hanya menulis apa yang membuatku senang saat membacanya~

AHLAN

Selamat datang di blog ini.
Enjoy Reading !

Selasa, 18 September 2018

Buah Lokal Korea Selatan (Must Try!)



Salah satu makanan yang HALAL 10000% di Korea adalah BUAH!


Meski tak selengkap Indonesia dalam variasi buah-buahan nya, banyak juga loh buah-buahan yang dapat kamu temukan di Korea.

Diataranya : strawberry, jeruk, melon, semangka, pisang, pir, apel, kiwi, blueberry, dll.

Strawberry ada di musim dingin, bentuknya besar dan manis, dijual di mall, juga di pasar tradisional, kalau Semangka, ada di musim panas, harga nya cukup mahal jika dibandingkan dengan harga di Indonesia, satu buah semangka ukuran sedang bisa mencapai 12.000 won atau 120.000 rupiah. 

Diantara buah impor yang selalu tersedia disini adalah, apel, pir, pisang, anggur, blueberry dan lain-lain.

Sedangkan buah tropis, seperti pisang, pepaya, buah naga, manggis, mangga, kamu hanya dapat menemukannya dii mall besar, tetapi jangan terlalu berharap rasanya nikmat seperti di Tanah Air,  disamping harganya yang cukup mahal, buah-buahan yang sebagian besar diimport dari Philipina & Vietnam ini memiliki rasa yang ‘biasa saja’.

Berbeda dengan buah lokal korea selatan yang memiliki kualitas lebih baik dan rasa yang lebih nikmat.

Jika di Indonesia ada salak, rambutan, dan sawo … maka di Korsel ada mereka nihh…..

1.Kumquat 금귤 (gemgyul)

google

Pertama lihat buah ini saat akhir musim dingin 2018, di pasar tradisional , kita memutuskan untuk coba membeli, satu keranjang kecil dengan harga 3000 won (kurleb 30.000 rupiah).

Saya kira cara makan nya sama dengan jeruk pada umumnya, dikupas kulitnya, tetapi setelah lihat video orang korea mukbang kumquat ini, ternyata dimakan langsung dengan kulitnya.

Buah ini banyak dibuat selai, infused water, bolu, pudding, dan makanan olahan lainnya.
Rasanya ada yang asam  & manis .

Impression : biasa saja.

2. Plum 자두 (jadu)

google

Buah ini banyak variasi bentuk dan warna nya, saya hanya pernah mencoba plum merah.

Kulitnya merah tua/maroon keunguan. Teksturnya seperti mangga kweni yang berserat.

Rasanya segar cenderung asam. Buah ini bisa kamu dapatkan di mall-mall di Indonesia.

Impression : biasa saja.

3.Peach 복숭아 (boksung-a)

  

Buah ini juga banyak macamnya, ada peach putih, oranye, pink dll, ada di musim panas-gugur.

Pertama datang ke Korea, berkunjung ke rumah teman, disuguhi buah ini, bentuknya besar seperti apel, teksturnya keras dan bijinya sangat kecil, kulitnya berbulu halus.

Peach oranye ini saya tidak begitu suka.

Tetapi saat musim panas 2017 sebulan setelah anak kami lahir, buah peach yang berwarna pink lagi murah-murahnya, dua dus hanya 11000 won (kurleb 110.000 rupiah).

Peach ini menjadi buah tervavorit saya dan suami saat itu~ 

Bulu halus di permukaan kulit tidak terasa karena rasannya yang nikmat, daging buahnya tidak terlalu keras/lembek.

Segar cenderung manis, sangat membuat ketagihan.

Impression : sangat suka.

4.Perssimmon 감 (kam)

 
google

Kesemek, itulah nama buah ini di Indonesia.

Buah ini ada di musim gugur-dingin, pohonnya banyak di pinggir jalan, di tempat terbuka.

Ada versi matang & setengah matang.

