hanya menulis apa yang membuatku senang saat membacanya~

AHLAN

Selamat datang di blog ini.
Enjoy Reading !

Tampilkan postingan dengan label Tentang Korea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Korea. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Desember 2018

Yang Dikenang dari Orang Korea Gumi :)


warna oranye : Cham-Mate, warna biru : GS 25 * 20-10-17


Hi readers..

Assalamualaikum, uwahh....lama banget ga post di blog :( rasanya blog ini sudah banjir dengan air mata rindu pada penulisnya .hihi

Sebenarnya, banyak hal yang sudah aku tulis dari setahun yang lalu, masih mengendap dikarenakan penulisan ku yang masih butuh banyak editing, terlebih lagi tulisan Tentang Korea, aku saja sudah setengah tahun angkat kaki dari negeri gingseng itu, daripada tulisan ini semakin basi, lebih baik saya post dengan hasil yang pas-pasan.

Selamat membaca !


*****

Setiap komunitas, pasti ada orang baik dan orang 'belum' baik, di setiap kelas pasti ada anak penurut dan anak terlalu aktif, begitupula di Korea Selatan ini, kita tidak bisa men-generalisir, bahwa semua orang Korea itu judes dan tidak ramah.

Orang Indonesia terkenal ramah, mudah tersenyum dan menyapa orang yang berpapasan di jalan, walaupun kepada orang yang belum dikenal.

Sedangkan orang Korea, sangat cuek sehingga terkesan tidak ramah. Harusnya kita memulai adat yang sangat indah ini, mungkin pada awalnya akan terasa asing karena bisa jadi mereka tidak merespon saat anda menyapa, tetapi kebaikan sekecil apapun pasti tidak akan sia-sia.

Sebenarnya bukan hanya saya yang memikirkan ide ini, karena teman Thailand saya (teman kursus bahasa korea) yang selalu menyapa mahasiswa di kampus nya setiap naik lift bersama juga dalam segala keadaan, meskipun dengan sedikit usil, hehe.

Alhamdulillah selama tinggal disini, aku tidak menemukan masalah atau 'serangan' dari warga asli Korea mengenai penampilanku (bergamis dan berjilbab panjang), kalau hanya lirikan penuh tanda tanya atau merasa aneh itu sudah biasa, bahkan di Indonesia pun kerap kali mendapati reaksi seperti itu dari masyarakat yang belum terbiasa dengan cara berpakaian muslimah yang serba tertutup dan tidak mencolok.

Dari menginjakkan kaki di Korsel, di subway kota Seoul banyak sekali mata yang melihat kami, sebenarnya wajar saja karena kita kan muka orang asing disana, belum lagi dengan jilbab dan gamisnya, tetapi tidak ada yang sampai memaki atau berani main tangan, Alhamdulillah atas penjagaan-Mu ya Allah.

Padahal Seoul itu kota besar yang sangat beragam penduduknya, banyak pendatang dan tidak sedikit dari mereka yang mengenakan jilbab. Jadi mereka sedikit terbiasa dengan penampilan yang agak menarik perhatian ini, hanya saja beberapa orang tua masih aneh melihatnya.

Sesampainya di kota tempat kami menetap, Gumi. Kami tinggal dekat dengan kampus, di kampus itu banyak mahasiswi Indonesia juga Malaysia yang sebagianya ada yang berjilbab, jadi Alhamdulillah di lingkungan kami, ini bukan masalah besar.

Tetapi saat pergi ke pasar tradisional yang kebanyakan orang-orang tua, dan sebagianya mungkin belum sampai pada mereka apa itu islam, dll. Mereka sangat tidak terbiasa melihatnya, beberapa kali berpapasan dengan nenek-nenek yang berbisisk2 mengomentari penampilanku, tp tidak secara lsngsung dan aku yang tidak memahami bahasanya merasa enjoy dan keep going, anggap saja tidak ada yang terjadi, bagiku sebatas pandangan dan lirikan aneh itu bukan masalah.

Anyway, banyak orang korea asli yang kutemui, dan aku memiliki kesan yang baik pada mereka, diantaranya :

1. Tante Geumo-san. 

Kami bertemu tante ini saat kami pergi ke geumo-san, gunung di kota Gumi, pada musim gugur (2016) jadi banyak sekali yang menghabiskan weekendnya untuk mendaki gunung, hebatnya, banyak diantara mereka orang lanjut usia. Ada seorang wanita tengah baya menghampiri kami yang sedang berjalan (dan ikut jalan bareng) sambil bertanya tentang banyak hal, terlihat antusias dan aku merasa disambut, aku saat itu banyak diam karena dia bicara pake bahasa korea, suami aku yang menjawabnya.

Selama naik ke gunung pun, banyak yang menyapa “Anyonghaseo” atau aku yang memulai menyapa jika ada yang menatapku lama, ada juga yang sampai menawari jasa untuk mengambilkan foto kami berdua.

2. Immo (bibi ) & Samchoen (paman) Cham-Mate

Di samping apartemen kami ada 3 buah minimarket, yang terdekat adalah Cham-Mart (ejaan korea : Cham-Mate), lalu ada GS25, dan  C-U (si yu).

Yang menyediakan sayuran dan buah-buahan adalah cham-mate, toko terdekat dari gedung apartemen, buka 24 jam. Pemiliknya adalah pasangan ibu dan bapak yang sangat ramah, jaga dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam, diatas jam 10 malam hingga jam 8 pagi, ada yang bergantian kerja partime disitu, (pemuda).

