hanya menulis apa yang membuatku senang saat membacanya~

AHLAN

Selamat datang di blog ini.
Enjoy Reading !

Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Desember 2024

Asyiknya Bergabung di Komunitas Membaca


    Dulu, di zaman SD kalau ditanya apa hobiku, aku jawab membaca buku. Padahal aku bukan kutu buku, bukan pula yang paham dunia literasi, aku cuma suka buku! Kesukaanku pada buku tidak lepas dari usaha Abi -ayahku- untuk meningkatkan minat baca kami, anak-anaknya  (semoga jadi pahala jariyah untuk beliau, aamin). Abi rajin menyediakan kami bahan bacaan, sampai kakak perempuan dan adik laki-lakiku yang saat itu lagi demam sepak bola, Abi belikan koran bola untuk mereka. Adik perempuanku hobi mengoleksi novel KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya). Kami juga suka bergantian baca serial petualangan Lima Sekawan dan membahas bagian yang seru.

    Di rumah ada perpustakaan berupa rak-rak yang sebagian besarnya diisi buku-buku milik Abi. Pernah ada teman sekolah yang main ke rumah dan lihat buku-buku itu bertanya apakah aku sudah membaca semua buku di sana? Oh, tentu saja tidak! Apalagi di masa sekolah, aku punya genre bacaan favoritku sendiri, yaitu buku fiksi seperti cerpen dan novel. Diantara penulis novel yang karyanya mewarnai hari-hari remajaku adalah Afifah Afra, Asma Nadia, dan Habiburrahman El-Shirazy. 

    Kata Al-Jahidz saat menjelaskan tentang buku:

Ω†ΨΉΩ… Ψ§Ω„Ψ£Ω†ΩŠΨ³ Ω„Ψ³Ψ§ΨΉΨ© Ψ§Ω„ΩˆΨ­Ψ―Ψ©

"ia adalah teman terbaik di kala sendirian"
    

    Di zaman kuliah, sangat disayangkan karena aku bukanlah mahasiswi yang rajin bolak-balik perpus, tetapi hubunganku dengan buku masih terbilang cukup baik. Aku sangat senang saat Abi memberiku hadiah buku berbahasa Arab untuk mendukung pembelajaranku dan tentu saja untuk menemaniku yang sedang ngekos di luar kota. Diantaranya adalah Buku Istamti' Bihayaatik karya Muhammad Al-Arifi, Iftah an-Nafidza Tsammata Dhou' dan Mau'id ma'al Hayah Karya khalid bin Sholih Al-Munif. Buku-buku tersebut berisi tentang cerita motivasi dan seni menjalani kehidupan. Bacaan yang ringan dan menyegarkan cocok untuk cemilan setelah setiap hari melahap buku-buku modul perkuliahan. 

    Setelah menikah dan hidup di perantauan, alhamdulillah gak lupa berbekal beberapa buku baru yaitu cerita inspiratif pengasuhan anak di bumi Eropa; Awe Inspiring Us karya Dewi Nur Aisyah dan Phd Parents' Stories karya Ario Muhammad. Meski sudah berusaha makin mesra dengan buku, aku menyadari bahwa aku masih jauh dari predikat Gila Baca. Karena tak ingin minat bacaku semakin pudar, aku merasa bahwa aku butuh komunitas baca buku. Bergabung dengan sesama teman wanita dengan minat yang sama pasti menyenangkan. Alhamdulillah, Allah mudahkan jalanku bertemu dengan dua komunitas positif berikut:

1. KITAB (Komunitas Cinta Buku)

    Lewat seorang teman (jazaahallahu khairan) aku kenalan dengan mbak NWA, pendiri Komunitas Cinta Buku. Aku bergabung di grup WA KITAB pada July 2022 lalu bersama 30 anggota lainnya. Sistemnya adalah kami membaca selama 100 hari. Targetnya adalah menanamkan kebiasaaan membaca jadi bagi yang tidak punya buku fisik-pun tetap bisa bergabung karena dibolehkan untuk membaca e-book ataupun artikel daring, selama itu non-fiksi (sosmed tidak termasuk). 

    Setiap anggota memilih durasi sesuai kemampuan, dimulai dari 15 menit, 30, 45, hingga 60 menit dalam satu hari. Presensi harian disetorkan dengan bentuk stiker, bagi yang berhasil konsisten membaca selama 100 hari berturut-turut tanpa absen maka ada hadiah buku dari admin. Setelah itu angota juga diberi kesempatan jika ingin menulis review atau resensi dari buku yang sudah dibaca tapi ini bersifat tidak wajib. Anggota yang absen selama sepuluh hari berturut-turut tanpa ada kabar akan dikeluarkan dari grup dan diperbolehkan mendaftar kembali pada kesempatan lain. Setiap selesai 100 hari, kami ada libur sampai nanti dimulai tahap berikutnya.

  Menurut pengalamanku, pagi hari adalah waktu yang cocok untuk membaca terutama baca buku yang lumayan memutar otak. Jika sudah lewat sore hari dan daya fokus mulai melemah, aku memilih bacaan yang ringan dicerna, seperti artikel yang memuat opini dan cerita pengalaman. Disamping baca artikel daring dan baca buku comot-comot, ada tiga buku yang -biidznillah- berhasil selesai dibaca bareng temen-temen KITAB, yaitu buku Make Time, Miracle In The Andes, dan Things Left Behind. Beberapa bulan lalu kami baru menyelesaikan tantangan 100 hari, dan saat ini kami sedang masa libur. Oya, untuk gabung jadi anggota KITAB tidak dipungut biaya sepeserpun! Semoga Allah yang membalas kebaikan mba NWA dengan pahala yang berlipat ganda, Aamiin!

