hanya menulis apa yang membuatku senang saat membacanya~

AHLAN

Selamat datang di blog ini.
Enjoy Reading !

Rabu, 28 Maret 2018

Satu Huruf Yang Fatal



Memperhatikan panjang-pendek saat membaca Al-Qur'an itu sangatlah penting.

Oleh karena itu membaca lambat tetapi benar tajwid nya, lebih baik daripada cepat tetapi berantakan.

Tahukah kamu, kesalahan kecil pun bisa berdampak besar bagi makna ayat.

Seperti contoh di bawah ini:

Huruf لَا (Laa..dibaca panjang) artinya adalah "tidak/bukan", ia merupakan huruf naafi/peniadaan.

Jika kita TIDAK DIBACA PANJANG, maka menjadi لَ (La..dibaca pendek) artinya adalah "benar-benar" atau "sungguh-sungguh", ia merupakan huruf tawkid/penekanan.

Hanya berbeda satu huruf (  ا : alif) tetapi maknanya sangat berlawanan.

Seperti pada akhir surat pendek yang kita hafal ini : ﴿إِنَّ رَبَّهُم بِهِم يَومَئِذٍ لَخَبيرٌ﴾ "Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka." (QS.100: 11)

Jika لَ pada لَخَبيرٌ dibaca panjang maka akan menjadi kalimat negatif: "Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu TIDAK Mengetahui keadaan mereka." Juga sebaliknya, seperti pada potongan ayat berikut : ﴿... وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ المُفسِدِينَ﴾ "..dan Allah TIDAK menyukai orang-orang yang membuat kerusakan." (QS.5:64)

Jika لَا pada  لَا يُحِبُّ dibaca pendek maka artinya menjadi kalimat positif : "..dan Allah MENYUKAI orang-orang yang membuat kerusakan." Wah, serem banget kan kalau sampai bacanya terbalik? Apalagi jika itu berkaitan dengan hak Allah.
Mulai sekarang, yuk cek lagi panjang-pendek bacaan kita, belajar  tajwid dan makhroj lagii..supaya bacaan qur'an kita sesuai dengan makna nya.

Kita tahu, setiap huruf yang kita baca akan berbuah pahala, pasti kita ingin baca dengan baik dan benar kan?

Bagi yang belum lancar bacanya, jangan menyerah dan berhenti belajar, karena.. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

Lihat juga keutamaan membaca al-Qur'an supaya lebih semangat belajar! di sini!

Sekian♥

Dua Macam Hamzah





1. Hamzah Qath'i هَمْزَةُ القَطْعِ  (bentuknya أَ إِ أُ ء)

Hamzah qath'i bisa terdapat pada awal, tengah, maupun akhir kata.

Awal : أَبٌ  Abun : Bapak
Tengah : رَأْسٌ Ro'sun : Kepala
Akhir : قَرَأَ Qoro'a : Membaca

Salah satu cirinya adalah : dibaca secara JELAS baik saat terletak di tengah kalimat maupun di awal, juga saat bersambung dengan ال.

Contoh hamzah qath'i tanpa ال :

أُمٌّ ibu : ummun
إِسْلَامٌ islam : islaamun
أَحَدٌ  : satu/Esa : ahadun

Contoh hamzah qath'i saat diberi ال / bersambung dengan kata lain :

الأَحَدُ Al ahad
الأُمُّ Al ummu
الإِسْلَامُ Al islaamu
بِالإِسْلَامِ Bil islaami
هُوَ الأَحَدُ Huwal ahadu
مِنْ أُمٍّ Min ummin

2. Hamzah Washl هَمْزَةُ الوَصْلِ ( ا , tidak ada ء nya )

Hamzah washl selalu terletak di awal kata.

Jika di tengah/akhir kata, dinamakan alif.

Salah satu cirinya : TIDAK dibaca jelas saat berada di tengah kalimat, atau saat bersambung dengan ال, namun DIBACA saat tidak bersambung dengan ال , dan terletak di awal kalimat.

