hanya menulis apa yang membuatku senang saat membacanya~

AHLAN

Selamat datang di blog ini.
Enjoy Reading !

Senin, 08 Januari 2018

Sebuah Jempol (Bijak saat bersosmed)


sumber : google

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS.Al-Zalzalah : 7-8)

Pembaca yang budiman, seperti yang kita ketahui sekarang, di 'zaman now' ini, seseorang dapat melakukan interaksi hanya dengan duduk sendirian di kamar yang terkunci.

Ia dapat ber-sosialisasi dengan orang lain tanpa melangkah keluar rumah.

Ia dapat membela atau memerangi orang lain  hanya bermodalkan benda tipis segi empat.

Bahkan, ia dapat membangun atau menghancurkan dunia hanya dengan sebuah jempol !

Ya!

Seseorang itu adalah saya dan anda !

Kita semua telah terancam oleh benda favorit kita sendiri.

Lalu, sudahkah kita berhati-hati dengan senjata yang tak tajam ini ?

Sudahkah kita mengendalikan jemari kita ?

Saya pribadi sudah lama bertekad untuk ‘pelit’ jempol, sudah menjadi prinsip saya untuk tidak me-like foto apapun yang disitu ada seorang wanita baligh, karena menurut saya, sebuah jempol itu berarti menyukai, menerima, dan mendukung.

Kita semua tahu bahwa wanita adalah fitnah (godaan) bagi kaum lelaki, karenanya Allah memerintahkan muslimah untuk tidak memperlihatkan 'perhiasannya' kepada lelaki asing (non mahrom), dengan memberikan jempol atau komentar, itu berarti kita mendukung si empunya  menyebarkan fotonya dan mengulangi kembali, kita juga mendukung lelaki berbuat dosa.

Saya tahu ini terdengar sepele, banyak pula yang meremehkan, mungkin akan ada yang menyebut saya lebaaay, kolot dll. it really doesn't matter to me.

Jika kita sudah 5 tahun berselancar di facebook dan instagram (dan beragam aplikasi lainya),bisa dibayangkan berapa banyak jempol kita yang tersebar, juga komentar, belum lagi tautan yang kita share, tanpa kita sadari ada yang berisi ghibah, berita bohong, memprovokasi, membuat panas mata dan dada, menyakiti orang lain, mempertontonkan aurat dll.

"Tetapi ini isinya bermanfaat loh."

Ya! niat kita memang tulus, ingin membagikan ilmu, ataupun sekadar hiburan, karena tidak sedikit dari  'postingan berbahaya'  itu yang berisi kebaikan.

Tetapi Kaidah fikih menyebutkan:

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil masholih.

"Mencegah mudhorot (kerusakan/keburukan) lebih diutamakan daripada mengambil manfaat."

contoh :

-Ada artikel yang terselip nasehat, peringatan akan bahayanya menyebrang jalan saat lampu lalu lintas berwarna hijau, tetapi disitu menceritakan tentang seseorang yang melanggar aturan tsb, ia menyebrang dan hampir tertabrak dan bla bla bla.-

Dengan niat yang baik kia membagikan artikel tsb, lalu kita mencela orang tadi, membodoh-bodohkan dia, plus komentar nyelekit lainya, akhirnya teman 'medsos' ikut nimbrung dan terjadilah gosip panas di tautan kita.

Dari kaidah fikih diatas, kita akan simpulkan bahwa : tidak membagikan artikel tadi dengan tujuan mencegah terjadinya gosip lebih diutamakan daripada membagikanya dengan tujuan menasehati dan mengingatkan.

Solusinya, lebih baik mencari artikel nasehat lain yang lebih 'aman' untuk dibagikan.

Yang lebih extreme lagi, kini ada semacam layanan dari facebook mengajak untuk menerawang masa depan.

"Seperti apa jodohmu nanti?"

"Apa yang akan kamu dapatkan di tahun ini?"

"Tahun berapa anda akan memiliki anak perempuan?"

dan ajakan lain yang merupakan ramalan nasib. Itu adalah kesyirikan yang dibungkus dengan hiburan, candaaan, seru-seruan! Karena hanya Allah-lah yang tahu masa depan.

Hal itu sangat berbahaya, apalagi jika orang lain ikut mencoba karena kita membagikan hal serupa, dan dilanjutkan oleh temanya lagi, dan seterusnya.

Begitu juga dengan akun instagram, public figur yang menebarkan aurat, lelaki yang menyerupai perempuan, pecinta film/k-drama, gosip selebritis, dll.

Mungkinkah jika follower mereka NOL/sedikit mereka akan terus bersemangat mengupload foto demi foto ?

Dengan kita unfollow akun mereka, kita dapat menyelamatkan dunia kita, lambat laun, entah itu berpuluh-puluh tahun kedepan (jika aplikasinya masih exis) dunia -khususnya dunia maya- anak cucu kita akan aman.