2. Jejak Pustaka Beekind

    September 2024 lalu aku bergabung dengan komunitas Beekind. Komunitas ini didirikan sebagai wadah yang merangkul para ibu dan wanita pada umumnya. Meskipun tergolong baru, komunitas Beekind sudah menelurkan beberapa project yang berjalan cukup aktif, salah satunya adalah kegiatan membaca buku di program Jejak Pustaka. 

    Anggota ditantang untuk membaca buku non-fiksi selama 30 hari dengan jeda libur tiap akhir pekan. Setiap hari anggota membaca minimal satu halaman lalu melakukan presensi di grup WA dengan format nomor absen, nama, dan kutipan dari buku yang dibaca. Kutipan ini boleh dicatat manual di grup, boleh juga dicatat di buku tulis lalu difoto, boleh juga di share di Instagram Story dengan template yang sudah disediakan admin. 

    Targetnya adalah para anggota dapat menyelesaikan satu buku lalu lanjut ke buku berikutnya. Anggota yang absen sebanyak empat kali tanpa kabar akan dikeluarkan dari grup dan diperbolehkan bergabung kembali. Desember ini aku dan teman-teman sudah memasuki putaran ketiga dengan kata lain kami menuju hari ke-90, tepatnya di 17 Januari 2025 mendatang. Dengan izin Allah aku sudah berhasil menamatkan dua buku bersama BeeFriends: Seni Mendidik Anak Agar Mandiri, dan Alhamdulillah, Balitaku Khatam Al-Qur'an.

    Membaca sebuah buku dengan konten dan gaya bahasa yang sama setiap harinya ternyata berpotensi memicu rasa bosan. Agar dapat bertahan, kami menemukan solusi bahwa selama target membaca satu halaman sudah diraih, kami bisa rehat atau pindah buku untuk selingan. Sisi positif membaca satu buku adalah rasa candu ingin cepat menuntaskannya, jadi meskipun akhir pekan adalah libur setoran tetapi bukan berarti libur membaca. Seperti KITAB, mendaftar Jejak Pustaka juga gratis, loh! Semoga Allah membalas kebaikan untuk semua yang berkontribusi dalam program ini, Aaamin!

    Untuk saat ini aku masih betah di komunitas baca karena aku merasa mendapat banyak manfaat. Aku dapat menambah referensi dari bacaan anggota lain yang bermacam-macam, dari buku islami, pengembangan diri, politik, pengasuhan, kedokteran, bisnis, dll. Aku juga berharap sosok ibu yang candu buku menjadi tontonan yang terekam oleh anak-anak di rumah yang secara tidak langsung mengajarkan mereka akan cinta literasi. Selain itu, aku menemukan kembali sosok diriku yang bisa berlama-lama dengan buku. Kesibukan mengurus keluarga dan sulitnya mencari waktu ideal untuk membaca tidak lagi menjadi alasan untuk menelantarkan si jendela dunia. Aku tidak mau lupa bahwa benda yang sejak kecil bisa membawaku terbang ke dunia imajinasi, kini, seharusnya dia juga bisa membawaku terbang menuju kedewasaan dan kebijaksanaan, Insyaa Allah!

    Meski kegiatan membaca buku ini memiliki segudang manfaat, aku sepenuhnya percaya dan dapat memahami jika di luar sana ada yang tidak hobi membaca. Mereka memiliki gairah serta minat di bidang lain dan aku sangat menghargai itu. Tetapi, jika kamu termasuk orang yang hobi membaca tetapi sedang tersedot oleh distraksi teknologi atau kamu ingin mengobarkan kembali semangat membaca di dalam dirimu yang sudah lama padam, maka bergabung di komunitas membaca bisa menjadi solusi.

    Jujur aku kagum dengan mereka yang sudah amat lekat dengan buku, terbiasa membaca, mengalir begitu saja tanpa harus diberi tantangan, tetapi membaca bersama teman komunitas juga bukanlah hal yang buruk, justru sangat positif. Tetaplah bersemangat, luruskan niat, dan minta petunjuk dari-Nya dalam apa yang kita baca. Semoga Allah berkahi dan ridhoi jalan kita semua yang ingin melaksanakan perintah-Nya pada wahyu pertama yang turun; IQRA! Bacalah!

Kamis, 15 Februari 2024

Jangan Bilang Ummi!


bermain salju di hari berikutnya masih dengan sarung tangan polyester :')

     Pagi ini, setelah sarapan kami keluar rumah untuk bermain salju. Putriku yang berusia tiga tahun sudah siap dengan pakaian musim dingin lengkap dengan sarung tangan. Sarung tangan berbahan polyester sebenarnya sudah cukup menghangatkan jemari mungilnya di suhu -4° C, bisa dibilang gak terlalu dingin karena lagi gak ada angin. Tetapi karena kami berniat main salju, aku berusaha membujuknya untuk memakai sarung tangan anti udara. Putriku tetap menolak dan merasa cukup dengan sarung tangan favoritnya.