Yang matang lembut seperti tomat dan rasanya sangat manis, adapun yang setengah matang teksturnya sedikit keras, seperti buah mangga muda dan rasanya tidak terlalu manis.

Pertama saya mencoba buah ini, saat pergi ke masjid Gumi pertama kali, di musim gugur 2016.
Selama di Indonesia saya juwaaarraaang sekali makan buah ini, itulah mengapa pada awalnya saya tidak menyadari bahwa ini adalah kesemek, karena lupa bentuk dan rasa nya.

Impression : suka.
5. Melon Korea 참외 (chamwe)

google

Buah ini seperti perpaduan antara melon dan timun suri, kulitnya licin dan tipis, daging buahnya lebih keras dari melon hijau, berair dan wangi~

Bisa dimakan langsung dengan kulitnya, dicampur dalam es sirup tak kalah nikmat.

Saat musim panas, kamu dapat membelinya dengan harga relatif murah,pernah suatu saat kita beli 6 buah dengan harga 5000 won saja (kurleb 50.000 rupiah).

Buah ini sepertinya bisa kamu dapatkan di mall-mall di Indonesia.
Impression : biasa saja, tetapi suami saya sangat suka.

****

Bukan hanya kimchi atau kimbab, 5 buah di atas harus kamu coba saat berkunjug ke Korea Selatan.

Mungkin masih banyak buah lokal Korea Selatan yanng tidak saya sebutkan di atas, tentu saja itu dikarenakan keterbatasan ilmu dan pengalaman saya.

See u next time.....!!



Rabu, 28 Maret 2018

Cara Menjawab Salam




Menebarkan salam merupakan kebaikan yang berbuah pahala, begitu juga menjawabnya.

Salam mengandung do'a yang mulia, sudah sewajarnya jika kita ingin mengucapkannya dengan tepat supaya makna dan tujuan dapat tercapai. *** Jika kita perhatikan kalimat salam dibawah ini :  السَّلَامُ عَلَيكُم (Assalaamu 'alaikum)

Ada Alif Lam (ال) yang bersambung pada kata "Salaam" , pertanda dia adalah isim MA'RIFAH مَعرِفَة (Kata yang bersifat khusus). Maka cara menjawabnya hanya ditukar tempat.
وَعَلَيكُم السَّلَامُ
(Wa'alaikumus-salaam)

TANPA menghilangkan Alif Lam (ال) , agar arti kata tidak berubah : "Kesejahteraan-itu" (dikhususkan). Lain halnya dengan bentuk kedua :

سَلَامٌ عَلَيكُم (Salaamun 'alaikum)

TIDAK ada Alif Lam (ال) yang bersambung dengan kata "Salaam" , yang berarti dia merupakan isim NAKIROH نَكِرَة (Kata yang bersifat umum). Maka cara menjawabnya juga ditukar tempat :

وَعَلَيكُم سَلَامٌ
(Wa'alaikum Salaam)

artinya : "Kesejahteraan apapun/manapun" (umum). Di indonesia ucapan salam yang umum kita gunakan (di masyarakat), adalah bentuk yang pertama (ma'rifah). Ucapan salam bentuk kedua (nakiroh) tidaklah salah.

Salam dalam bentuk nakiroh terdapat pada beberapa ayat dalam Al-Qur'an, salah satunya Surat  An-Nahl: 32.
(الَّذينَ تَتَوَفّاهُمُ المَلائِكَةُ طَيِّبينَ يَقولونَ سَلامٌ عَلَيكُمُ ادخُلُوا الجَنَّةَ بِما كُنتُم تَعمَلونَ)
"(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun 'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan"."

Kesimpulannya:

Jika salam bentuknya ma'rifah (khusus), maka jawabnya ma'rifah juga.

Jika bentuknya nakiroh (umum), maka jawabnya nakiroh juga.