Jika kita melakukannya dengan niat menjaga mata & hati kita, mencegah keburukan dari masyarakat, Insya Allah tidak akan rugi! Percayalah :)

Yuk sekarang kita sama-sama perhatikan sikap kita di medsos !

Yuk sekarang kita belajar meng-rem jari jari kita sebelum klik  ‘like’, ‘komentar’ &  'share', untuk melihat ulang tautan yang berkaitan.

Agar setelah kita ‘pergi’ nanti, tidak akan meninggalkan jejak yang tidak Allah ridhai.

Saya menyadari bahwa mata ini rentan berbuat dosa, di medsos orang bebas memposting apa saja, sengaja tidak sengaja kita sering mendaratkan mata ini pada foto yang mempertontonkan aurat, membaca artikel yang berisi hujatan, membicarakan orang lain, mengkritisi, menghakimi, maka, jangan patenkan dosa itu dengan tombol-tombol tadi.

Lebih baik untuk tidak mampir ke ‘arena berbahaya’, tetapi jika kita kalah dari bisikan syetan atau hawa nafsu kita, maka cukupkan itu semua hanya untuk diri kita, dan segeralah beristighfar.

Jangan menjadi sebab orang lain melakukan dosa (yang sama dengan kita.)

Jangan menularkan dosa!

Seiring berjalanya waktu, semakin lama kita hidup di dunia maya, semakin tumpul pula kepekaan kita terhadap hal ini.

Saya disini, mengingatkan diri saya sendiri, juga anda semua yang saya sayangi.

Jika ada yang tidak sependapat dengan saya, saya memahaminya.

Setiap orang punya sudut pandang dalam menilai sesuatu.

Tetapi Al-qur’an surat Al-Zalzalah 7-8  itu mutlak benarnya.

Hari perhitungan itu sungguh akan datang.

Sehingga saya berharap kita akan menjadi lebih baik dan bijak dalam memainkan jari-jari kita diatas layar android ataupun keyboard laptop kita.

Semoga Allah mengampuni dosa saya dan anda semua, baik yang disengaja maupun tidak.

Semoga Allah memudahkan kita untuk me-Reset aktifitas kita di dunia maya maupun di dunia nyata menuju ridha-Nya.

Aamin ya Rabb.

Senin, 11 Desember 2017

Yang Terbaik


Menurutmu, siapakah yang terbaik diantara orang-orang dibawah ini:

Orang kaya atau miskin?

Orang sehat atau sakit?

Yang sudah menikah atau single?

Yang sudah punya anak atau yang belum?

Yang punya seorang anak atau yang punya anak banyak?

Yang kuliah, kerja, atau yang hanya duduk di rumah?

Yang jabatanya tinggi atau karyawan kelas menengah?

Yang melahirkan 'normal' atau sesar?

Yang anaknya full ASI 2 thn atau yang minum sufor?

Yang cantik/ngganteng banget atau yang biasa saja?

Yang turunan bangsawan atau bukan?

Jawabany.....cuma satu!

Yang paling bertakwa ♥

 إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu." (QS. Al Hujurat: 13)

Kita tidak memungkiri bahwa semua nikmat, merupakan kelebihan atau nilai plus yang Allah berikan pada hamba-Nya.

Tetapi kalau kelebihan yang dimiliki membuatnya jauh dari Allah, maka ia adalah hamba yang merugi.

Yang memiliki kekayaan tetapi merendahkan orang lain, yang sehat tapi dzalim, yang pintar tetapi sombong, yang sukses tetapi tidak merasakan manisnya ibadah..mereka akan merugi 💔

Sebaliknya, jika ujian yang Allah beri dapat meningkatkan kualitas iman seorang hamba, maka ia adalah hamba yang beruntung.

Yang sakit tetapi banyak istighfar, yang tidak kuliah atau kerja tetapi sangat berbakti kepada orang tua, yang miskin tetapi pandai bersyukur, yang single tetapi rajin beribadah, yang belum punya anak tetapi banyak memberi manfaat untuk orang lain, dll. Mereka jaauh lebih baik.


Bagi yang Allah uji dengan 'penantian'.

Menanti rezeki, menanti buah hati, menanti jodoh, menanti kesembuhan, menanti keberhasilan, bersabarlah!

Allah janjikan bagi hamba yang bersabar dengan pahala tanpa batas.

 إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS.Az-Zummar : 10)

Dan janji Allah itu pasti.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

"Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji." (QS.Ali-Imran: 9)

Memang lebih sulit menanti sesuatu yang kita tidak tahu sampai kapan batas waktu penantianya.