    Dia duduk di atas papan sleding siap untuk ditarik, kedua tangannya mulai menyentuh salju di tanah. Pada awalnya, salju yang menempel itu membuatnya beres, lalu aku membantu membersihkan salju yang menempel. Tetapi dia tetap menyentuh salju lagi. Aku yang membayangkan tanganya akan dingin karena sarung tangan yang akan basah itu, membujuknya lagi agar mau melapisinya dengan sarung tangan anti air, tetapi si anak tetap bersikukuh menolak. 

    Rasa panik dan khawatir yang menguasaiku berakhir emosi, dengan kesal aku berkata padanya secara spontan: "Oke, kalo kamu gamau pake sarung tangan ini, nanti kalau tangan dingin gak usah bilang sama ummi!" Lalu suamiku meralat ucapanku seraya berkata: "Loh gimana sih, masa bilangnya gitu, 'kalau nanti tangan dingin bilang sama ummi, nanti ganti sarung tangan yang lain', kaya gitu dong." Aku merasa tertohok, dan keinginanku yang tadi sempat terbawa emosi. 

    Disadari atau tidak, kita sering mengucapkan kalimat berbau 'ancaman' semacam itu saat kesabaran kita sedang menipis. Seperti saat anak tidak mau tidur dan hanya ingin bermain kita berkata: “Oke ya kamu gamau tidur! Main aja terus, kalo ngantuk gak usah cari mamah!” atau saat anak gamau makan dan malah sibuk nonton kita bilang “Nonton aja terus gak usah makan, kalo laper gak usah minta makanan ke mamah!” kalimat yang muncul berdasarkan emosi tanpa Sadar membuat jarak antara orang tua dan anak serta menutup pintu akses mereka untuk meminta bantuan kita. Orangtua berharap anak akan menurut dan segera mengubah sikapnya, tetapi anak justru semakin gengsi dan keras kepala dengan keputusannya. 

    Sebenarnya kita bisa mengganti dengan kalimat yang serupa tetapi maknanya berbeda seperti ini, “kamu masih mau main ya? Mamah tunggu di kamar ya, kalo udah ngantuk kamu ke kamar aja ya!" Atau “masih seru ya nontonnya, kamu belum lapar? Kalo bilang lapar ke ummi ya, di meja sudah ummi siapin makanan.”

    Kalimat di atas memang memiliki kesan bahwa kita kalah dan lebih menuruti ego anak.Tetapi sebenarnya kitalah yang menang karena dapat menekan emosi yang akan memperkeruh suasana. 

     Selain menghadirkan ketenangan pada diri orang tua, kalimat di atas merupakan bentuk kita menghargai pilihan anak, serta memberi mereka kesempatan untuk menuntaskan apa yang sedang mereka lakukan, dan meyakinkan anak bahwa pintu orang tua akan selalu terbuka setiapkali mereka membutuhkan tempat bersandar.


Kamis, 01 Februari 2024

Reservasi Kamus Indonesia Jadul di Perpus Finlandia



    Akhir Desember 2023 aku ada ujian online di salah satu kampus di Indonesia. Ujiannya menerjemahkan teks dari bahasa Indonesia ke Inggris dan juga sebaliknya. Ujiannya boleh buka kamus asalkan kamus cetak, bukan kamus elektronik seperti alkalink atau kamus online. Jujur saja, selama ini aku selalu mengandalkan kamus online dan satu-satunya kamus cetak yang aku punya adalah Oxford Mini Dictionary and Thesaurus, kamus Inggris-Inggris, yang mana gak terlalu dibutuhkan saat mengerjakan soal terjemahan nanti.

    Teman-teman di grup WA banyak ngobrolin tentang efektifitas penggunaan kamus saat ujian. Diantara mereka ada yang sudah ujian dan mengatakan bahwa buka kamus hanya membuang waktu karena masa ujian hanya 90 menit. Buka lembaran kamus dan mencari kata harus dilakukan dengan sangat cepat jika tidak mau kehabisan waktu. Ada juga yang cerita hanya sempat membuka kamus pada soal pertama, selainnya hanya mengandalkan pembendaharaan kosa kata dan menebak dari konteks kalimat.

    Aku pribadi merasa butuh kamus mengingat di ujian terjemahan yang sebelumnya aku sempat salah menerjemakan kata. Akhirnya aku iseng mencari kamus bahasa Indonesia di situs perpustakaan Finlandia (helmet.fi), syukurnya ketemu dong! Alhamdulillah rejeki!

    Sekilas tentang perpustakaan Finlandia, atau yang disebut Helmet. Perpustakaan ini menyebar di banyak kota di Finlandia. Di kota Espoo sendiri ada banyak perpus Helmet, seperti yang ada di Espoon keskus (pusat kota Espoo), di Sello, Iso Omena, Tapiola, dsb. Tidak ada jumlah maksimum untuk buku yang akan dipinjam, jadi kita boleh pinjam buku sebanyak apapun. Buku bisa  dipinjam selama 28 hari, kalau lebih dari itu gak dikembalikan akan ada denda buat anggota perpus yang berusia lebih dari 18 tahun. Kalau misalkan kita pinjam buku dari perpus yang di Iso Omena, kita bisa mengembalikan buku di perpus Helmet manapun. 

buku anak-anak di atas mesin peminjaman  mandiri di perpus Iso Omena


    Ternyata kamus yang aku cari berada di perpus Pasila, jaraknya 3 stasiun kereta dari rumahku, tetapi masalah utamanya bukan itu. Aku belum pernah ke perpus yang di Pasila, sempet ke sana satu kali tetapi gelap dan sepi, entah lagi direnovasi atau memang tutup sementara. Dan setelah itu gak pernah ke sana lagi.