Aku sering bolak-balik belanja di sana, dan selama ini mereka sangat baik sekali, pernah sesekali aku diberi jeruk sekantong plastik, dan  ibu itu beberapa kali pernah menggratiskan barang yang sudah lama, aku pernah beli ubi (tinggal 1 kantong) dan ibu itu bilang kalo ubinya dia gratiskan karena sudah tidak fresh lagi, (aku tidak mengerti arti perkatanya, tetapi aku dapat memahami  maksudnya) pernah juga, sawi putih kecil yang ujung nya sedikit rusak, itupun di gratiskan-nya.

Bapaknya, jika ada kembalian 50 won (sekitar 500 rupiah), ia tidak hanya memberikan koin tersebut, tetapi plus satu bungkus keju berisi 3 slice, diberikanya secara gratis, itu sudah 2 kali kejadian. Aku jadi mikir gini, mungkin karena tidak enak harus mengembalikan 50 won saja.

Saat musim dingin (2017), kami memiliki masalah saluran air yang membeku, saat itu aku akan membeli alat pompa WC , kebetulan si ibu yang sedang menjaga, alhasil aku sedikit curhat tentang mampet nya saluran air, lalu dia sarankan untuk membeli cairan pelarut es, khusus dipakai saat musim dingin, dan aku dilarang membeli pompa karena itu bukan solusi yang tepat, Alhamdulillah...malam itu juga kamigunakan cairan tsb, lalu esoknya masalah ini beres, "immo-nim, gomawoyoo......" (Bibi...terimakasih!!)

Saat baby kami sudah memasuki masa MP-ASI si ibu pernah memberikan pisang dan snack bayi untuk baby W.

Seumur mereka jika di Indonesia dipanggil, ibu & bapak, tetapi di Korea supaya lebih enak dipanggil bibi & paman.

3. Tante Sakura.

Saat musim semi-ku yang pertama (2017) aku jalan-jalan di kampus suami, untuk foto-foto bunga sakura, saat duduk di tepi lapangan bola ada tante-tante menghampiriku dan sedikit berbincang denganku, aku yang saat itu sudah lebih mengenali bahasa korea bisa tanya jawab ringan, sesekali dia cari translate nya di HP dan menunjukkan-nya padaku, sekitar kurang lebih 20 menitan kita ngobrol banyak, hingga tak terasa waktu maghrib hampir tiba, akhirnya kita pulang bareng dan berpisah di pertigaan.

Mungkin yang ada di benak aku, kenapa orang korea jarang ada yang ngajak ngobrol duluan, karena bahasa inggris mereka tidak terlalu lancar, dan untuk bicara dengan orang asing biasanya memakai bahasa inggris, jadi mereka lebih memilih diam, cari aman saja :)

Tetapi banyak juga yang tidak lancar bahasa inggris tetapi berani menyapa dan ngobrol dengan bahasa korea.

Karena alasan bahasa juga, aku tidak menyapa orang korea dan bicara banyak, karena bahasa korea ku terbatas,

Jika kita bandingkan di Indonesia juga, kalo ketemu bule –misalnya- pasti orang pribumi agak segan gimana kan mau ajak ngobrol, apalagi yang bahasa inggrisnya kurang lancar, jadi kurang percaya diri, belum lagi kita anggap orang-orang bule itu sombong seperti susah didekati..tetapi senang jika ada bule yang bertanya duluan, meminta bantuan kita.

Sama saja dengan disini.

3. Eonni (kakak perempuan) yang baik hati.

Selama mengandung baby W, saya disarankan rutin check-up ke klinik bersalin, jadwalnya teratur , sekali kunjungan di tiap bulan. 

Dia adalah teman satu lab kerja dengan suamiku, meski umurnya jauh diatas kami, kami tetap enak ngobrol sama dia,dia lebih suka dipanggil dengan namanya daripada dengan embel-embel eonni, setiap kali konsul dia mengantar kami dengan mobilnya dan menyetirnya sendiri, membantu menerjemahkan apa yang dokter kandungan ucapkan, setia menemani ku sampai baby W lahir, dan membantu saat terakhir keluar dari menginap di klinik, memberikan hadiah untuk baby W, kami sangat bersyukur kenal dengan orang baik seperti dia...terharu !!

Tidak habis pikir dengan kebaikan hatinya, tidak merasa terbebani sedikitpun, kami berdua berharap semoga dia diberikan cahaya dalam hidupnya yang menjadikan kehidupannya lebih baik lagi.


***

Allah lah yang mempertemukanku dengan orang baik seperti mereka, salah satu yang membuatku betah tinggal di Gumi, i'm feelin blessed :')


Selasa, 18 September 2018

Buah Lokal Korea Selatan (Must Try!)



Salah satu makanan yang HALAL 10000% di Korea adalah BUAH!


Meski tak selengkap Indonesia dalam variasi buah-buahan nya, banyak juga loh buah-buahan yang dapat kamu temukan di Korea.

Diataranya : strawberry, jeruk, melon, semangka, pisang, pir, apel, kiwi, blueberry, dll.

Strawberry ada di musim dingin, bentuknya besar dan manis, dijual di mall, juga di pasar tradisional, kalau Semangka, ada di musim panas, harga nya cukup mahal jika dibandingkan dengan harga di Indonesia, satu buah semangka ukuran sedang bisa mencapai 12.000 won atau 120.000 rupiah. 

Diantara buah impor yang selalu tersedia disini adalah, apel, pir, pisang, anggur, blueberry dan lain-lain.