Kalau dianalogikan dengan menunggu kereta, menunggu kereta yang akan datang 1 jam lagi, atau 3 jam lagi, atau bahkan 10 jam lagi akan lebih ringan dibandingkan menunggu kereta yang tidak tahu kapan datangnya. (Maaf kalo contohnya gak nyambung 😁)

Maka dari itu pahala pun disesuaikan dengan ujian.
 إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاء

“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian”
[HR. at-Tirmidzi no. 2396 dan Ibnu Mâjah no. 4031 (Ash-Shahîhah no. 146)]

Dan ujian itu disesuaikan dengan kemampuan.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS.Al-Baqarah : 286)

Bagi yang masih menunggu sesuatu dari Allah mari bersabar !

Insya Allah kita mampu melaluinya.

Sesungguhnya ujian dunia itu sementara.

Kita harus pandai mencari nikmat Allah yang terlupa dikarenakan ujian yang besar.

Bagi yang merasa kekurangan harta, coba lihat kembali tubuhmu yang sempurna itu, banyak yang memimpikanya.

Bagi yang belum bertemu jodoh, coba lihat keluargamu yang anggotanya masih lengkap.

Bagi yang belum dikaruniai anak, coba lihat dompetmu, Allah beri kecukupan ekonomi.

Bagi yang sakit, coba ingat apakah ibadahmu terasa semanis ini saat kau sehat ?

Jika bukan hal itu, maka carilah nikmat yang lain....jangan luput sedikitpun.

Karena saat Allah menguji hamba dari satu pintu, maka Ia memberi nikmat dari pintu yang lain.

Seorang ulama berkata:

قد يجعل الله عطاءه في منعه

"Bisa jadi Allah memberi nikmat kepadamu di dalam ujian yang Ia beri."

Tinggal bagaimana kita pandai mencari nikmat dan pandai mensyukurinya.

Maka sebesar apapun ujian kita jangan merasa menjadi orang yang paling sengsara, dibandingkan dengan menangis duka, kita lebih pantas menangis bahagia karena begitu beruntungnya kita dengan segala nikmat yang Allah beri ♥

Seseorang pernah berkata :
"Kita bisa mengeluh mawar berduri atau bisa bersyukur duri bermawar."

Kekuatan pikiran positif dapat mengubah suasana hati dan sikap seseorang juga respon terhadap sesuatu yang dihadapinya.

Belum menikah itu seakan duri, tetapi jika kita bayangkan, betapa banyak mawar yang tumbuh diatasnya, ianya bisa lebih banyak menebar kebaikan, dapat fokus menuntut ilmu, .dapat melayani umat dengan mengajar, atau profesi lainya, dapat lebih berbakti kepada kedua orang tua, dapat membelanjakan hartanya sesuai keinginan tanpa memikirkan apapun.

Belum memiliki anak, seakan duri, tetapi seperti halnya menikah, belum memiliki anak pun mempunyai banyak mawar. Bisa mempunya waktu berdua dengan pasangan lebih banyak, dapat melakukan hal lain yang bermanfaat dengan maksimal..

Allah kasih seseorang insomnia, bisa jadi supaya dia dapat sholat malam dengan mudah.

Allah kasih seseorang kesulitan, bisa jadi supaya dia lebih tawakkal dan berharap hanya pada Allah.

Bukankah itu mawar yang indah ? Meski terlihat berduri 😇

Warna-warni Jadi Mommy



Menjadi seorang ibu baru, yang terjun ke dalam dunia baru, bersama teman (kecil) baru, begitu mengagetkan, dan membuat penasaran.

Jadi ibu itu sering main tebak-tebakan.

Ketika menggendong si kecil yang mulet-mulet yang dikira ingin sendawa, tiba-tiba "prutt"....ternyata buang angin.

Ketika dikira ingin buang angin (dibiarkan rebahan dikasur) ehh...ternyata keluar gumoh.

Ketika ada bunyi menggeleggar, dikira pup. Ketika sudah siap digantikan ternyata ZONK.

Sering mencurigai si kecil dengan pup dikarenakan bunyi dan semerbak yang luar biasa.😆

Jadi ibu itu harus gerak cepat.

Ketika mengganti popok, jika lambat sedikit maka akan ada air mancur kecil yang menyebabkan ganti selemek, baju..dll.

Atau ketika habis mandi, jika lambat sedikit memakaikan popok, maka sudah dipastikan akan ganti handuk.

Sepersekian detik itu sangat menentukan 'keberhasilan' 😄

Jadi ibu itu sering galau.

Ketika sikecil terjaga dan 'mengajak' main ia ingin sekali menemaninya.

Tetapi kadang kerjaan rumah menyahut.
"Mumpung dia anteng, urus akuu!!"

Jadi ibu itu suka sering khawatir.

Gimana kalau saat sikecil tidur ada hewan kecil mengganggunya.

Rasanya tidak tega, ia begitu mungil untuk seekor nyamuk sekalipun.

Jadi ibu itu senang ketika melihat si kecil tertidur nyenyak sedangkan ia sendiri bermata panda.