    Akhirnya aku memilih opsi Reservasi, dari situs Helmet aku meminta pihak perpus memindahkan kamus tersebut ke perpustakaan terdekat, yaitu perpus Sello yang jaraknya hanya satu stasiun kereta dari rumahku. 

    Tepat sepuluh hari sebelum ujian, ada email pemberitahuan dari Helmet bahwa kamus yang aku pesan sudah siap diambil di perpus Sello, juga ada peringatan akan ada denda bagi yang membatalkan buku yang sudah direservasi, juga bagi yang tidak mengambil reservasi sampai batas waktu yang tercatat di dalam email. Denda yang dikenakan sebesar 1 euro (Rp 17.000) per-buku. Pengenaan denda tersebut bertujuan agar anggota Helmet bertanggungjawab atas barang yang sudah dipesan serta menghargai pihak perpus yang sudah mengeluarkan tenaga, waktu, dan biaya transportasi untuk memindahhkan buku yang dipesan dari perpustakaan lain.

    Dua hari setelah mendapat email, saya ke perpus Sello dan menuju rak buku khusus reservasi, setelah mengambil dua buah kamus bersampul merah, saya scan di mesin peminjaman seperti biasa. 


Buku-buku di rak khusus reservasi yang siap diambil

    Setelah sampai di rumah, aku cek kamusnya, benar saja itu kamus jadul yang diterbitkan tahun 1955. Dengan ejaan lama yang belum dibakukan. Aku dan suami sempat tertawa melihat isi kamusnya. Setidaknya kamus Inggris-Indo bisa digunakan. Sedangkan yang Indo-Inggris aku pesimis karena mungkin akan sulit mencari kata melihat huruf U masih ditulis OE, J ditulis DJ, dan Y ditulis J. Meski begitu setidaknya kehadiran dua kamus jadul ini memantapkan diriku untutk ujian nanti. Daripada gak ada sama sekali, pikirku.


contoh ejaan Van Ophuijsen (Ejaan Lama): DJ untuk huruf J

    Di hari H ujian, benar saja apa yang temanku bilang di grup. Gak ada waktu buat buka kamus lama-lama karena 90 menit terasa kurang untuk menerjemahkan paragraf singkat sebanyak 6 soal. Setiap yang ujian pasti berfikir lebih baik menuntaskan jawaban meski ada terjemahan kata yang salah, dibanding kehilangan poin karena ada nomor yang kosong karena belum sempat dijawab. 

    Akhirnya ujian pun berakhir, dan Alhamdulillah, aku terbantu oleh kamus Inggris-Indo untuk menerjemahkan satu kata, ya! hanya sempat mencari satu kata!



Senin, 10 Desember 2018

Untuk Para Owner / Admin Olshop : Penolong para pemburu barang online~





Untuk kalian....

Yang mencari rezeki Allah lewat jendela internet.

Yang telah berusaha menafkahi keluarga, mencukupi diri sendiri, mengasah bakat hebat kalian.

Yang sangat kreatif menyusun kalimat promosi, hingga seperti puisi.

Terimakasih telah menyelamatkan kami dari teriknya pertokoan dan panjangnya antrian.

Terimakasih telah membalas chat kami disela sibuk bekerja, sekolah, atau sebagai ibu rumah tangga.

Terimakasih telah membungkus paket kami dengan cekatan sehingga aman sampai ke tangan.

Tahukah kalian....?

Ketika kami tertarik membeli, kami akan kontak kalian.

Ketika kami bimbang, kami akan berdiskusi dan tanya-tanya seperti yang telah kalian persilahkan,"Feel free to ask" atau "Tanya-tanya dulu juga boleeh".

Terimakasih karena kalian tidak menuliskan "Jika belum tentu beli, jangan tanya-tanya!".

Ketika kami yakin akan membeli, kami akan langsung transfer, karena kami butuh.

Ketika kami puas dengan barang yang kami beli, kami akan beri testimoni.

Ketika kami belum sempat memberikan testimoni, kami akan ucapkan "Terimakasih atas pelayanan kalian".

Ketika kami tidak jadi membeli setelah bertanya ini-itu, itu adalah keputusan akhir kami.

Kita sama-sama tahu.

Layaknya belanja di pasar, belanja online pun ada kalanya berbumbu ke-cerewetan.

Kami tidak bertanya untuk memberi kalian harapan palsu.

Kami tidak bertanya hanya untuk mempermainkan perasaan kalian.

Kami tidak bertanya hanya untuk membuat kalian repot menjelaskan ini-itu,  lalu kami tinggal begitu saja.

Maafkan kami, ketika sudah hampir deal kami berubah pikiran.

Maafkan kami, ketika sudah ditotal kami tidak langsung transfer karena duitnya butuh buat itu-ini, lalu lupa konfirmasi.

Maafkan kami yang kurang sopan, ketika tidak jadi membeli, kami langsung kabur.