Sedangkan buah tropis, seperti pisang, pepaya, buah naga, manggis, mangga, kamu hanya dapat menemukannya dii mall besar, tetapi jangan terlalu berharap rasanya nikmat seperti di Tanah Air,  disamping harganya yang cukup mahal, buah-buahan yang sebagian besar diimport dari Philipina & Vietnam ini memiliki rasa yang ‘biasa saja’.

Berbeda dengan buah lokal korea selatan yang memiliki kualitas lebih baik dan rasa yang lebih nikmat.

Jika di Indonesia ada salak, rambutan, dan sawo … maka di Korsel ada mereka nihh…..

1.Kumquat 금귤 (gemgyul)

google

Pertama lihat buah ini saat akhir musim dingin 2018, di pasar tradisional , kita memutuskan untuk coba membeli, satu keranjang kecil dengan harga 3000 won (kurleb 30.000 rupiah).

Saya kira cara makan nya sama dengan jeruk pada umumnya, dikupas kulitnya, tetapi setelah lihat video orang korea mukbang kumquat ini, ternyata dimakan langsung dengan kulitnya.

Buah ini banyak dibuat selai, infused water, bolu, pudding, dan makanan olahan lainnya.
Rasanya ada yang asam  & manis .

Impression : biasa saja.

2. Plum 자두 (jadu)

google

Buah ini banyak variasi bentuk dan warna nya, saya hanya pernah mencoba plum merah.

Kulitnya merah tua/maroon keunguan. Teksturnya seperti mangga kweni yang berserat.

Rasanya segar cenderung asam. Buah ini bisa kamu dapatkan di mall-mall di Indonesia.

Impression : biasa saja.

3.Peach 복숭아 (boksung-a)

  

Buah ini juga banyak macamnya, ada peach putih, oranye, pink dll, ada di musim panas-gugur.

Pertama datang ke Korea, berkunjung ke rumah teman, disuguhi buah ini, bentuknya besar seperti apel, teksturnya keras dan bijinya sangat kecil, kulitnya berbulu halus.

Peach oranye ini saya tidak begitu suka.

Tetapi saat musim panas 2017 sebulan setelah anak kami lahir, buah peach yang berwarna pink lagi murah-murahnya, dua dus hanya 11000 won (kurleb 110.000 rupiah).

Peach ini menjadi buah tervavorit saya dan suami saat itu~ 

Bulu halus di permukaan kulit tidak terasa karena rasannya yang nikmat, daging buahnya tidak terlalu keras/lembek.

Segar cenderung manis, sangat membuat ketagihan.

Impression : sangat suka.

4.Perssimmon 감 (kam)

 
google

Kesemek, itulah nama buah ini di Indonesia.

Buah ini ada di musim gugur-dingin, pohonnya banyak di pinggir jalan, di tempat terbuka.

Ada versi matang & setengah matang.

Yang matang lembut seperti tomat dan rasanya sangat manis, adapun yang setengah matang teksturnya sedikit keras, seperti buah mangga muda dan rasanya tidak terlalu manis.

Pertama saya mencoba buah ini, saat pergi ke masjid Gumi pertama kali, di musim gugur 2016.
Selama di Indonesia saya juwaaarraaang sekali makan buah ini, itulah mengapa pada awalnya saya tidak menyadari bahwa ini adalah kesemek, karena lupa bentuk dan rasa nya.

Impression : suka.
5. Melon Korea 참외 (chamwe)

google

Buah ini seperti perpaduan antara melon dan timun suri, kulitnya licin dan tipis, daging buahnya lebih keras dari melon hijau, berair dan wangi~

Bisa dimakan langsung dengan kulitnya, dicampur dalam es sirup tak kalah nikmat.

Saat musim panas, kamu dapat membelinya dengan harga relatif murah,pernah suatu saat kita beli 6 buah dengan harga 5000 won saja (kurleb 50.000 rupiah).

Buah ini sepertinya bisa kamu dapatkan di mall-mall di Indonesia.
Impression : biasa saja, tetapi suami saya sangat suka.

****

Bukan hanya kimchi atau kimbab, 5 buah di atas harus kamu coba saat berkunjug ke Korea Selatan.

Mungkin masih banyak buah lokal Korea Selatan yanng tidak saya sebutkan di atas, tentu saja itu dikarenakan keterbatasan ilmu dan pengalaman saya.

See u next time.....!!



Sabtu, 17 Juni 2017

I Love Summer


Sebagai pendatang dari negara yang memiliki dua musim, musim kemarau dan hujan. Keberadaan empat musim di Korea ini selalu menarik perhatianku.


Perubahan musim ke musim menjadi sorotanku, bisa dibilang agak ‘norak’ yaa, tetapi niatnya memang untuk mentadaburi ciptaan Allah ko 😇


Yang pasti aku senang menuliskan tentang musim-musim ini, khususnya musim 'baru' seperti gugur, dingin, dan semi. 

Sekarang, sudah masuk bulan Juni, yang artinya musim panas sudah lama bertamu. Pada awalnya, musim panas bukan hal menarik yang ingin aku tuliskan, karena di Indonesia pun ada musim panas, dan seakan musim panas itu tidak memiliki simbol khusus seperti musim lainya, seperti bunga adalah simbol musim semi, daun untuk musim gugur dan salju untuk musim dingin.

Musim panas mungkin bersimbolkan pantai dan semangka, tetapi itu tidak begitu unik menurutku.

Dan juga karena kedatangan musim panas ini tidak di sambut hangat oleh orang-orang (terutama pada puncaknya) karena mentari yang bersinar terang, udara yang gerah, dan tingkat kelembapan yang tinggi.