Menjawab salam secara singkat berpahala, apalagi jika menjawab salam dengan lengkap (sebagaimana yang Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- ajarkan) pahalanya jadi berlipat :
وَعَلَيكُم السَّلام ورحمَةُ اللّهِ وبركَاتُهُ
Wa'alaikumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh ♥

Catatan: Kesimpulan saya dapatkan setelah bertanya kepada dua orang ustadzah saya -semoga Allah menjaga beliau berdua-

Wallahu a'lamu bisshawab.

Kata Tanya dalam Bahasa Arab



Bahasa arab adalah bahasa yang luas dan memiliki banyak cabang.

Di sekolah/kuliah, saat membahas suatu materi (contoh: idhofah/rangkaian kata yang memiliki arti kepemilikan) pertanyaan harus seputar materi itu tidak boleh bertanya 'diluar' pembahasan meskipun masih lingkup idhofah.

Jika naik level maka materinya (idhofah) diperluas lagi. Tambah tinggi level nya tambah rumit,  meskipun itu masih membahas idhofah.

Begitu juga dengan KATA TANYA.

Dulu, di tingkat SD belajar apa saja kata tanya itu.

Ada  هل، كيف، كم، لماذا، متى (Apakah, Bagaimana, Berapa,Mengapa,Kapan).

Hanya sebatas pengenalan dan cara menggunakanya dalam kalimat.

Dengan belajar bahasa arab, kita dapat mudah membaca Al-Qur'an, dari segi makhraj/pelafalan maupun dalam memahami artinya.

Di dalam Al-Qur'an BANYAK sekali kata tanya.

Ketika membaca beberapa ayat, aku sering bingung sendiri, aku menemukan kata tanya yang tidak bisa diartikan sebagaimana seharusnya (jelas ini karena dangkalnya ilmuku, karena Al-Qur'an begitu sempurna).

Seperti ayat-ayat dibawah ini :





Jika هل diartikan dengan "Apa/Apakah" maka kalimatnya tidak akan cocok.

Meskipun sudah membaca terjemahanya, aku masih bingung.

"Ko bisa begitu??"

Sampai akhirnya, aku tahu kalau kata tanya bisa berarti النفي NAFI/peniadaan. (Di bahasa indonesia ada "menafikan", mungkin itu serapan dari bahasa arab).

Itulah mengapa di terjemahan ayat ditulis dengan "tiada/bukan/tidak, dsb".

Letak perbedaan lainya adalah saat meng-i'rob (dalam ilmu Nahwu), disitu akan dijabarkan kegunaan kata tanya tersebut, bukan hanya untuk NAFI, tetapi juga untuk INKARI (pengingkaran), TAAJUBI (heran) dll.

Begitu juga dengan Kata كم (Berapa) ia bisa berarti "betapa", seperti dalam kalimat berikut :

كَم أنا أُحبّكِ
 (Kam Ana Uhibbuki)

"Betapa aku mencintaimu"

bukan

"Berapa banyak aku mencintaimu?"

~Belajar bahasa arab itu menyenangkan, apalagi bersama guru yang menyenangkan pula, dobel dobel deh ♥

Buat temen-temen yang sedang belajar bahasa Arab, terus semangat yaa !!

#sekian

Satu Huruf Yang Fatal



Memperhatikan panjang-pendek saat membaca Al-Qur'an itu sangatlah penting.

Oleh karena itu membaca lambat tetapi benar tajwid nya, lebih baik daripada cepat tetapi berantakan.

Tahukah kamu, kesalahan kecil pun bisa berdampak besar bagi makna ayat.

Seperti contoh di bawah ini:

Huruf لَا (Laa..dibaca panjang) artinya adalah "tidak/bukan", ia merupakan huruf naafi/peniadaan.

Jika kita TIDAK DIBACA PANJANG, maka menjadi لَ (La..dibaca pendek) artinya adalah "benar-benar" atau "sungguh-sungguh", ia merupakan huruf tawkid/penekanan.