Maaf jika bahasa kami kurang halus saat meng-cancel barang yang belum kami keep.

Maafkan jika cara kami dalam berkomunikasi kurang cocok dengan harapan kalian.

Terimakasih telah bersaaabar banyak atas kami.

Semoga Allah berkahi waktu, harta dan keluarga kalian selalu ♥


Dari :

Customer
Calon customer
Mantan customer

Jumat, 31 Maret 2017

Kursus Bahasa Korea


Aku adalah pribadi yang menyukai Bahasa, tetapi belum banyak bahasa yang aku kuasai 😁. Dari sebelum aku ke Korea Selatan, aku sudah tertarik dengan bahasanya, lucu dan unik, tetapi karena keinginanku pada saat itu tidak begitu besar, juga tidak didukung oleh fasilitas, dan keadaanku  yang saat itu sedang kuliah dengan bahasa Arab (aku ingin fokus untuk memperdalam bahasa Arab), So.. semakin jauhlah diriku ini dari bahasa korea.

Ketika Allah menghendaki aku tinggal di Korsel, seakan pintu itu terbuka kembali, aku pun merasa butuh mengerti dan bisa berkomunikasi dengan bahasa korea. sampai Allah tunjukkan jalanya, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Bismillah 😎

HAN GUK-O (arti:bahasa korea), i'm coming !

Kelas musim gugur

2 minggu setelah kedatanganku di Korsel, aku ditawari ikut masuk kelas untuk belajar bahasa korea (atas saran suami dan teman-teman), akhirnya aku putuskan untuk  ikut, Alhamdulillah saja kelas ini baru dimulai 2 minggu.

Kursus ini diadakan di kampus suami-ku. Jaraknya dari apartement kurang lebih 20 menit dengan berjalan kaki.


Ada 2 kali pertemuan dalam seminggu, dari jam 7 sampai jam 9 malam.

Aku masih ingat, awal masuk kelas bahasa ini tanggal 20 september 2016.

Saat itu aku tidak memakai jaket sama sekali, tetapi lambat laun saat udara bertambah dingin dan angin malan mulai terasa sejuk, aku mulai pakai jaket tipis, sampai di akhir-akhir kelas aku pakai jaket tebal. hehe

Kelasnya seru, guru nya perempuan, baik hati dan dermawan. Bernama Ho Mi Suk.

Hampir setiap hari beliau menyediakan snack gratis untuk kami, kue beras, cookie, permen, buah-buahan dll.

Pernah juga bawa bolu dan mochi korea.

Di kelas ini aku belajar bersama beberapa teman dari Indonesia, Rusia, Uzbekistan, Malaysia, Bangladesh, Vietnam, dll.

Aku berkenalan dengan Gadis bernama Tcumpa dari Bangladesh (muslimah), Balerina dari Rusia (Ortodox), Atika dari Malaysia (muslimah).

Aku berusaha untuk tidak absent agar tidak tertinggal, dan proses belajar ini berjalan dengan sangat menyenangkan.

Karena aku pernah mengenal alphabet korea, atau yang disebut dengan Hangeul, dan pernah belajar membaca serta menulis Hangeul jadi pelajaran ini tidak terlalu berat untukku, meskipun begitu aku belum bisa menguasai sepenuhnya.

Namanya baru belajar kan, jadi pemakaian kata masih sering salah, penuslisan huruf yang mirip jika dilafalkan tapi beda di tulisan itu juga sering salah, dll. Apalagi untuk speaking itu masih kaku banget.

Tetapi Alhamdulillah meskipun aku tidak masuk kampus yang setiap hari ada kesempatan praktek dengan orang korea, suamiku sudah lebih menguasai jadi aku bisa bertanya dan mempraktekkan sedikit bersamanya, aku juga suka belanja di minimarket depan apartement, jadi aku praktekkin juga saat bertanya harga, bertanya barang dll. intinya masih banyak lahan jika kita mau latihan.

kelas kami

hari-hari pertama kelas ini hampir penuh, semakin berjalan waktu sampai akhir pertemuan hanya 9 orang yang tersisa.


Sebenarnya kelas ini khusus mahasiswa atau mahasiswi kampus, tetapi karena suamiku mahasiswa dan dia tidak mengambil kelas ini, aku bisa menggantikanya, dan guru ku pun memahaminya dan sangat welome.

Akhir-akhir pertemuan aku absent 3 kali, karena tidak enak badan, dan setelah aku masuk lagi, aku kaget karena itu adalah akhir pertemuan kita, saat itu tanggal 17 november 2016.

Aku tidak pernah tau jadwal kita belajar itu berapa bulan, tetapi aku senag karena di akhir pertemuan aku bisa hadir, dan saat guruku cerita, kemarin (saat aku absent) adalah hari ulang tahun beliau dan beliau beli bolu serta dirayakan kecil-kecil an di kelas, dia menujukkan foto nya kepadaku, dalam hati aku bersyukur karena aku tidak hadir, awalnya aku sempat ada rasa menyesal karena tidak mengikuti pelajaran hari itu, tapi sekarang aku bersyukur karena aku tidak suka ikut perayaaan ulang tahun meskipun itu kecil, Allah selalu mengetahui apa yang akan terjadi esok dan Dia lebih tahu tentang kita serta cara menjaga kita dari hal yang tidak kita sukai.