Contoh hamzah washl tanpa ال :

اِبْنٌ  anak laki-laki : ibnun
اِسْمٌ   nama : ismun
اِسْتِقَامَةٌ konsisten : istiqoomatun

Contoh hamzah washl diberi ال / bersambung dengan kata lain :

الاِسْمُAlismu
الاِسْتِقَامَةُ Alistiqoomatu
الاِبْنُ Alibnu
بِالاِسْتِقَامَةِ Bilistiqoomati
عَنْ اِبْنِ Anibni'
مَا الاِسْمُ Malismu

Sebenarnya, Huruf alif pada ال termasuk hamzah washl, tetapi yang di bahas di atas hanya hamzah washl yang termasuk huruf pokok sebuah isim/kata.



(Gambar beserta penjelasanya saya copas dari sini)

Ini mungkin akan memperjelas pemahaman tentang perbedaan antara Hamzah qath'i, hamzah washl & alif.

Huruf yang ditampilkan dengan warna BIRU, itulah yang disebut dengan Hamzah qath'i. Sementara itu huruf yang ditampilkan dengan warna HIJAU disebut dengan Alif, sedangkan huruf berwarna MERAH disebut sebagai Hamzah washl.

Sekian~

Jumat, 26 Januari 2018

My First Bibimbap ♥


Bibimbap adalah masakan Korea berupa semangkuk nasi putih dengan lauk di atasnya berupa sayur-sayuran, daging sapi, telur, dan saus pedas gochujang. Namanya secara harafiah berarti "nasi campur" yang berasal dari kata 비빔 (campur) dan 밥 (nasi). Sebelum dimakan, nasi dan lauk diaduk menjadi satu.

Bibimbap memiliki variasi yang banyak menurut daerahnya di Korea. Kota Jeonju di Jeolla Utara adalah kota asal variasi bibimbap daerah yang paling terkenal di Korea. "Jeonju bibimbap" (nasi campur Jeonju) merupakan bibimbap yang berisi lauk pauk yang paling banyak di Korea. (Wikipedia)

Google : bibimbap

Setelah mendapatkan saus gochujang (beli online) yang tidak mengandung alkohol, akhirnya (untuk pertama kali) aku  bikin bibimbap jugaaa!!

Ternyata memasaknya cukup mudah, dan tidak memakan waktu lama.

Disini, aku akan share resep bibimbap yang aku buat, resep gabungan dari maangchi dan juga dbento, sekalian kita belajar sedikit bahasa korea bersama-sama yaa !! (Bagi kamu yang belum bisa baca tulisan korea, bisa mampir  dulu ke postingan-ku dengan judul:  pengenalan hangeul/alphabet korea)

Yuk langsung mulai masaaak !!

Bahan-bahan :


Nasi matang
Tauge
Paprika
Wortel
Zuccini
Telur 1 butir
Ikan salmon kaleng
Biji wijen
Minyak wijen
Garam
Daun bawang (optional)
Bawang putih (optional)
Kecap asin (Aku pakai ABC)
Gochujang/Pasta cabai korea (Wajib ada)




Cara membuat:


*Rebus tauge hingga cukup matang (tiriskan, campur dengan sedikit minyak wijen, biji wijen, garam & sedikit bawang putih halus). Sisakan sedikit tauge beserta kuahnya yang sudah diberi garam dan daun bawang untuk sup tauge.

*Iris wortel, paprika & zuccini tipis dan memanjang (seperti korek api), lumuri dengan garam secukupnya, lalu biarkan sebentar sampai agak berair...setelah itu tumis diatas api hingga matang secara terpisah.

*Iris halus daun bawang

*Tumis salmon kaleng sebentar

*Ceplok 1 butir telur ayam

*Campurkan saus gochujang dengan kecap asin, minyak wijen & biji wijen

Platting :

Ambil nasi secukupnya dan taruh di mangkuk, berikan sayuran-sayuran & salmon di atas nasi secara melingkar dan berurutan.

(Di mangkuk kedua taruh telur ceplok sebagai ganti dari salmon)

Beri saus gochujang dan daun bawang.

Taburi dengan biji wijen.

Hidangkan bibimbap dengan sup tauge. Campur nasi dan lauk jadi satu sebelum dimakan. 


Alhamdulillah nikmaaat! Mirip gado-gado sih sebenarnya, bedanya bibimbap pakai gochujang, bukan sambal kacang. Jadi rasanya asam pedas manis asin jadi satu!

Sesuaikan lauk dengan selera dan kreatifitas kamu, yang terpenting dari bibimbap adalah saus gochujang nya. Jika tidak ada gochujang, bisa buat sendiri dengan bahan yang tersedia di rumah, resepnya bisa kamu lihat di google atau di blog dbento (yang sudah aku beri link) di atas.