Di bulan Juni ini masih kita dapati angin yang sepoi-sepoi meskipun panas terik. Dan -katanya- bulan Juli nanti adalah puncak musim panas yang dimana kita tidak akan menemukan angin. Hanya gerah, sumuk, panas dan ongkep

Itulah yang menjadi penyebab malasnya orang untuk bepergian, bahkan untuk keluar rumah sekalipun. Memang lebih nyaman bersantai dalam rumah dibawah kesejukan AC.

Bagiku yang suka 'kehangatan' (cuaca yang hangat) sampai detik ini aku tidak mengeluhkan panasnya hari. Bahkan aku sangat menikmati pancaran mentari, terlebih di waktu pagi.

Tetapi belum tau nih saat Juli nanti, apakah ada rasa ‘tidak betah’ dengan kedatangan musim ini ?

Seperti yang aku bilang diawal bahwa musim ini tidak begitu spesial di mataku, pada mulanya.

Tetapi setelah melewati musim gugur, dingin dan semi. Keberadaan musim ini begitu aku syukuri, seakan musim ini simbol kebangkitan dan kehidupan 😄

Berikut ini ulasanya.

Saat musim dingin, perbukitan menjadi botak dan kering, pepohonan ditinggalkan daunya saat musim gugur, kolam kecil membeku kedinginan, tanaman layu.

Tetapi saat musim panas datang, bukit-bukit kembali lebat dan hijau, pepohonan berasa hidup kembali dengan dedaunanya yang hijau segar, kolam kecil yang tadinya membeku kini hidup kembali dengan teratai hijau diatasnya, juga air mancur yang menghiasinya.




Jalan-jalan pagi yang tadinya tidak begitu menarik karena faktor dingin dan angin, kini menjadi menyenangkan bertemankan cahaya hangat mentari.

Para petani pun mulai bercocok tanam, di sepanjang jalan kita akan temui ladang-ladang mereka yang mulai tumbuh diatasnya berbagai macam sayuran.




Bunga bunga liar pun mulai berebut launching dengan warna warninya yang indah setelah yang tadinya kering kecokelatan seakan tidak ada harapan hidup kembali.


Para ibu rumah tangga (juga masyarakat pada umumnya), diuntungkan dengan cepat keringnya pakaian mereka yang dijemur, sehatnya apartemen yang dikunjungi cahaya matahari lewat jendela-jendela.

Kembali normalnya tekstur makanan, selai, mentega, dll.

Yaa, kita semua tahu bahwa sesuatu menjadi sangat berharga ketika kita sempat kehilanganya.

Kini musim panas sangat berarti di mataku.

Allah ciptakan matahari memang menjadi sumber kehidupan.

Segala sesuatunya hidup tanpa terkecuali.

Saat musim dingin, burung-burung lebih memilih menghangatkan diri di sarang mereka, pagi hari yang sepi.. tetapi kini suara kicauan burung terdengar dari segala sudut kota, sangat indaaah.

I LOVE SUMMER  💗

“Ya Rabb Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran: 191)



Kamis, 01 Juni 2017

Muslim di Korea Selatan


Menjadi muslim di Indonesia (negeri mayoritas muslim) merupakan nikmat yang sangat besar, bagaimana tidak ? 

Setiap 5 kali sehari mendengarkan seruan adzan yang dikumandangkan dari banyak masjid, tentu saja panggilan itu akan meresap dalam hati, menambah kekuatan iman dalam jiwa, dan mendapatkan kesempatan untuk membalas adzan dan berdo'a di antara adzan - iqomah.

Makanan halal dari versi restoran, sampai jajanan di pinggir jalan tersebar dimana-mana, dapat menikmatinya tanpa masuk ke lubang syubhat.

Masjid-masjid menjamur, sebagai seorang lelaki dapat meraih keutamaan dengan bolak balik masjid dengan berjalan kaki, dengan mudahnya.

Lingkungan yang mungkin belum 100% islami, tetapi banyak ditemukan wanita berpakaian rapih, menutup aurat dengan rapat, itu pun mendukung kualitas iman khususnya bagi lelaki.





KOREA SELATAN

“Hampir sebagian besar rakyat Korea Selatan memilih tidak beragama atau atheisme. Buddha adalah agama yang mempunyai penganut terbesar di Korea Selatan dengan 10.7 juta penduduk. Agama lainnya yang terbesar adalah Kristen Protestan dan Katolik Roma. Gereja Kristen terbesar di Korea Selatan, Yoido Full Gospel Church berlokasi di Seoul. Diperkirakan kurang dari 35.000 warga Korea yang beragama Islam, dengan 100.000 orang pekerja yang berasal dari negara Muslim, yaitu Bangladesh, Indonesia, dan Pakistan.” Sumber : wikipedia 

Karena jumlah muslimnya yang minim, fasilitas muslim pun belum tersebar keseluruh penjuru (semua butuh proses), terbukti dengan belum terdapat hal-hal yang ada di Indonesia.

Menjadi muslim di negeri atheis bukan hal yang mudah, karena kita harus benar-benar menjaga kualitas iman agar tidak merosot, menghidupkan nuansa rumah yang islami, bertahan dengan pakaian islami dan cara bergaul yang islami (khususnya dengan lawan jenis).

Sebenarnya itu pun harus dilakukan di negara muslim, bahkan dimanapun seorang muslim menginjakkan kakinya, tetapi usaha di negeri kafir jelaslah lebih 'berat'.