Ketika tahu kelas akan berakhir maka aku bertekad untuk meneruskan belajar secara otodidak, dan karena aku sudah memiliki beberapa fotocopy an (yang kudapatkan dari kelas), aku ingin lebih mendalami.


Kelas musim semi

Ternyata belajar otodidak yang aku lakukan berjalan sangat lambat dan tidak begitu efektif. Kalau diteruskan begini kapan aku bisa menguasai bahasa korea ??

Tetapi, kegalauanku itu tidak berlangsung lama, (syukurlah). Aku senang sekali ketika mendengar dari suami bahwa pendaftaran kelas korea akan dibuka kembali.

Ada 3 level untuk kelas bahasa korea:

LEVEL 1 : untuk yang baru belajar dari 0 (pengenalan Hangeul dll.)
LEVEL 2 : TOPIK 3-4
LEVEL 3 : TOPIK 5-6
Aku mencoba LEVEL 2, jadwalnya jam 2-4 sore.

Hari pertama aku tidak hadir karena tidak enak badan.

Hari kedua aku datang dan guruku sangat senang bertemu denganku kembali dan ramah menyapaku.

Jujur, masuk kelas ini memang agak berat untukku karena kelas ini untuk mengejar ujian dan masuk kerja, murid-murid yang hadir pun sudah lancar berbahasa korea, guruku pun bahasanya lebih luas dan berat, apalagi lembaran tugasnya, aku susah mengerti, akhirnya diakhir pelajaran guruku bilang bahwa aku masuk kelas level 1 lagi saja seperti kemarin, itu lebih mudah, dan tidak masalah meskipun aku bukan mashasiwi karena suami ku mahasiswa kampus ini.


Alhamdulillah!
Aku sangat senang dan mulai besok aku akan masuk kelas level 1 lagi.

Meskipun pembahasanya sudah aku pelajari tapi aku akan dapat belajar lebih banyak, belajar lebih meluas dan mengembangkan cara bicara dan kosakata-ku.

Tidak ada yang sia-sia, bahkan kali ini aku merasa lebih menikmati proses belajar karena sudah banyak yang aku pahami dari kata-kata beliau dan lebih nyantol tentang kosakata dll.

Alhamdulillah aku senang karena belajar bahasa kali ini memiliki mentor lagi, jadi aku dirumah lebih belajar meluas dan di kelas aku bisa praktekin bersama guruku.

Guru kami, Mrs. Ho Mi Suk beliau adalah seorang kristiani, tetapi sangat terbuka tentang Islam, dan mengetahui banyak hal tentang Islam.

Kebiasaan baik beliau pun tidak berubah, membawa snack dan membagikannya kepada murid-murid yang hadir.

Suatu ketika beliau membawa Choco Pie, dan kita tahu bahwa status Halal pada makanan di korea sangat lah minim, termasuk Choco Pie ini, karena mengandung shortening hewani.

Maka sudah dipastikan ke Haram-anya. Hal itu beliau sampaikan di depan kelas mengenai adanya shortening hewani, “Meskipun dari sapi, tetapi orang Muslim tidak mengkonsumsi kecuali yang Halal” begitu kata beliau.

Aku sangat terkesan dengan perhatian beliau terhadap murid yang muslim dan menghargai prinsip kami.

Kamsahamnida SonSengnim !

Di kelas ini hanya aku yang orang Indonesia, sebagian dari mereka ada yang dari Uzbekistan, China, Philipin, Vietnam, Somalia, Nigeria, Prancis, Pakistan dan Bangladesh.

Aku sangat senang karena bertemu kembali dengan Tcumpa, gadis Bangladesh yang semester lalu sekelas denganku, dan sekarang aku memiliki teman perempuan baru, bernama Nargis dari Pakistan, dan Alaisa dari Philiphin.

Kelas ini insya Allah akan berlangsung sampai 18 Mei 2017.

Fighting!!!

Ohya, bagi temen-temen yang tertarik belajar bahasa korea, aku share channel youtube yang menurut aku cukup menyenangkan dan mudah dipahami, jangan lupa belajar dari pelajaran pertama yaa biar ga pusing πŸ˜‰

Youtube:

Kelas Korea Online

NB: ini pake bahasa inggris, aku yakin banyak juga yang pake bahasa indonesia... selamat mencari πŸ˜€✌

Kamis, 26 Januari 2017

Kangen Masakan Nusantara


JOE NEUN KOHYANG EUMSIKEUL MOGOSIPOYOπŸ˜™

CURHAT

Aku kangen banget sama masakan Indonesia!

Kemarin, waktu masih di Indonesia, bisa dibilang aku anak rumahan, maksudnya ga hobi makan-makan di luar, atau wisata kuliner, makan diluar tuh kalo lagi hang out bareng temen, sepupu, atau mampir setelah belanja (dan ga sering juga).

Tapi aku pu mengakui bahwa masakan rumahan tuh paling mantap, kebersihan terjamin, sehat, enak!

Beda sama masakan luar yang secara penampilan mungkin oke, tapi soal rasa kadang ada yang mengecewakan. Aku lagi gak mengeneralisir yaa, hanya saja seringnya begitu, ini masalah selera sih. 