Hanya berbeda satu huruf (  ا : alif) tetapi maknanya sangat berlawanan.

Seperti pada akhir surat pendek yang kita hafal ini : ﴿إِنَّ رَبَّهُم بِهِم يَومَئِذٍ لَخَبيرٌ﴾ "Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka." (QS.100: 11)

Jika لَ pada لَخَبيرٌ dibaca panjang maka akan menjadi kalimat negatif: "Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu TIDAK Mengetahui keadaan mereka." Juga sebaliknya, seperti pada potongan ayat berikut : ﴿... وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ المُفسِدِينَ﴾ "..dan Allah TIDAK menyukai orang-orang yang membuat kerusakan." (QS.5:64)

Jika لَا pada  لَا يُحِبُّ dibaca pendek maka artinya menjadi kalimat positif : "..dan Allah MENYUKAI orang-orang yang membuat kerusakan." Wah, serem banget kan kalau sampai bacanya terbalik? Apalagi jika itu berkaitan dengan hak Allah.
Mulai sekarang, yuk cek lagi panjang-pendek bacaan kita, belajar  tajwid dan makhroj lagii..supaya bacaan qur'an kita sesuai dengan makna nya.

Kita tahu, setiap huruf yang kita baca akan berbuah pahala, pasti kita ingin baca dengan baik dan benar kan?

Bagi yang belum lancar bacanya, jangan menyerah dan berhenti belajar, karena.. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

Lihat juga keutamaan membaca al-Qur'an supaya lebih semangat belajar! di sini!

Sekian♥

Dua Macam Hamzah





1. Hamzah Qath'i هَمْزَةُ القَطْعِ  (bentuknya أَ إِ أُ ء)

Hamzah qath'i bisa terdapat pada awal, tengah, maupun akhir kata.

Awal : أَبٌ  Abun : Bapak
Tengah : رَأْسٌ Ro'sun : Kepala
Akhir : قَرَأَ Qoro'a : Membaca

Salah satu cirinya adalah : dibaca secara JELAS baik saat terletak di tengah kalimat maupun di awal, juga saat bersambung dengan ال.

Contoh hamzah qath'i tanpa ال :

أُمٌّ ibu : ummun
إِسْلَامٌ islam : islaamun
أَحَدٌ  : satu/Esa : ahadun

Contoh hamzah qath'i saat diberi ال / bersambung dengan kata lain :

الأَحَدُ Al ahad
الأُمُّ Al ummu
الإِسْلَامُ Al islaamu
بِالإِسْلَامِ Bil islaami
هُوَ الأَحَدُ Huwal ahadu
مِنْ أُمٍّ Min ummin

2. Hamzah Washl هَمْزَةُ الوَصْلِ ( ا , tidak ada ء nya )

Hamzah washl selalu terletak di awal kata.

Jika di tengah/akhir kata, dinamakan alif.

Salah satu cirinya : TIDAK dibaca jelas saat berada di tengah kalimat, atau saat bersambung dengan ال, namun DIBACA saat tidak bersambung dengan ال , dan terletak di awal kalimat.

Contoh hamzah washl tanpa ال :

اِبْنٌ  anak laki-laki : ibnun
اِسْمٌ   nama : ismun
اِسْتِقَامَةٌ konsisten : istiqoomatun

Contoh hamzah washl diberi ال / bersambung dengan kata lain :

الاِسْمُAlismu
الاِسْتِقَامَةُ Alistiqoomatu
الاِبْنُ Alibnu
بِالاِسْتِقَامَةِ Bilistiqoomati
عَنْ اِبْنِ Anibni'
مَا الاِسْمُ Malismu

Sebenarnya, Huruf alif pada ال termasuk hamzah washl, tetapi yang di bahas di atas hanya hamzah washl yang termasuk huruf pokok sebuah isim/kata.