Jadi ibu itu merasa 5 menit untuk merebahkan badan pun sangat berharga.

Jadi ibu itu harus tahu prioritas, masak dulu atau cuci baju dulu? Atau mandi dulu 😛

Jadi ibu itu kadang suka mendengar gema tangisan si kecil.

Saat asyik masak di dapur, atau sedang di toilet. Tiba-tiba terdengar tangisan, ketika di cek...si kecil sedang nikmat bobo. Halusin-nasi toh 😜

Jadi ibu itu sudah gabisa kaya dulu, cape dikit langsung bobo, laper dikit bisa langsung makan.

Jadi ibu itu harus mulai semuanya dari habis subuh, ketika tenaga masih prima dan si kecil masih nyenyak. Akan banyak yang bisa dikerjakan. Tetapi kalau habis sholat subuh dilanjut tidur (biasanya karena habis begadang)..alamat keteteran! Aduduuu

Jadi ibu itu harus siap kalo malem-malem dapet paket combo dari si kecil (BAB lalu gumoh, lalu ditutup dengan BAK).

Sempurna!

Begitu banyak petualangan antara ibu baru dan si kecil, ibu yang masih lugu.

Sudah banyak baca teori tentang bayi. Tetapi tetap mengedepankan perasaan pribadi.

Sebelumnya, ia mengira bahwa si kecil hanya memiliki dua dunia. Minum susu dan tidur.

Jadi ketika terjaga langsung diberi minum, berharap tidur. Kalau masih belum tidur merasa ASI nya tidak membuat kenyang si kecil.

Kini ia mengerti bahwa si kecil bisa juga bosan, ia ingin menambahkan 'bermain' dalam dunianya.

Sebelumnya semua reaksi dari si kecil terlihat sama. Tangisan lapar, rengekan bosan, erangan ingin sendawa.
Sehingga ia bingung apa yang harus dilakukan?

Waktu semakin berjalan dan ia semakin dapat membedakan semua itu dan dapat segera menyelesaikanya.

Sebelumnya suka cemas, ia tidak mungkin dapat mengawasi si kecil 24 jam.

'Serangan' dari hewan kecil sungguh mengancam, belum lagi pujian dari orang sekitar terhadap si kecil, dan berbagai masalah lain yang selalu menimbulkan kegundahan hati.

Kini ia memahami, betapapun ia mencintai si kecil usaha nya terbatas. Tetapi ia tak lupa bahwa disana ada Dzat yang Maha Menjaga, Dzat yang telah menjaga dirinya hingga kini, Maha dapat menjaga buah hatinya...sekarang dan seterusnya.

Ia tak lupa memintaNya untuk menjaga si kecil dengan doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانِِ وَ هَامَّةِِ وَ مِنْ كُلِّ عَيْنِِ لامَّةِِ
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracung dan dari pengaruh ‘ain yang buruk.” (HR. Bukhari)

Dan ketika melihat kelucuan tingkah sikecil, atau merasa bahagia memilikinya ia selalu  mengucapkan :

مَا شَآءَ اللهُ لاَ قُوَّةَ إلاَّ بِا للهِ
“Sungguh atas kehendak Allah-lah semua ini terwujud.”
(QS.Al-Kahfi : 39)
Ia tahu di depan sana akan ada banyak cerita bahagia dan juga rintangan, ia berdo'a agar menjadi ibu yang banyak bersyukur dan bisa bersabar 💜

Sabtu, 17 Juni 2017

I Love Summer


Sebagai pendatang dari negara yang memiliki dua musim, musim kemarau dan hujan. Keberadaan empat musim di Korea ini selalu menarik perhatianku.


Perubahan musim ke musim menjadi sorotanku, bisa dibilang agak ‘norak’ yaa, tetapi niatnya memang untuk mentadaburi ciptaan Allah ko 😇


Yang pasti aku senang menuliskan tentang musim-musim ini, khususnya musim 'baru' seperti gugur, dingin, dan semi. 

Sekarang, sudah masuk bulan Juni, yang artinya musim panas sudah lama bertamu. Pada awalnya, musim panas bukan hal menarik yang ingin aku tuliskan, karena di Indonesia pun ada musim panas, dan seakan musim panas itu tidak memiliki simbol khusus seperti musim lainya, seperti bunga adalah simbol musim semi, daun untuk musim gugur dan salju untuk musim dingin.

Musim panas mungkin bersimbolkan pantai dan semangka, tetapi itu tidak begitu unik menurutku.

Dan juga karena kedatangan musim panas ini tidak di sambut hangat oleh orang-orang (terutama pada puncaknya) karena mentari yang bersinar terang, udara yang gerah, dan tingkat kelembapan yang tinggi.