Tapi kalau lagi hidup di Jakarta, sebagai anak kosan, ya kadang suka ‘jajan’ juga sih, pelarianya antara lain: nasi goreng, gado-gado, fried chiken, nasi padaang, pecel lele, dll.
Untuk jajanan, aku suka beli mie ayam,  siomay, cimol, martabak dll.

INDONESIAKU

Dan kini aku menginjakkan kaki di bumi Korea Selatan, belum lama hidup disini, langsung deh kangen banget sama semua (garis bawah) makanan Indonesia, semua terasa enak di bayanganku.
Karena masakan Indonesia tuh unik! bayangin aja, Indonesia terdiri dari berbagai pulau, dan setiap pulau ada beberapa daerah….yaaang, setiap daerahnya itu punya makanan khas masing-masing, dan bumbu yang berbeda.

Apalagi Indonesia diberkahi dengan iklimnya yang tropis, itu jelas berpengaruh terhadap apa yang tumbuh diatasnya, buah-buahan yang beraneka ragam, sayuran, rempah-rempah dll.
Istimewa lah pokoknya.

Aku suka ngebayangin banyak hal, dari nasi bungkus warteg, yang isinya macem2 dan berwarna-warni (kuah santan kuning, kuah merah,dll). Ahh ga sampai hati deh. 

   foto diambil dari google
                                                                                                       
 Juga nasi padang, dengan sambal ijonya juga kuah nangkanya..brrr

Juga rujak buah (dengan aneka macemnya: ulek,serut,bebek,dll) yang segarrrrrrrrrrr.
Dan lain-lain… Dan sebagainya.. Dan seterusnya. 

SOLUSI

Jujur aja aku gabisa membuat semua yang aku inginkan, karena ini bukan Indonesia, so bahan-bahan ‘khas’ gabisa didapatkan. Ditambah lagi baru terjun ke dunia dapur secara langung jadi belum berpengalaman dan belum jago masak, tambah sulit rasanya !

Jadi, berhubung disini Wifi lancar, akhirnya buka youtube (hobi baru saat itu), channel-nya Mark Wiens disitu aku ikut menikmati masakan Thailand, India, dll, yang paling favorit ya Indonesia tentunya.

Ada juga channel Maangchi, ini khusus masakan korea, bisa dibilang sekalian pengenalan bumbu-bumbu juga cara masak makanan korea, dan ada saatnya aku juga ‘ngiler’ sama masakan-masakan ini. Tetapi dilihat dari bumbu-bumbunya yang sedikit asing agak putus asa gitu untuk nyoba buat sendiri. 

Abis itu aku buka-buka sampe nemu blog Bento Mania,  disitu ada postingan tentang masakan korea, karena yang membuatnya orang Indonesia, dan beragama Islam jadi kaya dapet pencerahan dan motivasi untuk nyoba buat masakan korea sendiri, dan tentunya dengan bumbu yang halal. Apalagi disini untuk menemukan bahan-bahanya lebih gampang dan murah. Wahh jadi membara nih semangatnya !

Jadi, ada beberapa minggu yang beneran menghipnotis aku dengan tontonan kuliner itu. Yah sedikit mengobati sih…lumayan lah.

Dan setelah masa-masa 'kritis' itu berlalu, mulai deh aku mulai jarang lagi liatin channel-channel itu, sekarang bukan saatnya ngiler dan menggigit jari (karena pengen), tapi udah saatnya membuat masakan indonesia sendiri dengan bahan yang tersedia disini.

Alhamdulillah disini banyaak banget yang bisa didapatkan, jadi kenapa juga aku fokus sama yang sulit diwujudkan kalo ternyata banyak juga yang bisa aku buat. Dari cemilan, sampe lauk-pauk.
Aku suka buat cireng, cimol, bakwan,roti-rotian, pernah juga buat bubur kacang hijau. Intinya mah masih ada yang bisa dibikin disini. Alhamdulillah aku senangπŸ˜šπŸ’™

Ini saatnya menikmati apa yang ada disini (yang bakal dikangenin saat balik ke Indonesia nanti, insya Allah). Meski begitu gabisa dibohongin sih, aku masih suka pengen kalo liat instagram, dari foto/video temen, ataupun akun tentang cooking (yang ini dibuka dengan sengaja.haha). 

POSTING MAKANAN

Sebenernya bebas-bebas aja orang mau posting makanan/minuman. Ga ada yang melarang, menurut kesimpulan aku pribadi ada beberapa alasan mengapa orang suka mengupload foto makanan/minuman, diantaranya : mengenang waktu/even saat makan makanan tsb, mengabadikan pengalaman saat berhasil membuat sendiri (plus sharing resep), pengen ikutan orang lain, pengen buat orang lain ngeces (prasangka buruk nih πŸ˜ƒ), ada yang hobi atau sekedar iseng belaka. 

Mungkin ada diantara makanan itu yang ‘biasa aja’ rasanya, gak terlalu WAHH. Tetapi sudah menjadi keharusan dan kebiasaaan pribadi tsb untuk mengupload, dan gimanapun rasanya efek nya memang besar sih, siapa tahu disana ada yang sedang keroncongan, dan sangat tersiksa dibuatnya, haha.
[Karena itu aku jarang banget posting makanan, yaa begitulah aku tahu rasanya… hahaa.]