(Gambar beserta penjelasanya saya copas dari sini)

Ini mungkin akan memperjelas pemahaman tentang perbedaan antara Hamzah qath'i, hamzah washl & alif.

Huruf yang ditampilkan dengan warna BIRU, itulah yang disebut dengan Hamzah qath'i. Sementara itu huruf yang ditampilkan dengan warna HIJAU disebut dengan Alif, sedangkan huruf berwarna MERAH disebut sebagai Hamzah washl.

Sekian~

Jumat, 26 Januari 2018

My First Bibimbap ♥


Bibimbap adalah masakan Korea berupa semangkuk nasi putih dengan lauk di atasnya berupa sayur-sayuran, daging sapi, telur, dan saus pedas gochujang. Namanya secara harafiah berarti "nasi campur" yang berasal dari kata 비빔 (campur) dan 밥 (nasi). Sebelum dimakan, nasi dan lauk diaduk menjadi satu.

Bibimbap memiliki variasi yang banyak menurut daerahnya di Korea. Kota Jeonju di Jeolla Utara adalah kota asal variasi bibimbap daerah yang paling terkenal di Korea. "Jeonju bibimbap" (nasi campur Jeonju) merupakan bibimbap yang berisi lauk pauk yang paling banyak di Korea. (Wikipedia)

Google : bibimbap

Setelah mendapatkan saus gochujang (beli online) yang tidak mengandung alkohol, akhirnya (untuk pertama kali) aku  bikin bibimbap jugaaa!!

Ternyata memasaknya cukup mudah, dan tidak memakan waktu lama.

Disini, aku akan share resep bibimbap yang aku buat, resep gabungan dari maangchi dan juga dbento, sekalian kita belajar sedikit bahasa korea bersama-sama yaa !! (Bagi kamu yang belum bisa baca tulisan korea, bisa mampir  dulu ke postingan-ku dengan judul:  pengenalan hangeul/alphabet korea)

Yuk langsung mulai masaaak !!

Bahan-bahan :


Nasi matang
Tauge
Paprika
Wortel
Zuccini
Telur 1 butir
Ikan salmon kaleng
Biji wijen
Minyak wijen
Garam
Daun bawang (optional)
Bawang putih (optional)
Kecap asin (Aku pakai ABC)
Gochujang/Pasta cabai korea (Wajib ada)




Cara membuat:


*Rebus tauge hingga cukup matang (tiriskan, campur dengan sedikit minyak wijen, biji wijen, garam & sedikit bawang putih halus). Sisakan sedikit tauge beserta kuahnya yang sudah diberi garam dan daun bawang untuk sup tauge.

*Iris wortel, paprika & zuccini tipis dan memanjang (seperti korek api), lumuri dengan garam secukupnya, lalu biarkan sebentar sampai agak berair...setelah itu tumis diatas api hingga matang secara terpisah.

*Iris halus daun bawang

*Tumis salmon kaleng sebentar

*Ceplok 1 butir telur ayam

*Campurkan saus gochujang dengan kecap asin, minyak wijen & biji wijen

Platting :

Ambil nasi secukupnya dan taruh di mangkuk, berikan sayuran-sayuran & salmon di atas nasi secara melingkar dan berurutan.

(Di mangkuk kedua taruh telur ceplok sebagai ganti dari salmon)

Beri saus gochujang dan daun bawang.

Taburi dengan biji wijen.

Hidangkan bibimbap dengan sup tauge. Campur nasi dan lauk jadi satu sebelum dimakan. 


Alhamdulillah nikmaaat! Mirip gado-gado sih sebenarnya, bedanya bibimbap pakai gochujang, bukan sambal kacang. Jadi rasanya asam pedas manis asin jadi satu!

Sesuaikan lauk dengan selera dan kreatifitas kamu, yang terpenting dari bibimbap adalah saus gochujang nya. Jika tidak ada gochujang, bisa buat sendiri dengan bahan yang tersedia di rumah, resepnya bisa kamu lihat di google atau di blog dbento (yang sudah aku beri link) di atas.