Di bulan Juni ini masih kita dapati angin yang sepoi-sepoi meskipun panas terik. Dan -katanya- bulan Juli nanti adalah puncak musim panas yang dimana kita tidak akan menemukan angin. Hanya gerah, sumuk, panas dan ongkep

Itulah yang menjadi penyebab malasnya orang untuk bepergian, bahkan untuk keluar rumah sekalipun. Memang lebih nyaman bersantai dalam rumah dibawah kesejukan AC.

Bagiku yang suka 'kehangatan' (cuaca yang hangat) sampai detik ini aku tidak mengeluhkan panasnya hari. Bahkan aku sangat menikmati pancaran mentari, terlebih di waktu pagi.

Tetapi belum tau nih saat Juli nanti, apakah ada rasa ‘tidak betah’ dengan kedatangan musim ini ?

Seperti yang aku bilang diawal bahwa musim ini tidak begitu spesial di mataku, pada mulanya.

Tetapi setelah melewati musim gugur, dingin dan semi. Keberadaan musim ini begitu aku syukuri, seakan musim ini simbol kebangkitan dan kehidupan 😄

Berikut ini ulasanya.

Saat musim dingin, perbukitan menjadi botak dan kering, pepohonan ditinggalkan daunya saat musim gugur, kolam kecil membeku kedinginan, tanaman layu.

Tetapi saat musim panas datang, bukit-bukit kembali lebat dan hijau, pepohonan berasa hidup kembali dengan dedaunanya yang hijau segar, kolam kecil yang tadinya membeku kini hidup kembali dengan teratai hijau diatasnya, juga air mancur yang menghiasinya.




Jalan-jalan pagi yang tadinya tidak begitu menarik karena faktor dingin dan angin, kini menjadi menyenangkan bertemankan cahaya hangat mentari.

Para petani pun mulai bercocok tanam, di sepanjang jalan kita akan temui ladang-ladang mereka yang mulai tumbuh diatasnya berbagai macam sayuran.




Bunga bunga liar pun mulai berebut launching dengan warna warninya yang indah setelah yang tadinya kering kecokelatan seakan tidak ada harapan hidup kembali.


Para ibu rumah tangga (juga masyarakat pada umumnya), diuntungkan dengan cepat keringnya pakaian mereka yang dijemur, sehatnya apartemen yang dikunjungi cahaya matahari lewat jendela-jendela.

Kembali normalnya tekstur makanan, selai, mentega, dll.

Yaa, kita semua tahu bahwa sesuatu menjadi sangat berharga ketika kita sempat kehilanganya.

Kini musim panas sangat berarti di mataku.

Allah ciptakan matahari memang menjadi sumber kehidupan.

Segala sesuatunya hidup tanpa terkecuali.

Saat musim dingin, burung-burung lebih memilih menghangatkan diri di sarang mereka, pagi hari yang sepi.. tetapi kini suara kicauan burung terdengar dari segala sudut kota, sangat indaaah.

I LOVE SUMMER  💗

“Ya Rabb Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran: 191)



Kamis, 01 Juni 2017

Muslim di Korea Selatan


Menjadi muslim di Indonesia (negeri mayoritas muslim) merupakan nikmat yang sangat besar, bagaimana tidak ? 

Setiap 5 kali sehari mendengarkan seruan adzan yang dikumandangkan dari banyak masjid, tentu saja panggilan itu akan meresap dalam hati, menambah kekuatan iman dalam jiwa, dan mendapatkan kesempatan untuk membalas adzan dan berdo'a di antara adzan - iqomah.

Makanan halal dari versi restoran, sampai jajanan di pinggir jalan tersebar dimana-mana, dapat menikmatinya tanpa masuk ke lubang syubhat.

Masjid-masjid menjamur, sebagai seorang lelaki dapat meraih keutamaan dengan bolak balik masjid dengan berjalan kaki, dengan mudahnya.

Lingkungan yang mungkin belum 100% islami, tetapi banyak ditemukan wanita berpakaian rapih, menutup aurat dengan rapat, itu pun mendukung kualitas iman khususnya bagi lelaki.





KOREA SELATAN

“Hampir sebagian besar rakyat Korea Selatan memilih tidak beragama atau atheisme. Buddha adalah agama yang mempunyai penganut terbesar di Korea Selatan dengan 10.7 juta penduduk. Agama lainnya yang terbesar adalah Kristen Protestan dan Katolik Roma. Gereja Kristen terbesar di Korea Selatan, Yoido Full Gospel Church berlokasi di Seoul. Diperkirakan kurang dari 35.000 warga Korea yang beragama Islam, dengan 100.000 orang pekerja yang berasal dari negara Muslim, yaitu Bangladesh, Indonesia, dan Pakistan.” Sumber : wikipedia 

Karena jumlah muslimnya yang minim, fasilitas muslim pun belum tersebar keseluruh penjuru (semua butuh proses), terbukti dengan belum terdapat hal-hal yang ada di Indonesia.