MASJID 💗

Alhamdulillah di beberapa kota, terdapat masjid besar dan dimakmurkan oleh muslim (korea maupun pendatang).

Beberapa masjid di Korea Selatan :
Masjid Central di Seoul,
Al-Falah di Seoul,
Al-Mujahidin di Inchoen,
AL-Hikmah di Daegu,
Baburrahmah di Ulsan,
Al-Fattah di Busan,
Al-Hidayah di Gimhae.


Di restoran halal pun biasanya menyiapkan tempat sholat, dan jika terdesak, sedang berada di tempat yang jauh dari mushola, kita bisa cari pojok café yang sepi (aman dari mata pelanggan) dan gelar sajadah disana, wudhu bisa dilsayakan di wastafel toilet cafe.

Di kota Gumi sendiri ada Masjid yang dimakmurkan oleh TKI Indonesia, bernama Al-Huda. Sebelumnya masjid bertempat di salah satu lantai apartement, tapi kini masjidnya sudah memiliki bangunan sendiri, 6 lantai , dari dasar (bawah tanah) sampai tingkat atas. Alhamdulillah.




Foto diambil dari Facebook Al-Huda, Gumi

Di masjid inilah tempat berkumpulnya muslim/muslimah Gumi.

Berbagai acara pernah diadakan disini, peresmian masjid, pernikahan, persiapan bazar (masak-masak),dll.

Jika ada acara tabligh akbar entah itu di dalam kota atau di luar kota, maka masjid pun memberikan fasilitas berupa transportasi untuk para jamaah yang ingin hadir menuntut ilmu.

Pada bulan Ramadhan (seperti sekarang ini) ada acara buka bersama di masjid, siapapun boleh ikut bergabung. Dilanjutkan taraweh berjamaah.

Pada hari jum’at, diadakan sholat jum’at berjamaah, dan setelah sholat selalu dibagikan snack, berupa gorengan, kacang-kacangan atau buah.

Di masjid ini pula ada kursus bahasa korea yang dibina oleh muallaf korea, Ustadz Zubair Lee.

Juga ada pembelajaran iqra/mengaji untuk anak-anak korea muslim.

Saya sendiri jarang ke masjid karena jaraknya tidak begitu dekat dari rumah (ditempuh dengan bus kurang lebih 20 menit), hanya jika ada acara tertentu dan kebetulan cocok dengan jadwal suami, maka saya pergi untuk bertemu teman-teman muslimah yang bisa hadir juga, tetapi mahasiswa-mahasiswa muslim  di kampus KIT (Indonesia,Uzbek, Pakistan, dll) setiap jum’at merutinkan sholat disana.

Selain hari jum’at mereka sholat di mushola yang disediakan di dalam kawasan kampus. Mushola ini didirikan oleh bagian internasional kampus, melihat kebutuhan mahasiswa/mahasiswi kampus terhadap tempat sholat.

MAKANAN 🍕

Karena Korea Selatan negara atheis, bukan ahlul kitab maka sembelihanya tidaklah halal untuk muslim.

Tetapi, karena daging lokal korea terbilang mahal (apalagi daging sapi nya), maka banyak impor dari Brazil ataupun Australia.

Untuk konsumsi sehari-hari (di rumah), kita dapat memesan daging halal lewat toko online, dan jika sangat terpaksa makan di luar rumah, kita dapat memilih menu seafood ataupun vegetarian (sup), dan di restoran selalu diberi keterangan dari mana daging yang mereka olah, jika ada penjelasan bahwa sapi di resto tersebut adalah impor dari negara ahlul kitab maka kita dapat membelinya.

Beberapa muslim disini ada yang tidak keberatan mengkonsumsi daging lokal (selama itu bukan babi) dengan alasan sulitnya mencari yang halal, juga konsumsi makanan ringan yang mengandung shortening hewani, lemak hewani, dll. Karena kondisi yang memaksa ataupun karena alasan yang lain.

Iman seorang muslim pun akan diuji lebih pada minuman keras, karena negara ini melegalkan alkohol, arak khas korea seperti soju/mekju. Minum-minum sudah menjadi tradisi dan adat masyarakat lokal, oleh karena itu harus sangat tegas menolak ketika diajak minum oleh senior atau atasan.


Semoga Allah selalu menjaga hamba-Nya yang muslim dari fitnah apapun. (Aamiin)


Bogor, Indonesia


Sebagai informasi tambahan, di Korea ada 4 kategori restoran yang bisa dikategorikan sebagai restoran yang muslim friendly, yaitu : (sumber: Facebook GAT for Muslim in Korea)

1. Halal Certified : Restaurants Certified by the Korea Muslim Federation (KMF). 

Artinya restoran yang sudah mendapat logo halal dari KMF maka sudah pasti restoran tersebut halal dan aman untuk muslim.

2. Self Certified : Restaurants run or have food cooked by Muslims and self-certified restaurants as Halal Restaurants. 

Artinya restoran tersebut dioperasikan/dijalankan oleh muslim dimana yang memasaknya pun muslim.

3. Muslim Friendly : Restaurants that can sell alcohol and provide only some or all Halal menu. 

Artinya restoran yang bisa menjual alkohol tetapi juga menjual makanan-makanan yang halal.

4. Pork Free : Contains meat but no pork. Thease are restaurants that do not offer a Halal Menu but do not use pork. 

Artinya restoran yang menjual daging-dagingan tetapi tidak menjual daging babi.