Sebenarnya aku pernah coba buat gochujang sendiri, karena gagal jadi maaf ya aku tidak berbagi resepnya. Hehehe

Sekian dan selamat mencoba!


Kamis, 25 Januari 2018

Sembuhkan Mata Ikan Tanpa Operasi !


Mata ikan, atau biasa dikenal dengan nama clavus, adalah penebalan kulit akibat tekanan dan gesekan yang terjadi berulang kali. Mata ikan biasanya berbentuk bulat berukuran lebih kecil dibanding kapalan, dan memiliki bagian tengah keras yang dikelilingi kulit yang meradang. Penebalan yang berlebihan pada bagian kulit yang berubah menjadi mata ikan juga bisa menimbulkan rasa nyeri.
(sumber : Alodokter)

Prolog :

Satu tahun yang lalu saat masih di Indonesia, aku terkena mata ikan di jari kaki, awalnya tidak sakit, lama kelamaan sakit dan sangat mengganggu. 

Pernah aku obati dengan bawang putih atas saran seorang kerabat tetapi saat itu aku tidak tahu berapa lama dan bagaimana cirinya kalau sudah sembuh, hanya beberapa hari aku pakai bawang putih dan aku berhenti karena aku pikir sudah sembuh (tidak sakit lagi).

google : si putih yang penuh manfaat

Setelah berganti minggu (aku sudah di Korea Selatan) ternyata sakitnya muncul lagi, dan bahkan mata ikan-nya telah berkembang biak💔

Banyak pilihan pengobatan yang aku temukan setelah googling, dengan memakai plaster khusus mata ikan , operasi kecil, dll.
google : plaster mata ikan

Akhirnya aku teringat usahaku yang belum selesai (dengan bawang putih), dan kepikiran ingin meneruskan-nya, bagaimanapun hasilnya yang penting ikhtiyar !

Sembuhkan mata ikan dengan bawang putih.

Modal :
1.Bawang putih (wajib)
2.Hansaplas biasa (wajib)
3.Alat pengangkat kulit mati (tidak wajib)

Cara:
1.Tumbuk bawang putih (gak harus halus banget)
2. Bubuhkan di atas mata ikan (jangan keluar dari area mata ikan karena efeknya akan melepuh di kulit).
3.Tutup dengan hansaplas hingga rapat.
4.Lakukan ini di malam hari sebelum tidur, saat bangun tidur lepas dan cuci hingga bersih (tidak disarankan saat siang hari karena banyaknya aktivitas dan rentan terkena air).
5.Lakukan ini setiap hari sampai mata ikan yang tadinya putih, berubah menjadi hitam.
6.Setelah menghitam, bersihkan dengan alat pengangkat kulit mati (lihat di bukalapak). 
Jika tidak ada alatnya, bisa pakai peniti/jarum untuk mencabutnya (disterilkan dulu agar tidak infeksi).
google : gambar alat pengangkat kulit mati


Hasil :
(Pengobatan memakan waktu kurang lebih satu minggu.)
Setelah mata ikan dicabut, kulit akan sedikit berlubang, tetapi tidak lama akan menyatu kembali dengan izin Allah. (seingatku aku oleskan minyak zaitun untuk mempercepat penyatuan jaringan kulit).
Epilog :

ALHAMDULILLAH...SEMBUH 100%....LEGA BANGET!

Meskipun tiap malam harus mencium bau bawang putih yang semerbak, juga merasakan linu/sakit saat bawang putih sedang memerangi 'monster' mata ikan, tidak mengapa karena itulah harga sebuah kesembuhan. Relatif 'murah' dibandingkan operasi bukan?

Jika kalian memiliki kasus yang sama, jangan ragu untuk mencoba ya!

Bismillah!
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” [QS Asy Syu’ara: 80]