Tetapi sekali lagi, “akun siapa, foto siapa, kamera siapa, kenapa situ yang repot. Tinggal merem aja, gampang kan ?” wkwkwk

Dan juga, ga semua posting makanan itu negative sih, bisa jadi penghibur hati yang kangen seperti daku ini. Beneran, jadi merasa sedikit terkikis rasa kangenya.

Intinya balik lagi ke niat masing-masing! Semuanya ada pertanggungjawabanya (iih ko serem?!) πŸ˜‹

Maaf kalo jadi keluar dari jalur. Oiya aku ga ada maksud menyindir siapapun, cuma lagi mencurahkan opini aku dalam hal ini. 

Maaf kalo ada yang tidak berkenan πŸ˜‡

PENUTUP

Okelah sampai disini dulu yaa, Alhamdulillah atas segala keadaaan, Alhamdulillah atas semua yang Allah beri, semua hal yang patut disyukuri jangan sampai terlupa karena memikirkan hal yang belum rejeki πŸ’“










Minggu, 15 Januari 2017

Kepergianya





2 Januari 2017 , pagi itu berita duka datang…nenekku meninggal dunia di usianya yang ke 80 tahun, innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita adalah milik Allah dan kita pasti akan kembali kepada-Nya.
Beliau adalah adik kakeku dari abi (bapak), beliau sudah lama sakit dan sempat dirawat di rumah kita sampai hari-hari terakhir-nya, saat beliau wafat beliau sedang dirawat di Rumah sakit karena kondisinya yang melemah.

Beliau sangat lembut, suka memuji meskipun itu hal-hal kecil. Memang, setiap yang berusia lanjut memiliki sifat kekanak-kanakan, seperti cepat emosi karena hal sepele, rasa tidak puas atas pelayanan yang diberikan kepadanya, tapi itu semua hal yang wajar apalagi beliau sedang diuji dengan sakit yang membuatnya tidak bisa bangun dari ranjang kecuali dengan kursi roda dan itupun digotong. (semoga sakitnya menjadi pelebur atas dosanya.Amin).

Karena keadaan rumah tak selalu ramai, terlebih lagi saat masa sekolahnya adik2, (karena kebetulan saya saat itu kuliah di luar kota) siang hari begitu sepi dan sunyi, hanya terdengar suara alat masak di dapur dan suara mesin cuci yang bekerja, tetapi beliau selalu memanfaatkan waktunya dengan berdzikir (bahasa beliau: wirid). Hanya itu yang dapat dilakukan diatas kasur tanpa tenaga, meski begitu hanya orang-orang pilihan Allah yang akan diberi taufik/kemudahan untuk selalu membasahi bibirnya dengan dzikir. [Kadang juga umiku (ibu) menyetel parabola berisi ceramah islami dan bacaan Al-Qur’an dengan niat supaya dapat meramaikan suasana dan menambah Islamic spirit khususnya untuk nenekku].
 
Bahkan saat penglihatan beliau masih bagus, dengan bantuan kacamata, beliau duduk dan membaca Al-Qur’an dengan semampunya, meski lambat dan sedikit kesulitan dikarenakan faktor usia dan juga rasa sakit, tetapi beliau tidak putus asa.

Tak jarang beliau memanggilku agar aku mendengarkan hafalan do’a beliau dan menjawab soal beliau berkaitan dengan arti do’a tertentu atau kalimat dzikir tertentu (saat aku sedang libur kuliah, dan kebetulan jurusanku bahasa arab).

Untuk seumuran beliau itu sangat luar biasa, beliaupun masih diberi ingatan yang kuat oleh Allah, tidak pikun (terbukti dengan banyak do’a yang beliau hafal), masih sibuk dengan dzikir dan ibadah, mengingat banyak yang diakhir hidupnya dihabiskan dengan hal tidak berguna atau sia-sia, karena katanya masa tua seseorang adalah cerminan dari masa mudanya.

Aku punya teman, salah satu kerabatnya sudah lanjut usia dan sudah pikun, tetapi dia selalu mengerjakan sholat, dan karena pikunya tersebut bahkan dia berkali kali mengerjakan solat yang sama, tetapi bagaimanpun juga itu termasuk kelebihan, karena masih diberi taufik untuk beribadah kepada Allah.

Aku yang saat mendengar kabar duka tersebut sedang di korea selatan, sebenarnya tidak terlalu kaget, karena ini jalan terbaik yang Allah kasih untuk menyegerakan kebahagiaan beliau dan mencabut rasa sakitnya. Meski begitu rasa sedih pun kerap menyelimutiku seharian itu. Dan air mata tak dapat kubendung lagi. Bagaimanapun juga keberadaan beliau di tahun-tahun terakhir ini membuatku merasakan kehangatan seorang nenek. Alhamdulillah πŸ’—

Hanya berdo’a dan mengenang kenangan indah (dan lucu) bersama beliau yang dapat kulakukan.

Dan salah satu alasan tulisan ini dibuat pun untuk mengenang beliau dan aku berharap pembaca yang baik hati turut mendo’akan beliau, aku tidak berharap anda berdo’a disetiap sujud anda, paling tidak selesai membaca tulisan ini, kalau berkenan mohon do’a yang baik untuk beliau yang sedang sendirian di alam kubur sana (insya Allah beliau bertemankan amalan sholeh beliau yang harum dan nyaman dipandang). Lihat hadits Al-barra bin azib tentang nikmat dan adzab kubur.