Untuk yang nomer 3 & 4, kita bisa teliti lagi dari mana daging sapi/ayam yang di olah, apakah lokal atau impor dari Brazil / Australia.

PAKAIAN 🎽


Disini (sekitar tempat tinggal saya), meskipun jumlahnya tidak banyak, saya dapat menemukan muslimah berhijab, mereka adalah mahasiswi Indonesia atau Malaysia.

Tetapi di luar wilayah kampus hampir tidak pernah menemukan wanita berhijab, kecuali di distrik shopping atau di subway  di Ibu kota, Seoul (itupun biasanya turis atau pendatang).

Rasanya bahagia kalau melihat yang berhijab, berasa menemukan saudara di tengah bumi rantau.

Ketika belanja di salah satu supermarket, saya pernah dikira orang Malaysia, ketika menjawab kami dari Indonesia, dia bingung oh ternyata Indonesia juga berhijab ya, bukan hanya Malaysia. Lalu kami jelaskan singkat bahwa yang berhijab itu muslimah, bisa Malaysia, Indonesia, dan negeri lainya.

Bogor, Indonesia
Selama 10 bulan tinggal di sini, Alhamdulillah tidak pernah menemukan gangguan dalam masalah pakaian, padahal saya memakai gamis dan kerudung. -Semoga selalu begitu-.

Bahkan ada beberapa muslimah yang memakai cadar(penutup muka), dan ketika saya tanya apa reaksi masyarakat lokal, mereka pun cerita bahwa mereka tidak menemukan masalah yang serius. Alhamdulillah.

Saya bisa berjalan-jalan dimanapun, kapanpun, dengan percaya diri, orang korea tidak begitu mempermasalahkan ‘perbedaanya’, meski begitu tetap saja sering dilirik, ya bisa banyak alasan sih, mungkin karena saya berwajah asing, juga karena pakaian yang tidak biasa, tetapi sebatas itu, di Indonesia pun saat memasuki wilayah yang tidak terbiasa dengan pakaian syar’i pun akan menemukan reaksi yang sama kan ?

Apalagi di daerah pelosok (jarang melihat orang asing), wilayah pasar, mereka akan melihat dengan mimik keheranan, jelas bahwa ‘ini aneh’, terlebih ibu-ibu dan nenek-nenek.

Tetapi itu tidak seberapa dibandingkan kenyamanan yang timbul dari kecuekan mereka kepada saya.

Diantara alasan mereka tidak mencela muslimah berhijab atau  mengganggu secara fisik (dari cerita orang dan pendapat sendiri) :

1.Kebanyakan orang korea tidak memiliki agama, jadi mereka sedikit buta tentang islam, so mereka tidak mengetahui  isu-isu miring yang beredar tentang islam, jadi mereka tidak parno/takut (islamphobia).

Biasanya yang menganggap islam  musuh adalah ‘agama’ diluar islam, karena mereka diberikan informasi miring tentang dunia islam. Meski begitu banyak juga kristiani (contohnya) yang sudah terbiasa dengan pemandangan ‘hijab’ dan tidak begitu mempermasalahkan.

2.Free style, sebagaimana mereka bebas memakai busana apapun, mungkin mereka juga berfikir seperti itu terhadap orang lain, khususnya orang asing.

3.Tingkat rasa cuek mereka yang tinggi. Kadang rasa peduli bisa jadi merugikan jika itu berlebihan (ngurusin hidup dan gerak gerik orang lewat yang tidak dikenal).

4.Dan banyak lagi.



        Semoga Allah memberi taufik kepada muslimin di Korea Selatan untuk menebar kebaikan dan berdakwah  di jalan Allah, mengenalkan indahnya islam lewat senyuman dan akhlak mulia, menjaga kemuliaan islam dan menjunjung tinggi syariat-Nya. (Aamiin)

 -sekian-

Minggu, 28 Mei 2017

Halal Korea





Apa itu halal korea ?

Adalah aplikasi untuk muslim yang ingin berkunjung ke Korea Selatan atau tinggal di sana, berisi berbagai fitur, diantaranya:

 

1.    Al-Qur’an, teks bahasa bersama cara pelafalan dengan teks latin, beserta arti dalam bahasa   inggris, juga ada suara.




2.    Waktu sholat, beserta peta mushola/masjid di Korea Selatan.

 

Banyak masjid di kota besar : Seoul, Daegu, Busan, Gwangju, Jeonju dll

3.    Kompas menentukan arah kiblat

4.    Travel, beserta informasi dan alamat tempat wisata alam juga tempat shopping, dan festival 4 musim, tempat bersejarah, juga informasi klinik dan rumah sakit dll

5.    Restoran, no babi, bersertifikat halal dan juga resep-resep masakan korea beserta gambar.

 


6.    Scan barcode untuk mengetahui status sebuah makanan atau minuman dari komposisinya.

Kita bisa setting (atur) hal yang ingin kita jauhi seperti : Alkohol, Babi, Hewani, Pabrik nya produksi barang mengandung babi --> maka yang akan keluar saat di scan adalah warna merah.

Dan hal yang aman, akan keluar warna hijau.


 

Belum sempat screen shoot lebih banyak, aplikasinya (scan barcode) sudah keburu hang, crash, dan sampai sekarang belum dapat dipakai. 

Harapanku semoga cepat diperbaiki dan di update lagi 😍

Scan Barcode

Bagian ini yang paling penting (karena untuk jadwal sholat ada aplikasi lain) dan yang sering aku gunakan, ini sangat memudahkan muslim dalam mengkonsumsi makanan atau minuman, kita dapat yakin dan merasa aman.