Sebenarnya aku pernah coba buat gochujang sendiri, karena gagal jadi maaf ya aku tidak berbagi resepnya. Hehehe

Sekian dan selamat mencoba!


Kamis, 25 Januari 2018

Sembuhkan Mata Ikan Tanpa Operasi !


Mata ikan, atau biasa dikenal dengan nama clavus, adalah penebalan kulit akibat tekanan dan gesekan yang terjadi berulang kali. Mata ikan biasanya berbentuk bulat berukuran lebih kecil dibanding kapalan, dan memiliki bagian tengah keras yang dikelilingi kulit yang meradang. Penebalan yang berlebihan pada bagian kulit yang berubah menjadi mata ikan juga bisa menimbulkan rasa nyeri.
(sumber : Alodokter)

Prolog :

Satu tahun yang lalu saat masih di Indonesia, aku terkena mata ikan di jari kaki, awalnya tidak sakit, lama kelamaan sakit dan sangat mengganggu. 

Pernah aku obati dengan bawang putih atas saran seorang kerabat tetapi saat itu aku tidak tahu berapa lama dan bagaimana cirinya kalau sudah sembuh, hanya beberapa hari aku pakai bawang putih dan aku berhenti karena aku pikir sudah sembuh (tidak sakit lagi).

google : si putih yang penuh manfaat

Setelah berganti minggu (aku sudah di Korea Selatan) ternyata sakitnya muncul lagi, dan bahkan mata ikan-nya telah berkembang biak💔

Banyak pilihan pengobatan yang aku temukan setelah googling, dengan memakai plaster khusus mata ikan , operasi kecil, dll.
google : plaster mata ikan

Akhirnya aku teringat usahaku yang belum selesai (dengan bawang putih), dan kepikiran ingin meneruskan-nya, bagaimanapun hasilnya yang penting ikhtiyar !

Sembuhkan mata ikan dengan bawang putih.

Modal :
1.Bawang putih (wajib)
2.Hansaplas biasa (wajib)
3.Alat pengangkat kulit mati (tidak wajib)

Cara:
1.Tumbuk bawang putih (gak harus halus banget)
2. Bubuhkan di atas mata ikan (jangan keluar dari area mata ikan karena efeknya akan melepuh di kulit).
3.Tutup dengan hansaplas hingga rapat.
4.Lakukan ini di malam hari sebelum tidur, saat bangun tidur lepas dan cuci hingga bersih (tidak disarankan saat siang hari karena banyaknya aktivitas dan rentan terkena air).
5.Lakukan ini setiap hari sampai mata ikan yang tadinya putih, berubah menjadi hitam.
6.Setelah menghitam, bersihkan dengan alat pengangkat kulit mati (lihat di bukalapak). 
Jika tidak ada alatnya, bisa pakai peniti/jarum untuk mencabutnya (disterilkan dulu agar tidak infeksi).
google : gambar alat pengangkat kulit mati


Hasil :
(Pengobatan memakan waktu kurang lebih satu minggu.)
Setelah mata ikan dicabut, kulit akan sedikit berlubang, tetapi tidak lama akan menyatu kembali dengan izin Allah. (seingatku aku oleskan minyak zaitun untuk mempercepat penyatuan jaringan kulit).
Epilog :

ALHAMDULILLAH...SEMBUH 100%....LEGA BANGET!

Meskipun tiap malam harus mencium bau bawang putih yang semerbak, juga merasakan linu/sakit saat bawang putih sedang memerangi 'monster' mata ikan, tidak mengapa karena itulah harga sebuah kesembuhan. Relatif 'murah' dibandingkan operasi bukan?

Jika kalian memiliki kasus yang sama, jangan ragu untuk mencoba ya!

Bismillah!
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” [QS Asy Syu’ara: 80]


Senin, 08 Januari 2018

Sebuah Jempol (Bijak saat bersosmed)


sumber : google

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS.Al-Zalzalah : 7-8)

Pembaca yang budiman, seperti yang kita ketahui sekarang, di 'zaman now' ini, seseorang dapat melakukan interaksi hanya dengan duduk sendirian di kamar yang terkunci.

Ia dapat ber-sosialisasi dengan orang lain tanpa melangkah keluar rumah.

Ia dapat membela atau memerangi orang lain  hanya bermodalkan benda tipis segi empat.