Menjadi muslim di negeri atheis bukan hal yang mudah, karena kita harus benar-benar menjaga kualitas iman agar tidak merosot, menghidupkan nuansa rumah yang islami, bertahan dengan pakaian islami dan cara bergaul yang islami (khususnya dengan lawan jenis).

Sebenarnya itu pun harus dilakukan di negara muslim, bahkan dimanapun seorang muslim menginjakkan kakinya, tetapi usaha di negeri kafir jelaslah lebih 'berat'.

MASJID 💗

Alhamdulillah di beberapa kota, terdapat masjid besar dan dimakmurkan oleh muslim (korea maupun pendatang).

Beberapa masjid di Korea Selatan :
Masjid Central di Seoul,
Al-Falah di Seoul,
Al-Mujahidin di Inchoen,
AL-Hikmah di Daegu,
Baburrahmah di Ulsan,
Al-Fattah di Busan,
Al-Hidayah di Gimhae.


Di restoran halal pun biasanya menyiapkan tempat sholat, dan jika terdesak, sedang berada di tempat yang jauh dari mushola, kita bisa cari pojok café yang sepi (aman dari mata pelanggan) dan gelar sajadah disana, wudhu bisa dilsayakan di wastafel toilet cafe.

Di kota Gumi sendiri ada Masjid yang dimakmurkan oleh TKI Indonesia, bernama Al-Huda. Sebelumnya masjid bertempat di salah satu lantai apartement, tapi kini masjidnya sudah memiliki bangunan sendiri, 6 lantai , dari dasar (bawah tanah) sampai tingkat atas. Alhamdulillah.




Foto diambil dari Facebook Al-Huda, Gumi

Di masjid inilah tempat berkumpulnya muslim/muslimah Gumi.

Berbagai acara pernah diadakan disini, peresmian masjid, pernikahan, persiapan bazar (masak-masak),dll.

Jika ada acara tabligh akbar entah itu di dalam kota atau di luar kota, maka masjid pun memberikan fasilitas berupa transportasi untuk para jamaah yang ingin hadir menuntut ilmu.

Pada bulan Ramadhan (seperti sekarang ini) ada acara buka bersama di masjid, siapapun boleh ikut bergabung. Dilanjutkan taraweh berjamaah.

Pada hari jum’at, diadakan sholat jum’at berjamaah, dan setelah sholat selalu dibagikan snack, berupa gorengan, kacang-kacangan atau buah.

Di masjid ini pula ada kursus bahasa korea yang dibina oleh muallaf korea, Ustadz Zubair Lee.

Juga ada pembelajaran iqra/mengaji untuk anak-anak korea muslim.

Saya sendiri jarang ke masjid karena jaraknya tidak begitu dekat dari rumah (ditempuh dengan bus kurang lebih 20 menit), hanya jika ada acara tertentu dan kebetulan cocok dengan jadwal suami, maka saya pergi untuk bertemu teman-teman muslimah yang bisa hadir juga, tetapi mahasiswa-mahasiswa muslim  di kampus KIT (Indonesia,Uzbek, Pakistan, dll) setiap jum’at merutinkan sholat disana.

Selain hari jum’at mereka sholat di mushola yang disediakan di dalam kawasan kampus. Mushola ini didirikan oleh bagian internasional kampus, melihat kebutuhan mahasiswa/mahasiswi kampus terhadap tempat sholat.

MAKANAN 🍕

Karena Korea Selatan negara atheis, bukan ahlul kitab maka sembelihanya tidaklah halal untuk muslim.

Tetapi, karena daging lokal korea terbilang mahal (apalagi daging sapi nya), maka banyak impor dari Brazil ataupun Australia.

Untuk konsumsi sehari-hari (di rumah), kita dapat memesan daging halal lewat toko online, dan jika sangat terpaksa makan di luar rumah, kita dapat memilih menu seafood ataupun vegetarian (sup), dan di restoran selalu diberi keterangan dari mana daging yang mereka olah, jika ada penjelasan bahwa sapi di resto tersebut adalah impor dari negara ahlul kitab maka kita dapat membelinya.

Beberapa muslim disini ada yang tidak keberatan mengkonsumsi daging lokal (selama itu bukan babi) dengan alasan sulitnya mencari yang halal, juga konsumsi makanan ringan yang mengandung shortening hewani, lemak hewani, dll. Karena kondisi yang memaksa ataupun karena alasan yang lain.

Iman seorang muslim pun akan diuji lebih pada minuman keras, karena negara ini melegalkan alkohol, arak khas korea seperti soju/mekju. Minum-minum sudah menjadi tradisi dan adat masyarakat lokal, oleh karena itu harus sangat tegas menolak ketika diajak minum oleh senior atau atasan.