Meskipun begitu, tidak SEMUA barang yang ada di SETIAP supermarket dapat terdeteksi dengan ini, banyak juga yang belum terdaftar sehingga harus mengecek secara manual dengan membaca komposisinya, dengan bahasa korea!

Tetapi jangan bingung, karena kita akan tahu bahan apa yang halal, yang haram dan yang syubhat, teman-teman bisa cek disini.

Jujur saja aku masih pusing kalo ngecek satu-satu dari komposisinya, jadi yang belum terdaftar maka aku jauhi dan tidak membelinya.

Aku sangat merasa diuntungkan dengan adanya aplikasi ini (Alhamdulillah), karena banyak status barang yang jauh berbeda dari apa yang kita bayangkan, terlihat ‘aman’ ternyata mengandung alkohol, terlihat ‘bersih’ tetapi mengandung babi.

Dan itu sangat berbahaya kan, sekarang dengan adanya aplikasi ini, kita tidak bisa sembarangan makan dan minum hanya dengan mengandalkan ‘kira-kira’.

Belanja juga jadi lebih cepat (karena jika membaca komposisi akan lebih memakan waktu), dan lebih menyenangkan. 

Ternyata banyak juga yang bisa dikonsumsi di Korsel 😀😇

Contoh 'hasil buruan' yang aman dikonsumsi


Untuk info lebih lengkapnya bisa intip Facebook HalalKorea
.


Rabu, 19 April 2017

Spring VS Fall


Maret 2017.

Saatnya say goodbye untuk musim dingin.

Musim semi telah datang, ia mulai memasuki korsel dari bagian selatan.
Di beberapa tempat di selatan sudah banyak bunga-bunga bermekaran, bunga mulai mekar pada pertengahan Maret.

Welcome Spring 🌼

Saat musim gugur aku sempat mengambil gambar (foto) di sekitar kampus suami, dan kemarin, saat bunga sakura masih bermekaran aku hunting foto di sekitar kampus juga.

Aku sengaja memilih waktu weekend saat kampus agak sepi (supaya bisa bebas dan objek nya bisa diambil hanya pemandangan saja), ternyata eh ternyata kampusnya rame.

Banyak mahasiswa-mahasiswi yang lalu lalang (anak asrama), olahraga di lapangan, dll. jadi sesi foto memoto tidak begitu leluasa. tetapi syukurlah banyak juga yang sudah didapatkan 💗

Disini, aku ingin berbicara tentang perbedaan musim semi dan gugur (jelas beda laah).tapi gapapa kan di detailkan lagi, (perbedaan ini  versi diriku sendiri) ✌

Yuk lihat bersama dan nikmati perbedaanya 😄

1.
🌸Musim semi, terlihat banyak mahkota bunga (sakura) yang menutupi trotoar, sebagian aspal jalan. (aku sukaaa banget sama warna lembut mahkota yang berpadu degan kelabunya warna aspal).
🍂Musim gugur, yang banyak terlihat adalah dedaunan kering yang telah berguguran.





2. 
🌸Musim semi, bunga bunga cantik yang menempel pada ranting pohon.
🍂Musim gugur, dedaunan yang memerah yang menghiasinya.




gambar kedua: diambil saat akhir musim panas belum masuk musm gugur 😁

3. 
🌸Musim semi, banyak orang pakai masker muka. karena saat itu rawan terkena alergi serbuk bunga yang mengakibatkan batuk dan sakit mata. (untuk informasi tambahan bisa baca di sini.)
🍂Musim gugur, aku rasa tidak ada kasus khusus, mungkin yang alergi dingin sudah mulai terasa.




beda spot. gambar kedua: diambil saat akhir musim panas belum masuk musim gugur 😁

4.
🌸Musim semi, karena cuaca sudah mulai hangat, udara cerah dan tidak berkabut.
🍂Musim gugur, cuaca bertambah dingin dan berkabut.






5. 
🌸Musim semi, bunga bermekaran, keindahanya terkesan memberi semangat positif dan keceriaan,
🍂Musim gugur, daun mengering dan berguguran, keindahanya memberi kesan sendu dan misterius (wkwk).  

gambar kedua: diambil saat akhir musim panas belum masuk musim gugur 😁

6.
🌸Musim semi, seakan berkata : Welcome Summer
🍂Musim gugur, sambil menggigil berkata: Welcome Winter



-sekian- 




Kamis, 02 Maret 2017

Bittersweeet winter


Maha suci Allah yang telah menciptakan berbagai musim. Musim panas, gugur, dingin dan semi, begitulah Allah menciptakan 4 musim secara berurutan dimana musim semi dan gugur adalah musim penstabil suhu, diciptakan diantara musim yang extreme (panas dan dingin).

Pertama diriku menginjakkan kaki di negeri gingseng ini, pertengahan agustus tahun 2016 kemarin, disaat musim panas  telah sampai pada ujungnya, beberapa minggu setelah itu datanglah musim gugur dengan gerakanya yang sangat halus. 

09/09/16 saat semuanya masih hijau dan segar



Aku begitu menikmati musim gugur meski bagiku awal musim ini sudah termasuk dingin, karena angin pembuka musim ini sangat sejuk.

15/10/16 crayon musim gugur mulai merubah warna pepohonan



dedaunan yang akhirya memilih untuk jatuh

Saat itulah aku mulai mengkhawatirkan musim dingin, akankah aku bertahan ?

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah yang menjadikan musim dingin tahun ini tidak terlalu extreme, bisa dibilang tahun kemarin sangat extreme, bahkan di kota yang kami tinggali, berkali-kali turun salju.