Bahkan, ia dapat membangun atau menghancurkan dunia hanya dengan sebuah jempol !

Ya!

Seseorang itu adalah saya dan anda !

Kita semua telah terancam oleh benda favorit kita sendiri.

Lalu, sudahkah kita berhati-hati dengan senjata yang tak tajam ini ?

Sudahkah kita mengendalikan jemari kita ?

Saya pribadi sudah lama bertekad untuk ‘pelit’ jempol, sudah menjadi prinsip saya untuk tidak me-like foto apapun yang disitu ada seorang wanita baligh, karena menurut saya, sebuah jempol itu berarti menyukai, menerima, dan mendukung.

Kita semua tahu bahwa wanita adalah fitnah (godaan) bagi kaum lelaki, karenanya Allah memerintahkan muslimah untuk tidak memperlihatkan 'perhiasannya' kepada lelaki asing (non mahrom), dengan memberikan jempol atau komentar, itu berarti kita mendukung si empunya  menyebarkan fotonya dan mengulangi kembali, kita juga mendukung lelaki berbuat dosa.

Saya tahu ini terdengar sepele, banyak pula yang meremehkan, mungkin akan ada yang menyebut saya lebaaay, kolot dll. it really doesn't matter to me.

Jika kita sudah 5 tahun berselancar di facebook dan instagram (dan beragam aplikasi lainya),bisa dibayangkan berapa banyak jempol kita yang tersebar, juga komentar, belum lagi tautan yang kita share, tanpa kita sadari ada yang berisi ghibah, berita bohong, memprovokasi, membuat panas mata dan dada, menyakiti orang lain, mempertontonkan aurat dll.

"Tetapi ini isinya bermanfaat loh."

Ya! niat kita memang tulus, ingin membagikan ilmu, ataupun sekadar hiburan, karena tidak sedikit dari  'postingan berbahaya'  itu yang berisi kebaikan.

Tetapi Kaidah fikih menyebutkan:

درء المفاسد مقدم على جلب المصالح

Dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil masholih.

"Mencegah mudhorot (kerusakan/keburukan) lebih diutamakan daripada mengambil manfaat."

contoh :

-Ada artikel yang terselip nasehat, peringatan akan bahayanya menyebrang jalan saat lampu lalu lintas berwarna hijau, tetapi disitu menceritakan tentang seseorang yang melanggar aturan tsb, ia menyebrang dan hampir tertabrak dan bla bla bla.-

Dengan niat yang baik kia membagikan artikel tsb, lalu kita mencela orang tadi, membodoh-bodohkan dia, plus komentar nyelekit lainya, akhirnya teman 'medsos' ikut nimbrung dan terjadilah gosip panas di tautan kita.

Dari kaidah fikih diatas, kita akan simpulkan bahwa : tidak membagikan artikel tadi dengan tujuan mencegah terjadinya gosip lebih diutamakan daripada membagikanya dengan tujuan menasehati dan mengingatkan.

Solusinya, lebih baik mencari artikel nasehat lain yang lebih 'aman' untuk dibagikan.

Yang lebih extreme lagi, kini ada semacam layanan dari facebook mengajak untuk menerawang masa depan.

"Seperti apa jodohmu nanti?"

"Apa yang akan kamu dapatkan di tahun ini?"

"Tahun berapa anda akan memiliki anak perempuan?"

dan ajakan lain yang merupakan ramalan nasib. Itu adalah kesyirikan yang dibungkus dengan hiburan, candaaan, seru-seruan! Karena hanya Allah-lah yang tahu masa depan.

Hal itu sangat berbahaya, apalagi jika orang lain ikut mencoba karena kita membagikan hal serupa, dan dilanjutkan oleh temanya lagi, dan seterusnya.

Begitu juga dengan akun instagram, public figur yang menebarkan aurat, lelaki yang menyerupai perempuan, pecinta film/k-drama, gosip selebritis, dll.

Mungkinkah jika follower mereka NOL/sedikit mereka akan terus bersemangat mengupload foto demi foto ?

Dengan kita unfollow akun mereka, kita dapat menyelamatkan dunia kita, lambat laun, entah itu berpuluh-puluh tahun kedepan (jika aplikasinya masih exis) dunia -khususnya dunia maya- anak cucu kita akan aman.