Semoga Allah selalu menjaga hamba-Nya yang muslim dari fitnah apapun. (Aamiin)


Bogor, Indonesia


Sebagai informasi tambahan, di Korea ada 4 kategori restoran yang bisa dikategorikan sebagai restoran yang muslim friendly, yaitu : (sumber: Facebook GAT for Muslim in Korea)

1. Halal Certified : Restaurants Certified by the Korea Muslim Federation (KMF). 

Artinya restoran yang sudah mendapat logo halal dari KMF maka sudah pasti restoran tersebut halal dan aman untuk muslim.

2. Self Certified : Restaurants run or have food cooked by Muslims and self-certified restaurants as Halal Restaurants. 

Artinya restoran tersebut dioperasikan/dijalankan oleh muslim dimana yang memasaknya pun muslim.

3. Muslim Friendly : Restaurants that can sell alcohol and provide only some or all Halal menu. 

Artinya restoran yang bisa menjual alkohol tetapi juga menjual makanan-makanan yang halal.

4. Pork Free : Contains meat but no pork. Thease are restaurants that do not offer a Halal Menu but do not use pork. 

Artinya restoran yang menjual daging-dagingan tetapi tidak menjual daging babi.

Untuk yang nomer 3 & 4, kita bisa teliti lagi dari mana daging sapi/ayam yang di olah, apakah lokal atau impor dari Brazil / Australia.

PAKAIAN 🎽


Disini (sekitar tempat tinggal saya), meskipun jumlahnya tidak banyak, saya dapat menemukan muslimah berhijab, mereka adalah mahasiswi Indonesia atau Malaysia.

Tetapi di luar wilayah kampus hampir tidak pernah menemukan wanita berhijab, kecuali di distrik shopping atau di subway  di Ibu kota, Seoul (itupun biasanya turis atau pendatang).

Rasanya bahagia kalau melihat yang berhijab, berasa menemukan saudara di tengah bumi rantau.

Ketika belanja di salah satu supermarket, saya pernah dikira orang Malaysia, ketika menjawab kami dari Indonesia, dia bingung oh ternyata Indonesia juga berhijab ya, bukan hanya Malaysia. Lalu kami jelaskan singkat bahwa yang berhijab itu muslimah, bisa Malaysia, Indonesia, dan negeri lainya.

Bogor, Indonesia
Selama 10 bulan tinggal di sini, Alhamdulillah tidak pernah menemukan gangguan dalam masalah pakaian, padahal saya memakai gamis dan kerudung. -Semoga selalu begitu-.

Bahkan ada beberapa muslimah yang memakai cadar(penutup muka), dan ketika saya tanya apa reaksi masyarakat lokal, mereka pun cerita bahwa mereka tidak menemukan masalah yang serius. Alhamdulillah.

Saya bisa berjalan-jalan dimanapun, kapanpun, dengan percaya diri, orang korea tidak begitu mempermasalahkan ‘perbedaanya’, meski begitu tetap saja sering dilirik, ya bisa banyak alasan sih, mungkin karena saya berwajah asing, juga karena pakaian yang tidak biasa, tetapi sebatas itu, di Indonesia pun saat memasuki wilayah yang tidak terbiasa dengan pakaian syar’i pun akan menemukan reaksi yang sama kan ?

Apalagi di daerah pelosok (jarang melihat orang asing), wilayah pasar, mereka akan melihat dengan mimik keheranan, jelas bahwa ‘ini aneh’, terlebih ibu-ibu dan nenek-nenek.

Tetapi itu tidak seberapa dibandingkan kenyamanan yang timbul dari kecuekan mereka kepada saya.

Diantara alasan mereka tidak mencela muslimah berhijab atau  mengganggu secara fisik (dari cerita orang dan pendapat sendiri) :

1.Kebanyakan orang korea tidak memiliki agama, jadi mereka sedikit buta tentang islam, so mereka tidak mengetahui  isu-isu miring yang beredar tentang islam, jadi mereka tidak parno/takut (islamphobia).

Biasanya yang menganggap islam  musuh adalah ‘agama’ diluar islam, karena mereka diberikan informasi miring tentang dunia islam. Meski begitu banyak juga kristiani (contohnya) yang sudah terbiasa dengan pemandangan ‘hijab’ dan tidak begitu mempermasalahkan.

2.Free style, sebagaimana mereka bebas memakai busana apapun, mungkin mereka juga berfikir seperti itu terhadap orang lain, khususnya orang asing.

3.Tingkat rasa cuek mereka yang tinggi. Kadang rasa peduli bisa jadi merugikan jika itu berlebihan (ngurusin hidup dan gerak gerik orang lewat yang tidak dikenal).

4.Dan banyak lagi.



        Semoga Allah memberi taufik kepada muslimin di Korea Selatan untuk menebar kebaikan dan berdakwah  di jalan Allah, mengenalkan indahnya islam lewat senyuman dan akhlak mulia, menjaga kemuliaan islam dan menjunjung tinggi syariat-Nya. (Aamiin)

 -sekian-

Minggu, 28 Mei 2017

Halal Korea





Apa itu halal korea ?