04/12/16
Aku sangat lega karena masih dapat bertahan meskipun tidak melihat salju (karena dalam benakku sudah terbayang serunya main salju dan indahnya pemandangan serba putih itu).

Sebenarnya musim dingin tidak begitu mengancamku, karena aku bukan pengendara mobil, bukan pula yang setiap hari harus keluar apartemen menuju kampus ataupun kantor dengan menghadapi dinginya cuaca serta angin yang menusuk tulang.

Tetapi tetap saja musim ini agak ‘unik’, karena musim ini menyebabkan berbagai tragedi kecil pada diriku, antara lain:

1.    Bahan makanan yang mengeras meski ditaro di luar kulkas. 

Salah satunya Nuttela,, pada mula membeli nutella teksturnya sangat lunak dan mudah dioleskan diatas roti, lama kelamaan ia mengeras dan aku sangat kesulitan dan jatohnya males konsumsi nutella lagi hahaa.

Begitu juga susu kental manis, harus di deketin ke kompor yang menyala dulu baru bisa mudah diteteskan, juga margarin, sambal jadi, dll.

2.    Ketergantungan pada pemanas.

Hidup di Korsel sebagai perantau dan mashasiswa (suami) sangat berat untuk menghidupkan pemanas ‘gas’ di dalam ruangan dikarenakan biaya yang sangat mahal, maka dari itu kita membeli pemanas ruangan seperti tungku, juga selimut panas yang diletakkan diatas kasur, sebenarnya ini lebih hemat karena memakai daya listrik, bukan gas, tetapi karena digunakan secara terus menerus lumayan juga tagihanya 😋 apalagi buat aku yang gabisa dingin. 

3.    Kulit jadi kering.

Ini bisa diatasi dengan memakai pelembab wajah atau masker madu, dan minyak zaitun, juga lotion tubuh untuk menjaga kelembaban kulit agar tidak kering berlebihan.

4.    Buah-buahan dan sayuran mahal.

Ini sudah jelas kecuali buah musim dingin (salah satunya stroberi) itupun pada mulanya mahal, lalu lama-lama jadi murah. hehe

5.    Jemuran sulit kering. 

Jelas dong, kan saat menjemur pakaian kita sangat bergantung kepada panas matahari. Di musim dingin meski matahari besinar tetap saja presentase panasnya sangat kecil, terlebih lagi jika jemuran diletakkan di dalam apartemen dan hanya berharap pada cahaya yang menembus ke jendela kaca, sudah bisa dibayangkan kan, apa jadinya cucian yang terus menumpuk dan tidak juga kering. 

Jadi kita memutuskan untuk beli jemuran besi dan ditaro di lantai paling atas gedung dengan pintu (dibuka) menuju atap , tadinya mau ditaro di rooftops/atap, tetapi karena khawatir hujan, asap dll, akhirnya ditaro di tempat yang kena angin dan cahaya tetapi ‘aman’. Problem is Solved, Alhamdulillah…

6.    Wudhu yang menggigit tulang.

Meskipun sudah memakai air hangat, tetap saja badan ini menggigil setiap habis wudhu. Cukuplah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai penghibur dan penguat:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ
   “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian”
[HR. at-Tirmidzi no. 2396 dan Ibnu Mâjah no. 4031 (Ash-Shahîhah no. 146)]

Ya! Besarnya pahala tergantung pada usaha yang dikorbankan. Jadi semoga saja semua usaha kita untuk menyempurnakan ibadah dihapadan Allah tidak sia-sia, bahkan dilipat gandakan karena kesulitan dan berbagai ujian yang kita hadapi saat melaksanakanya.

Namun, semua 'kesulitan' di atas bukan apa-apa dibandingkan kemudahan yang aku dapatkan. Harus banyak-banyak bersyukur….

Karena musim dingin yang tadinya menghantui ku dan membuatku sedikit kepikiran (stress) ternyata tidak seburuk itu, bahkan beberapa orang terkena penyakit musim dingin, seperti bibir pecah-pecah akut, tulang sakit dan susah berjalan, kulit gatal dan luka sampai ‘korengan’ serta masih banyak lagi.

Alhamdulillah aku masih dijaga Allah dari segala penyakit itu dan kesulitan lainya, dan semoga kita selalu dijaga oleh-Nya pada setiap musim dan waktu. Aaamiin 💙
 
04/12/16 pohon yang bertahan meski ditinggalkan oleh daun sambil berharap ia datang kembali

Segala sesuatu memang harus ada pembiasaan, pada awalnya aku belum terbiasa di suhu dingin, bahkan sampai minus (yang menggigit), aku pernah coba mematikan penghangat dan memakai berlapis-lapis jaket dan sweater, tetapi tidak dapat bertahan lama, kondisi tubuh makin tidak karuan, akhirnya meski memakai baju berlapis, pemanas juga nyala. Apalagi saat keluar rumah, ditambah jaket tebal yang menjadikanku seperti boneka salju (bulat) 😋

Tetapi dari pertengahan Februari aku sudah merasakan perbedaan suhu, aku bisa keluar rumah hanya dengan memakai jaket tebal, tanpa lapis-lapis (seperti kue lapis..yummy), juga di dalam rumah sudah tidak ketergantungan pada lapisan sweater dan jaket…satu demi satu terlepas secara bertahap dan akan kembali normal (pada akhirnya).

Musim dingin akan segera berakhir. Aku harus sedih atau senang ?