Jika kita melakukannya dengan niat menjaga mata & hati kita, mencegah keburukan dari masyarakat, Insya Allah tidak akan rugi! Percayalah :)

Yuk sekarang kita sama-sama perhatikan sikap kita di medsos !

Yuk sekarang kita belajar meng-rem jari jari kita sebelum klik  ‘like’, ‘komentar’ &  'share', untuk melihat ulang tautan yang berkaitan.

Agar setelah kita ‘pergi’ nanti, tidak akan meninggalkan jejak yang tidak Allah ridhai.

Saya menyadari bahwa mata ini rentan berbuat dosa, di medsos orang bebas memposting apa saja, sengaja tidak sengaja kita sering mendaratkan mata ini pada foto yang mempertontonkan aurat, membaca artikel yang berisi hujatan, membicarakan orang lain, mengkritisi, menghakimi, maka, jangan patenkan dosa itu dengan tombol-tombol tadi.

Lebih baik untuk tidak mampir ke ‘arena berbahaya’, tetapi jika kita kalah dari bisikan syetan atau hawa nafsu kita, maka cukupkan itu semua hanya untuk diri kita, dan segeralah beristighfar.

Jangan menjadi sebab orang lain melakukan dosa (yang sama dengan kita.)

Jangan menularkan dosa!

Seiring berjalanya waktu, semakin lama kita hidup di dunia maya, semakin tumpul pula kepekaan kita terhadap hal ini.

Saya disini, mengingatkan diri saya sendiri, juga anda semua yang saya sayangi.

Jika ada yang tidak sependapat dengan saya, saya memahaminya.

Setiap orang punya sudut pandang dalam menilai sesuatu.

Tetapi Al-qur’an surat Al-Zalzalah 7-8  itu mutlak benarnya.

Hari perhitungan itu sungguh akan datang.

Sehingga saya berharap kita akan menjadi lebih baik dan bijak dalam memainkan jari-jari kita diatas layar android ataupun keyboard laptop kita.

Semoga Allah mengampuni dosa saya dan anda semua, baik yang disengaja maupun tidak.

Semoga Allah memudahkan kita untuk me-Reset aktifitas kita di dunia maya maupun di dunia nyata menuju ridha-Nya.

Aamin ya Rabb.

Senin, 11 Desember 2017

Yang Terbaik


Menurutmu, siapakah yang terbaik diantara orang-orang dibawah ini:

Orang kaya atau miskin?

Orang sehat atau sakit?

Yang sudah menikah atau single?

Yang sudah punya anak atau yang belum?

Yang punya seorang anak atau yang punya anak banyak?

Yang kuliah, kerja, atau yang hanya duduk di rumah?

Yang jabatanya tinggi atau karyawan kelas menengah?

Yang melahirkan 'normal' atau sesar?

Yang anaknya full ASI 2 thn atau yang minum sufor?

Yang cantik/ngganteng banget atau yang biasa saja?

Yang turunan bangsawan atau bukan?

Jawabany.....cuma satu!

Yang paling bertakwa ♥

 إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu." (QS. Al Hujurat: 13)

Kita tidak memungkiri bahwa semua nikmat, merupakan kelebihan atau nilai plus yang Allah berikan pada hamba-Nya.

Tetapi kalau kelebihan yang dimiliki membuatnya jauh dari Allah, maka ia adalah hamba yang merugi.

Yang memiliki kekayaan tetapi merendahkan orang lain, yang sehat tapi dzalim, yang pintar tetapi sombong, yang sukses tetapi tidak merasakan manisnya ibadah..mereka akan merugi 💔

Sebaliknya, jika ujian yang Allah beri dapat meningkatkan kualitas iman seorang hamba, maka ia adalah hamba yang beruntung.

Yang sakit tetapi banyak istighfar, yang tidak kuliah atau kerja tetapi sangat berbakti kepada orang tua, yang miskin tetapi pandai bersyukur, yang single tetapi rajin beribadah, yang belum punya anak tetapi banyak memberi manfaat untuk orang lain, dll. Mereka jaauh lebih baik.


Bagi yang Allah uji dengan 'penantian'.

Menanti rezeki, menanti buah hati, menanti jodoh, menanti kesembuhan, menanti keberhasilan, bersabarlah!

Allah janjikan bagi hamba yang bersabar dengan pahala tanpa batas.

 إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS.Az-Zummar : 10)

Dan janji Allah itu pasti.

إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

"Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji." (QS.Ali-Imran: 9)

Memang lebih sulit menanti sesuatu yang kita tidak tahu sampai kapan batas waktu penantianya.

Kalau dianalogikan dengan menunggu kereta, menunggu kereta yang akan datang 1 jam lagi, atau 3 jam lagi, atau bahkan 10 jam lagi akan lebih ringan dibandingkan menunggu kereta yang tidak tahu kapan datangnya. (Maaf kalo contohnya gak nyambung 😁)

Maka dari itu pahala pun disesuaikan dengan ujian.
 إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلَاء

“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian”
[HR. at-Tirmidzi no. 2396 dan Ibnu Mâjah no. 4031 (Ash-Shahîhah no. 146)]

Dan ujian itu disesuaikan dengan kemampuan.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS.Al-Baqarah : 286)

Bagi yang masih menunggu sesuatu dari Allah mari bersabar !

Insya Allah kita mampu melaluinya.

Sesungguhnya ujian dunia itu sementara.

Kita harus pandai mencari nikmat Allah yang terlupa dikarenakan ujian yang besar.

Bagi yang merasa kekurangan harta, coba lihat kembali tubuhmu yang sempurna itu, banyak yang memimpikanya.

Bagi yang belum bertemu jodoh, coba lihat keluargamu yang anggotanya masih lengkap.

Bagi yang belum dikaruniai anak, coba lihat dompetmu, Allah beri kecukupan ekonomi.

Bagi yang sakit, coba ingat apakah ibadahmu terasa semanis ini saat kau sehat ?

Jika bukan hal itu, maka carilah nikmat yang lain....jangan luput sedikitpun.

Karena saat Allah menguji hamba dari satu pintu, maka Ia memberi nikmat dari pintu yang lain.

Seorang ulama berkata:

قد يجعل الله عطاءه في منعه

"Bisa jadi Allah memberi nikmat kepadamu di dalam ujian yang Ia beri."

Tinggal bagaimana kita pandai mencari nikmat dan pandai mensyukurinya.

Maka sebesar apapun ujian kita jangan merasa menjadi orang yang paling sengsara, dibandingkan dengan menangis duka, kita lebih pantas menangis bahagia karena begitu beruntungnya kita dengan segala nikmat yang Allah beri ♥

Seseorang pernah berkata :
"Kita bisa mengeluh mawar berduri atau bisa bersyukur duri bermawar."

Kekuatan pikiran positif dapat mengubah suasana hati dan sikap seseorang juga respon terhadap sesuatu yang dihadapinya.

Belum menikah itu seakan duri, tetapi jika kita bayangkan, betapa banyak mawar yang tumbuh diatasnya, ianya bisa lebih banyak menebar kebaikan, dapat fokus menuntut ilmu, .dapat melayani umat dengan mengajar, atau profesi lainya, dapat lebih berbakti kepada kedua orang tua, dapat membelanjakan hartanya sesuai keinginan tanpa memikirkan apapun.

Belum memiliki anak, seakan duri, tetapi seperti halnya menikah, belum memiliki anak pun mempunyai banyak mawar. Bisa mempunya waktu berdua dengan pasangan lebih banyak, dapat melakukan hal lain yang bermanfaat dengan maksimal..

Allah kasih seseorang insomnia, bisa jadi supaya dia dapat sholat malam dengan mudah.

Allah kasih seseorang kesulitan, bisa jadi supaya dia lebih tawakkal dan berharap hanya pada Allah.

Bukankah itu mawar yang indah ? Meski terlihat berduri 😇

Warna-warni Jadi Mommy



Menjadi seorang ibu baru, yang terjun ke dalam dunia baru, bersama teman (kecil) baru, begitu mengagetkan, dan membuat penasaran.

Jadi ibu itu sering main tebak-tebakan.

Ketika menggendong si kecil yang mulet-mulet yang dikira ingin sendawa, tiba-tiba "prutt"....ternyata buang angin.

Ketika dikira ingin buang angin (dibiarkan rebahan dikasur) ehh...ternyata keluar gumoh.

Ketika ada bunyi menggeleggar, dikira pup. Ketika sudah siap digantikan ternyata ZONK.

Sering mencurigai si kecil dengan pup dikarenakan bunyi dan semerbak yang luar biasa.😆

Jadi ibu itu harus gerak cepat.