Adalah aplikasi untuk muslim yang ingin berkunjung ke Korea Selatan atau tinggal di sana, berisi berbagai fitur, diantaranya:

 

1.    Al-Qur’an, teks bahasa bersama cara pelafalan dengan teks latin, beserta arti dalam bahasa   inggris, juga ada suara.




2.    Waktu sholat, beserta peta mushola/masjid di Korea Selatan.

 

Banyak masjid di kota besar : Seoul, Daegu, Busan, Gwangju, Jeonju dll

3.    Kompas menentukan arah kiblat

4.    Travel, beserta informasi dan alamat tempat wisata alam juga tempat shopping, dan festival 4 musim, tempat bersejarah, juga informasi klinik dan rumah sakit dll

5.    Restoran, no babi, bersertifikat halal dan juga resep-resep masakan korea beserta gambar.

 


6.    Scan barcode untuk mengetahui status sebuah makanan atau minuman dari komposisinya.

Kita bisa setting (atur) hal yang ingin kita jauhi seperti : Alkohol, Babi, Hewani, Pabrik nya produksi barang mengandung babi --> maka yang akan keluar saat di scan adalah warna merah.

Dan hal yang aman, akan keluar warna hijau.


 

Belum sempat screen shoot lebih banyak, aplikasinya (scan barcode) sudah keburu hang, crash, dan sampai sekarang belum dapat dipakai. 

Harapanku semoga cepat diperbaiki dan di update lagi 😍

Scan Barcode

Bagian ini yang paling penting (karena untuk jadwal sholat ada aplikasi lain) dan yang sering aku gunakan, ini sangat memudahkan muslim dalam mengkonsumsi makanan atau minuman, kita dapat yakin dan merasa aman.

Meskipun begitu, tidak SEMUA barang yang ada di SETIAP supermarket dapat terdeteksi dengan ini, banyak juga yang belum terdaftar sehingga harus mengecek secara manual dengan membaca komposisinya, dengan bahasa korea!

Tetapi jangan bingung, karena kita akan tahu bahan apa yang halal, yang haram dan yang syubhat, teman-teman bisa cek disini.

Jujur saja aku masih pusing kalo ngecek satu-satu dari komposisinya, jadi yang belum terdaftar maka aku jauhi dan tidak membelinya.

Aku sangat merasa diuntungkan dengan adanya aplikasi ini (Alhamdulillah), karena banyak status barang yang jauh berbeda dari apa yang kita bayangkan, terlihat ‘aman’ ternyata mengandung alkohol, terlihat ‘bersih’ tetapi mengandung babi.

Dan itu sangat berbahaya kan, sekarang dengan adanya aplikasi ini, kita tidak bisa sembarangan makan dan minum hanya dengan mengandalkan ‘kira-kira’.

Belanja juga jadi lebih cepat (karena jika membaca komposisi akan lebih memakan waktu), dan lebih menyenangkan. 

Ternyata banyak juga yang bisa dikonsumsi di Korsel 😀😇

Contoh 'hasil buruan' yang aman dikonsumsi


Untuk info lebih lengkapnya bisa intip Facebook HalalKorea
.


Selasa, 09 Mei 2017

Brownies Pisang Nutella




Berawal dari sebuah link yang dikirmkan suami ku pada 17 Februari ini, ternyata itu link video singkat membuat brownies pisang nutella hanya dengan 5 jenis bahan.  Daaan, hanya menggunakan blender (no mixer).

Bahan-bahanya adalah sebagai berikut:

1.    3 buah pisang
2.    3 butir telur
3.    Cokelat bubuk 2 sdm
4.    Baking soda ½ sdt (aku pakai baking powder)
5.   Nutella 1 ½ cangkir (aku pakai kira-kira 4 sdm)



Alhamdulillah dirumah masih ada pisang 3 buah  (pas banget), dan bahan yang lain juga tersedia, segera aku tawarkan doi untuk camilan hari ini dan dia setuju. yeay ✌

So aku langsung menyiapkan  alat dan bahan dan mulai membuat, baru kusadari ternyata tidak  menggunakan tepung terigu sama sekali.

Setelah selesai dipanggang di dalam suhu 180 derajat celcius selama 35 menit, aku dinginkan dan aku potong-potong. terus aku coba deh, ehh ternyata rasanya nyokelatttt banget, mungkin ini terlalu manniessss untuk ukuran aku yang bukan pecinta 'sangat manis' 😁 tapi enakk..teksturnya basah dan pisangnya berasa 💕


karena loyang agak lebar jadi hasilnya browniesnya tipis


Alhamdulillah berhasil! uhuy! (gampang juga sih, hehe).

Yang mau ikutan nyoba bisa di lihat video nya biar lebih 'jelas', selamat mencoba dan selamat berhasil 😇