnya.

Kisah ini akan sangat memompa energi positif dalam diri kita, ibu hamil yang selama 9 bulan secara emosional baik-baik saja, karena terjadi kehamilah setelah adanya pernikahan yang halal, –Alhamdulillah- tidak perlu memikirkan cemoohan orang lain dan tidak perlu menanggung malu atau ketakutan.

Ibu hamil yang dikelilingi oleh keluarga yang menyayanginya, didukung secara materi dan finansial, dimaklumi segala keinginanya (terlebih saat ngidam) oleh pasanganya, dapat tidur dengan tenang dikasur yang nyaman.

Saat persalinan nanti sudah terbayang akan ada yang mendampingi dari bidan/dokter dan juga beberapa anggota keluarga, mendukungnya secara spiritual, mensupportnya dengan segala cara.

Alhamdulillah, begitu besar nikmat yang Allah berikan pada kita, mengapa kita fokus kepada keletihan dan kesulitan, sedangkan diluar sana ada yang kondisinya lebih memprihatinkan dari kita, yang hidup di lingkungan kumuh, yang hidup di tengah keluarga yang kekurangan.

Kita perlu banyak bersyukur dan lebih optimis lagi bahwa semuanya akan baik-baik saja. Selama kita memiliki Allah.

6.Usaha.

Sebagaimana UN butuh usaha keras dalam belajar agar LULUS, acara pernikahan butuh kinerja dan manajemen yang baik agar sukses, mengurus acara resmi butuh persiapan matang, dan pengaturan yang jelas agar Berjaya.

Begitu pula persalinan ini, dibutuhkan banyak hal agar dapat dilalui dengan lancar.

Mungkinkan Lulus UN tanpa belajar ? Mungkinkah sebuah acara akan sukses tanpa ada persiapan matang?

Sudah sepatutnya kita berusaha disamping berdo’a kepada Allah, dan jika inign menghasilkan pemikiran positif maka diperlukan usaha agar positifisme itu muncul.

Lokasi, Pagar Villa Puncak-Bogor-Indonesia
Usaha yang dapat dilakukan ibu hamil:

1.Menjaga janin dari sisi makanan yang dikonsumsi calon ibu. Kini telah tersebar di internet makanan apa saja yang baik untuk janin dan apa saja yang tidak baik, ini pun bisa anda konsultasikan kepada bidan/dokter kandungan anda.

Jika anda sudah tahu itu tidak baik, maka harus anda jauhi meskipun itu sulit untuk anda.

2.Berjemur di pagi hari saat cahaya matahari memiliki banyak manfaat, itu baik untuk janin juga calon ibu. Maka untuk mendukung janin berkembang dengan baik, maka si calon ibu harus melawan rasa malas untuk keluar rumah, berjemur sekitar 30 menitan dibawah sinar matahari pagi.  (terlebih di Indonesia, sangat  tidak sulit mendapatkan sinar mentari pagi)

3. Mendengarkan nasehat bidan/dokter kandungan anda dan taati, karena ia lebih berpengalaman dan lebih berilmu mengenai kehamilan, yang baik untuk orang lain belum tentu baik untuk anda, begitupula sebaliknya, karena kondisi kehamilan orang berbeda dari satu ke yang lainya.

4.Banyak mengaji dan perdengarkan lantunan ayat suci alqur’an pada janin. Karena di usia kehamilan berapa minggu janin dapat mendengarkan dan bereaksi terhadap suara-suara.

Banyak yang mengusulkan dan menyarankan untuk memperdengarkan musik, menurut pribadi saya, itu karena ia belum mengenal al-qur’an, jika sudah maka al-qur’an aka lebih dianjurkan untuk diperdengarkan kepada janin.

5.Minum vitamin (dalam panduan dokter) untuk menyokong perkembangan otak dan tubuh janin.

6.Banyak bergerak saat mengandung, melakukan aktifitas seperti biasa (jauhi aktifitas berat) dan perbanyak jalan saat hamil tua (dalam anjuran dokter) untuk mempercepat pembukaan.

7.Senam hamil saat hamil besar dan aman (dalam anjuran dokter) untuk melenturkan otot-otot dan juga jalan lahir bayi.

8.Banyak mengkonsumsi kurma atau buah bit saat mendekati persalinan untuk menambah HB dalam darah dan menambah tenaga saat persalinan.

9.Saat proses persalinan berlangsung, dengarkan arahan dokter dan fokuskan pikiran pada keluarnya bayi dari rahim  anda, jangan berfikir apakah akan ada pendarahan? Apakah akan sulit melahirkan normal dan akan berakhir pada operasi cessar? Jika operasi berapa biaya yang akan dikeluarkan ? apakah bayi saya akan sehat sempurna ? apakah bayi dan saya akan tetap hidup sampai selesainya proses ini ?

Usir jauh-jauh semua pikiran negatif, bahkan pikiran apapun! Pusatkan pada keluarnya bayi dan yakinlah Allah bersama anda!

Dan seterusnya. Anda dapat membaca artikel kesehatan yang berkaitan dengan masalah ini dan  konsultasikan dengan dokter anda.

Insya Allah…setelah usaha yang anda lakukan, dan do’a yang anda panjatkan kepada Allah, anda akan melewati proses persalinan dengan tenang, penuh rasa positif dan optimis, dan bayi anda akan lahir dengan selamat, sehat sempurna. Dengan izin Allah.

Kemungkinan Lain ( Kenyataan Pahit)

Ketika sudah belajar dengan keras untuk UN, dan ditakdirkan TIDAK LULUS !

Ketika sudah mengatur acara dengan rapih, tetapi ditakdirkan TIDAK SUKSES !

Dan ketika sudah berusaha dan berdoa untuk persalinan yang lancar dan keluarnya bayi dengan sehat selamat, ternyata…...tidak seperti yang dibayangkan.

Ternyata si kecil kelilit tali pusar, dan mengakibatkan proses persalinan menjadi lama dan sulit atau mengharuskan operasi cessar, ternyata umur si kecil hanya 9 bulan (meninggal setelah dilahirkan), dan musibah lainya yang Allah uji terhadap si ibu dan keluarganya.

Bahkan si calon ibu dipanggil Allah di kamar persalinan, jika itu ternjadi insya Allah itu jihad dan Allah telah siapkan syurga untuknya.

Lalu…bagaimana seharusnya bersikap ?

Ingatlah firman Allah,

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” [QS.2: 216]

Kita sebagai manusia, memang membenci berita kematian, membenci penyakit, dan banyak hal lain, tetapi ketika Allah takdirkan itu untuk kita hadapi, maka boleh jadi itu adalah hal baik untuk kita.

Baik…agar kita selalu ingat kepada Allah, selalu dekat dan perbanyak ibadah kepada Allah sehingga kita menjadi dekat dengan syurga-Nya (baik untuk akhirat kita).

Dan banyak hikmah dibalik musibah yang Allah berikan kepada kita, buahnya dapat kita rasakan di dunia ini ataupun di Akhirat nanti.

Jangan sampai kufur nikmat karena ujian dunia semata (naudzubillah), tetaplah di atas Iman dan Islam.

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

 “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman” [QS.3:139]

Jika kamu beriman, maka tidak ada alasan untuk bersedih hati atas apapun, rahmat dan kasih sayang Allah  sangat luas, dan kebaikan yang Allah berikan masih sangat banyak.

Dan Allah tidak membebani seseorang itu, melainkan sesuai dengan kesanggupannya.(lihat QS.2: 286).

Sekian.

Salam ibu hamil! 😊💕