Ketika mengganti popok, jika lambat sedikit maka akan ada air mancur kecil yang menyebabkan ganti selemek, baju..dll.

Atau ketika habis mandi, jika lambat sedikit memakaikan popok, maka sudah dipastikan akan ganti handuk.

Sepersekian detik itu sangat menentukan 'keberhasilan' 😄

Jadi ibu itu sering galau.

Ketika sikecil terjaga dan 'mengajak' main ia ingin sekali menemaninya.

Tetapi kadang kerjaan rumah menyahut.
"Mumpung dia anteng, urus akuu!!"

Jadi ibu itu suka sering khawatir.

Gimana kalau saat sikecil tidur ada hewan kecil mengganggunya.

Rasanya tidak tega, ia begitu mungil untuk seekor nyamuk sekalipun.

Jadi ibu itu senang ketika melihat si kecil tertidur nyenyak sedangkan ia sendiri bermata panda.

Jadi ibu itu merasa 5 menit untuk merebahkan badan pun sangat berharga.

Jadi ibu itu harus tahu prioritas, masak dulu atau cuci baju dulu? Atau mandi dulu 😛

Jadi ibu itu kadang suka mendengar gema tangisan si kecil.

Saat asyik masak di dapur, atau sedang di toilet. Tiba-tiba terdengar tangisan, ketika di cek...si kecil sedang nikmat bobo. Halusin-nasi toh 😜

Jadi ibu itu sudah gabisa kaya dulu, cape dikit langsung bobo, laper dikit bisa langsung makan.

Jadi ibu itu harus mulai semuanya dari habis subuh, ketika tenaga masih prima dan si kecil masih nyenyak. Akan banyak yang bisa dikerjakan. Tetapi kalau habis sholat subuh dilanjut tidur (biasanya karena habis begadang)..alamat keteteran! Aduduuu

Jadi ibu itu harus siap kalo malem-malem dapet paket combo dari si kecil (BAB lalu gumoh, lalu ditutup dengan BAK).

Sempurna!

Begitu banyak petualangan antara ibu baru dan si kecil, ibu yang masih lugu.

Sudah banyak baca teori tentang bayi. Tetapi tetap mengedepankan perasaan pribadi.

Sebelumnya, ia mengira bahwa si kecil hanya memiliki dua dunia. Minum susu dan tidur.

Jadi ketika terjaga langsung diberi minum, berharap tidur. Kalau masih belum tidur merasa ASI nya tidak membuat kenyang si kecil.

Kini ia mengerti bahwa si kecil bisa juga bosan, ia ingin menambahkan 'bermain' dalam dunianya.

Sebelumnya semua reaksi dari si kecil terlihat sama. Tangisan lapar, rengekan bosan, erangan ingin sendawa.
Sehingga ia bingung apa yang harus dilakukan?

Waktu semakin berjalan dan ia semakin dapat membedakan semua itu dan dapat segera menyelesaikanya.

Sebelumnya suka cemas, ia tidak mungkin dapat mengawasi si kecil 24 jam.

'Serangan' dari hewan kecil sungguh mengancam, belum lagi pujian dari orang sekitar terhadap si kecil, dan berbagai masalah lain yang selalu menimbulkan kegundahan hati.

Kini ia memahami, betapapun ia mencintai si kecil usaha nya terbatas. Tetapi ia tak lupa bahwa disana ada Dzat yang Maha Menjaga, Dzat yang telah menjaga dirinya hingga kini, Maha dapat menjaga buah hatinya...sekarang dan seterusnya.

Ia tak lupa memintaNya untuk menjaga si kecil dengan doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانِِ وَ هَامَّةِِ وَ مِنْ كُلِّ عَيْنِِ لامَّةِِ
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracung dan dari pengaruh ‘ain yang buruk.” (HR. Bukhari)

Dan ketika melihat kelucuan tingkah sikecil, atau merasa bahagia memilikinya ia selalu  mengucapkan :

مَا شَآءَ اللهُ لاَ قُوَّةَ إلاَّ بِا للهِ
“Sungguh atas kehendak Allah-lah semua ini terwujud.”
(QS.Al-Kahfi : 39)
Ia tahu di depan sana akan ada banyak cerita bahagia dan juga rintangan, ia berdo'a agar menjadi ibu yang banyak bersyukur dan bisa bersabar 💜